PC pada umumnya yang berbasis Windows, idealnya tetap berjalan mulus entah baru dibeli atau sudah digunakan. Jadi ketika PC tiba-tiba sering nge-freeze, lemot atau bertingkah “aneh”, jangan selalu dianggap sekadar faktor usia. Terkadang gejala kecil seperti itu justru bisa jadi sinyal bahwa ada penyusup tersembunyi berbentuk malware yang diam-diam mengganggu performa sekaligus keamanan PC. Berikut beberapa tanda PC diam-diam terjangkit malware dan cara mengatasinya.
5 Tanda PC Terjangkit Malware dan Cara Mengatasinya

1. Tiba-tiba lemot dan sering nge-freeze
Jika PC terjangkit malware, biasanya aplikasi jahatnya akan jalan diam-diam di latar belakang dan menggerogoti resource seperti GPU, RAM dan penyimpanan, sehingga wajar jika PC mendadak lemot ketika membuka/menutup aplikasi, sering nge-freeze atau bahkan fan berputar kencang tanpa sebab jelas. Untuk mencari penyebabnya secara pasti, cek lewat Task Manager, lalu urutkan penggunaan berdasarkan GPU dan Memory agar kelihatan proses mana yang paling boros resource. Jika ada nama proses yang asing dan penggunaannya tidak wajar, cari namanya di internet untuk memastikan apakah itu berbahaya. Setelahnya, jalankan pemindaian antivirus secara menyeluruh dan restart PC untuk melihat apakah gejalanya masih muncul.
2. Sering muncul pop-up dan aplikasi aneh
Salah satu tanda paling pasti jika PC terkena malware adalah munculnya pop-up bertubi-tubi yang menakut-nakuti lalu menyuruh pengguna mengunduh “aplikasi keamanan” untuk membereskan masalah yang tidak jelas. Intinya, Jika ada pop-up yang mendadak yang muncul, hampir pasti itu adalah penipuan atau malware. Selain itu, kemunculan aplikasi dan extension aneh yang tidak pernah dipasang juga patut dicurigai. Untuk mengecek dan membersihkannya, buka browser lalu periksa daftar extension. Jika ada yang tampak asing, langsung saja hapus dan lakukan hal serupa di semua browser yang terpasang. Setelahnya, cari aplikasi mencurigakan lewat Settings > Apps dan uninstall yang tidak dikenal.
3. Antivirus tiba-tiba mati
Aplikasi keamanan dibuat untuk melindungi PC dari malware, namun malware yang lebih canggih terkadang bisa mematikan Windows Security atau bahkan antivirus pihak ketiga agar bisa berjalan diam-diam tanpa terdeteksi. Untuk memastikan aplikasi keamanan tidak mati, buka Settings > Privacy & Security > Windows Security > Virus & Threat Protection, lalu cek apakah bagian “Real-time Protection” menyala. Jika mati, coba aktifkan lagi. Jika tidak bisa dinyalakan, restart ke Safe Mode, ulangi langkahnya dan jalankan pemindaian penuh. Bila tetap tidak mau aktif, ada baiknya untuk melakukan instal ulang Windows.
4. Lampu indikator webcam menyala padahal tidak sedang digunakan
Jika lampu indikator webcam menyala, itu artinya kamera sedang digunakan. Jadi, jika pengguna tidak sedang menggunakan webcam tapi lampu indikatornya tetap hidup, ada kemungkinan kamera tersebut diakses dari jarak jauh (biasanya disertai gejala seperti kursor bergerak atau klik sendiri). Solusinya, coba tutup semua aplikasi yang bisa menggunakan webcam seperti Zoom, Microsoft Teams, Google Meet dan sejenisnya. Apabila masih menyala, buka Task Manager untuk mengecek proses apa yang sedang mengakses kamera. Setelah itu, periksa pengaturan privasi kamera dan mikrofon untuk melihat aplikasi mana saja yang punya izin, lalu cabut akses untuk aplikasi yang mencurigakan.
5. Ada permintaan login atau reset password di email
Salah satu tanda PC pengguna mungkin terinfeksi malware adalah munculnya banyak email permintaan reset password atau notifikasi percobaan login dari lokasi/perangkat yang tidak dikenal. Untuk memastikan apakah itu benar, langsung saja cek aktivitas email, termasuk folder Sent untuk melihat apakah ada email yang mencurigakan, lalu periksa juga apakah ada postingan atau aktivitas aneh di akun media sosial. Jika ternyata ada indikasi pembajakan, segera ganti kata sandi pada semua akun yang terdampak dan amankan akun terkait lainnya.
Itulah tadi ulasan mengenai beberapa tanda PC diam-diam terjangkit malware dan cara mengatasinya. Semoga informasi di atas bisa membantumu lebih waspada terhadap potensi malware yang menginfeksi PC-mu.