Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Iso menggunakan senjata jenis Sheriff.
Iso menggunakan senjata jenis Sheriff. (dok. Riot Games/VALORANT)

Intinya sih...

  • Sheriff adalah senjata andalan untuk eco round, namun memiliki recoil yang sulit dikendalikan dan membutuhkan konsistensi aim yang tinggi.

  • Marshal merupakan sniper rifles dengan harga terjangkau, namun memerlukan one-tap dan rechamber setiap kali menembak, serta memiliki fire rate lambat.

  • Bandit baru di VALORANT tapi sulit digunakan karena jumlah peluru yang sedikit, damage yang rendah, dan recoil yang sulit dikendalikan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Berbasis FPS (first person shooter), VALORANT menghadirkan pengalaman pertarungan tembak-menembak yang adiktif. Beda dari game FPS pendahulunya seperti Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO), VALORANT menawarkan gameplay yang lebih berwarna berkat perpaduan senjata dan kemampuan unik tiap Agent. Gak hanya itu, senjata-senjata di VALORANT juga hadir dengan nama, bentuk, serta karakteristik yang terasa segar di dunia FPS.

Sayangnya, gak semua senjata tersebut mudah untuk dikuasai. Bahkan, beberapa di antaranya tergolong sulit digunakan, termasuk bagi pemain berpengalaman sekalipun. Diperlukan jam terbang tinggi, pemahaman mekanik, serta konsistensi aim untuk memaksimalkannya. Berikut empat senjata paling sulit di VALORANT.

1. Sheriff tak mudah buat kamu yang aim-nya belum konsisten

Sheriff (dok. Riot Games/VALORANT)

Sheriff jadi andalan para pemain untuk digunakan di eco round. Senjata yang tergolong side-arm ini begitu kuat hingga pemain hanya perlu satu peluru saja untuk menumbangkan musuh, selama jaraknya tidak lebih dari 30 meter dan tepat menyasar kepala. Senjata satu ini juga punya penetration yang tinggi hingga efektif digunakan untuk wallbang di area yang sering dilalui musuh.

Sayangnya, Sheriff punya recoil yang liar. Saat menggunakan Sheriff, kamu gak bisa seenaknya spam tembakan. Pemain harus memastikan crosshair mengenai kepala atau badan. Kalau tidak, musuh akan lebih dulu mengeliminasi, apalagi jika mereka punya senjata yang lebih kuat seperti Vandal. Karenaya, cara paling efektif menggunakan Sheriff hanya dengan mengenai kepala secara langsung. Tentunya, ini bukan hal mudah buat kamu yang aim-nya belum konsisten.

2. Marshal bisa menjadi senjata yang terasa sangat kejam, tapi sulit dikendalikan

Marshal (dok. Riot Games/VALORANT)

Marshal merupakan senjata jenis Sniper Rifles dengan harga paling terjangkau di VALORANT. Senjata ini kerap menjadi pilihan saat eco round atau round kedua di sisi defender ketika tim mengalami kekalahan. Meski harganya murah dan mampu menjangkau musuh dari jarak jauh, Marshal bukanlah senjata yang cocok untuk semua pemain.

Marshal menuntut penggunanya untuk mendaratkan tembakan tepat di kepala jika ingin mendapatkan instant-kill. Serangan ke badan hanya menghasilkan damage sebesar 101 yang tentu belum cukup untuk langsung menjatuhkan lawan. Ditambah lagi, Marshal memiliki fire rate yang lambat dan mengharuskan pemain melakukan rechamber setiap kali menembak. Jika belum terbiasa melakukan one-tap, Marshal bisa menjadi senjata yang terasa sangat kejam.

3. Bandit cuma punya delapan peluru

Bandit (dok. Riot Games/VALORANT)

Ada yang baru di VALORANT sejak Act 1 Season 2026 Patch 12.00, yaitu Bandit. Senjata jenis side-arm ini digadang-gadang bakalan jadi favorit pemain di pistol round atau eco round karena lebih murah dari Sheriff. Tapi, ternyata senjata ini gak semudah yang dibayangkan.

Bandit cuma punya delapan peluru. Ini lebih sedikit dari Ghost, tetapi lebih sulit digunakan. Artinya, kalau kamu gagal membunuh musuh dengan delapan peluru itu, besar kemungkinan kamu bakal kalah duel. Belum lagi, damage-nya gak seganas Sheriff, tapi punya recoil yang gak kalah gilanya. Karena itu, pakai Sherif dianggap lebih efektif karena high risk high return ketimbang Bandit yang sulit, tetapi belum tentu bikin kita berhasil mendapatkan kill.

4. Banyak pemain baru yang suka pakai SMG (Submachine Gun) atau Machine Gun seperti Stinger

Stinger (dok. Riot Games/VALORANT)

Bagi pemain baru, menembak dengan cara spray seringkali terasa paling mudah. Makanya, banyak pemain baru yang suka pakai SMG (Submachine Gun) atau Machine Gun. Tapi, jangan salah, gak semua senjata “spray-friendly” itu gampang dikuasai. Stinger jadi salah satu contohnya.

Stinger punya fire rate yang sangat cepat sehingga membuatnya boros peluru. Kalau berhasil kill musuh, rasanya menyenangkan, tapi kalau gagal? Bisa-bisa kamu yang duluan tereliminasi. Senjata ini juga paling efektif di jarak sangat dekat dan cara pakainya jangan di-scope karena itu bisa membuat peluru semakin sulit dikontrol. Untuk kamu yang suka spray dan lagi eco round, Stinger bisa jadi pilihan. Tapi perlu dicatat, kamu harus belajar teknik run and gun agar bisa menghindari tembakan musuh sambil tetap mengendalikan arah peluru.

5. Ares salah satu senjata favorit pemain baru di VALORANT

Ares (dok. RIot Games/VALORANT)

Ares jadi salah satu senjata favorit pemain baru di VALORANT. Ini dikarenakan Ares punya magazine dengan kapasitas 50 peluru, cocok banget buat mereka yang belum terbiasa main FPS. Cara menggunakan Ares cukup dengan spray bisa sambil di scope atau pun tidak, untuk recoil-nya sendiri bisa di-counter dengan cara crouch dan dikontrol menggunakan mouse. Lantas, kenapa Ares masuk daftar senjata tersulit di VALORANT?

Jawabannya, Ares hanya cocok digunakan ketika lawan kita adalah pemain yang sama-sama pemula alias belum punya kemampuan menembak tepat di kepala. Fire rate Ares termasuk tinggi dan meningkat sepanjang waktu, membuat peluru keluar secara tidak beraturan. Movement juga jadi terasa berat dan kamu harus pintar cari timing serta positioning yang tepat buat spray target. Kalau lawan kamu adalah mereka yang jago dan udah bisa one-tap, kemungkinan kamu kalah duel jadi lebih besar.

Punya recoil yang “gila” dan fire rate yang tinggi membuat senjata-senjata tadi masuk daftar paling sulit di VALORANT. Tapi, kalau kamu punya waktu dan kesabaran, gak ada salahnya mencoba menguasainya. Siapa tahu, setelah terbiasa, senjata-senjata ini bisa jadi andalan di round tertentu dan membuat permainanmu semakin mematikan. Jadi Gimana? Tertarik untuk coba?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team