Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kane & Lynch (dok. IO Interactive)
Kane & Lynch (dok. IO Interactive)

Intinya sih...

  • Manhunt: Rockstar Games kontroversial, namun Manhunt 3 kemungkinan besar tidak akan dibuat karena potensi larangan di banyak negara.

  • Pro Evolution Soccer: Konami ganti dengan eFootball, mode populer di PES dihilangkan, dan munculnya pesaing baru.

  • Kane & Lynch: Cerita kurang cocok dengan tren gaming modern, masalah gameplay, dan hak cipta beralih ke Embracer Group.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Para pemain sering kali berharap seri game favorit mereka mendapatkan sekuel atau game lanjutan, namun harapan itu tidak terwujud karena berbagai alasan, mulai penjualan yang buruk, kurangnya ketertarikan di pasar hingga masalah yang memicu kontroversi. Beberapa developer mencoba mengisi kekosongan tersebut dengan membuat suksesor spiritual yang serupa tapi tak sama. Namun, tidak sedikit pula yang justru telah mati dan kemungkinannya kecil untuk mendapatkan game baru lagi. Berikit 7 seri game apik yang dipastikan tidak akan pernah kembali lagi.

1. Manhunt

Rockstar Games sering memicu kontroversi dengan mendorong batasan yang dianggap pantas di dalam game mereka. Salah satu contoh paling heboh adalah Manhunt, game yang menempatkan pemain sebagai narapidana yang harus membunuh orang secara brutal dalam sebuah film snuff, sehingga tak heran jika memicu kecaman dari media dan para politisi. Game tersebut berlanjut ke game kedua, namun kemungkinan besar Manhunt 3 tidak akan pernah dibuat. Meski berpotensi laris, mengingat nama besar Rockstar, game seperti itu hampir dipastikan akan dilarang di banyak negara.

2. Pro Evolution Soccer

Hanya Konami lewat Pro Evolution Soccer (PES) yang benar-benar mampu menyaingi dominasi EA di pasar game sepak bola, dengan gameplay yang lebih realistis dan taktis. Sayangnya sejak tahun 2021, Konami mengganti PES dengan eFootball. Selain berganti nama, eFootball juga jadi game free-to-play dengan fokus pada mode online. Bahkan, mode populer di PES seperti Master League dihilangkan. Kini dengan munculnya pesaing seperti Rematch, EA Sports FC dan 2K yang dikabarkan sedang mengerjakan game berlisensi FIFA, harapan pemain akan kembalinya seri PES tampaknya harus dikubur dalam-dalam.

3. Kane & Lynch

Meski banyak pemain yang merasa lega ketika Kane & Lynch usai karena dua anti-hero nya kurang begitu disukai, seri game ini tetap punya banyak penggemar setia. Kedua karakter utamanya memang dibuat tidak menyenangkan dan hidup di dunia yang kelam, namun ada keunikan tersendiri yang membuat mereka tetap menarik. Sayangnya, selain nuansa cerita yang mungkin kurang cocok dengan tren industri gaming modern modern, masalah gameplay juga menjadi kendala jika game ini dihidupkan kembali. Selain itu, hak cipta seri game ini juga sudah beralih ke Embracer Group yang tampaknya tidak berminat menghidupkan kembali seri game ini.

4. Ready 2 Rumble Boxing

Ready 2 Rumble Boxing dikenal dengan visual bergaya kartun yang keren, efek cedera yang realistis, gameplay sederhana namun mendalam dan jajaran karakter unik termasuk mantan presiden Amerika Serikat. Sayangnya, game terakhir di seri game ini yaitu Ready 2 Rumble: Revolution yang dirilis di Wii mendapat sambutan buruk para pemain dan langsung membuat serinya mati. Ditambah lagi ada masalah hak cipta pada kalimat ikonik Michael Buffer yaitu “Let’s Get Ready To Rumble” yang membuat potensi game terbaru di serinya menjadi semakin rumit dan berisiko.

5. Tenchu

Tenchu merupakan salah satu seri game stealth terbaik buatan Acquire Corp. yang memulai debutnya dengan cukup sukses lewat Tenchu: Stealth Assassins. Sayangnya, kualitas game-game setelahnya menurun hingga akhirnya berhenti setelah Tenchu: Shadow Assassins di tahun 2008 mendapat cukup banyak ulasan negatif. Sempat ada kabar bahwa Sekiro: Shadows Die Twice pada awalnya direncanakan sebagai game Tenchu yang baru, sebelum konsepnya dirombak total. Meski kreator aslinya berharap Tenchu bisa hidup kembali, hak cipta seri game ini kini dimiliki FromSoftware yang tampaknya lebih berfokus pada game Soulslike.

6. Red Steel

Ubisoft pernah merilis dua game eksklusif Wii berjudul Red Steel, yang memadukan kontrol gerakan dengan aksi tembak-menembak ala game FPS dan combat berbasis pedang. Game pertamanya dikritik karena kontrol pedangnya kurang nyaman, namun sekuelnya jauh lebih baik dengan perpaduan antara Wild West dan pertarungan bergaya samurai. Sayangnya, penjualan game tersebut tidak terlalu sukses sehingga kecil kemungkinannya bagi seri game ini untuk dilanjutkan menjadi trilogi atau dirilis ulang dalam bentuk remaster/remake. Terlebih lagi, Ubisoft sudah memiliki banyak seri game besar yang lebih mereka prioritaskan.

7. Wii Series

Untuk menunjukkan kemampuan kontrol gerakan di Nintendo Wii dan Wii U, Nintendo menghadirkan Wii Series yang menekankan gameplay sederhana sehingga bisa dinikmati oleh semua pemain di segala usia. Salah satu game paling sukses di seri tersebut adalah Wii Sports yang jadi launch-title dan terjual jutaan kopi sekaligus mendapat pujian dari para kritikus. Game lain seperti Wii Play dan Wii Fit juga tak kalah populer populer. Wii Series memang sudah mati, namun konsep serupa masih ditemukan dan dirasakan di sejumlah game modern seperti Nintendo Switch Sports dan Ring Fit Adventure.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa seri game apik yang dipastikan tidak akan kembali lagi. Jika bisa memilih, mana seri game yang ingin sekali kamu lihat untuk bangkit kembali?

Editorial Team