Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi artificial intelligence
ilustrasi artificial intelligence (freepik.com/DC Studio)

Intinya sih...

  • Chainlink (LINK) sebagai jaringan oracle yang menghubungkan data dunia nyata dengan smart contract, menarik perhatian karena harga stabil dan berpeluang naik.

  • Bittensor (TAO) sebagai jaringan AI terbuka dengan pergerakan harga agresif, menarik minat trader jangka pendek karena peluang kenaikan harga yang masih terbuka.

  • Render (RENDER) fokus pada penyediaan daya komputasi GPU terdesentralisasi, menunjukkan karakter buy on weakness dan stabilisasi harga mulai terlihat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kebangkitan pasar kripto di awal tahun 2026 mengangkat kembali sektor AI crypto sebagai salah satu proyek yang paling aktif diperbincangkan. Setelah sempat tertahan sepanjang fase pasar yang bearish, aset kripto berbasis kecerdasan buatan ini mulai menunjukkan pergerakan yang berbeda dibandingkan altcoin lain yang masih cenderung stagnan.

Minat terhadap AI crypto tidak hanya didorong oleh hype teknologi, tetapi juga oleh aktivitas harga yang lebih responsif terhadap arus modal. Volume perdagangan yang meningkat dan struktur teknikal yang membaik membuat beberapa token AI kembali menjadi fokus trader dan investor jangka menengah. Yuk, simak lima AI crypto yang menarik perhatian pasar di awal tahun 2026 ini!

1. Chainlink (LINK)

Chainlink (chain.link)

Chainlink dikenal sebagai jaringan oracle yang menghubungkan data dunia nyata dengan smart contract. Dalam konteks AI crypto, peran ini semakin penting karena banyak aplikasi AI terdesentralisasi membutuhkan data eksternal yang akurat dan aman untuk dapat berfungsi optimal. Integrasi antara oracle dan AI membuat Chainlink dilihat sebagai infrastruktur pendukung, bukan sekadar token yang mengandalkan hype.

Dari sisi pergerakan harga, LINK terlihat bergerak lebih tenang setelah kenaikan yang cukup kuat sebelumnya. Harga masih bertahan di area yang sama tanpa penurunan tajam, menandakan minat jual mulai mereda. Situasi ini membuat Chainlink menarik sebagai aset AI yang relatif stabil, namun tetap berpeluang bergerak naik ketika minat pasar kembali menguat.

2. Bittensor (TAO)

Bittensor (bittensor.com)

Bittensor merupakan jaringan AI terbuka yang memungkinkan berbagai model kecerdasan buatan berkontribusi dan saling berinteraksi dalam satu ekosistem. Pendekatan kolaboratif ini menarik perhatian komunitas AI yang ingin membangun dan mengembangkan model secara terdesentralisasi. Token TAO berfungsi sebagai insentif bagi partisipan jaringan, sehingga pergerakannya sering kali mencerminkan minat terhadap perkembangan AI terdesentralisasi itu sendiri.

Pergerakan harga TAO dikenal cukup agresif dengan kenaikan yang cenderung cepat. Pola seperti ini kerap menarik perhatian trader jangka pendek karena peluang kenaikan harga masih terbuka. Arus dana yang tetap masuk menunjukkan minat pasar terhadap Bittensor masih kuat, meski pergerakannya tergolong tajam dan tidak selalu stabil.

3. Render (RENDER)

Render (rendernetwork.com)

Render berfokus pada penyediaan daya komputasi GPU terdesentralisasi yang banyak digunakan untuk kebutuhan visual dan AI. Jaringan ini memungkinkan kreator, pengembang, dan proyek AI mengakses sumber daya komputasi tanpa bergantung pada penyedia terpusat. Keterkaitan langsung dengan kebutuhan komputasi membuat token ini sering dipandang memiliki dasar penggunaan yang lebih jelas dibandingkan banyak AI crypto lain.

Pergerakan harga RENDER menunjukkan karakter buy on weakness, di mana setiap penurunan cenderung direspons dengan minat beli. Meski sempat berada dalam tekanan sejak akhir 2025, stabilisasi mulai terlihat. Selama support utama bertahan, Render tetap menarik sebagai AI crypto dengan struktur harga yang relatif rapi.

4. Fetch.ai (FET)

Fetch.ai (fetch.a)

Fetch.ai mengembangkan ekosistem autonomous agents yang memungkinkan interaksi otomatis antar sistem berbasis AI. Teknologi ini dirancang untuk menjalankan tugas kompleks seperti optimasi data, transaksi, hingga koordinasi layanan tanpa campur tangan manusia secara langsung. Konsep ini membuat FET sering dikaitkan dengan pengembangan AI yang lebih aplikatif dalam jangka panjang.

Secara harga, FET bergerak dalam kisaran yang cukup sempit sepanjang awal 2026. Konsolidasi seperti ini sering menjadi fase akumulasi sebelum pergerakan signifikan terjadi. Ketika volume mulai meningkat, Fetch.ai berpotensi menarik perhatian trader yang mencari peluang dari aset AI yang belum bergerak agresif.

5. Ocean Protocol (OCEAN)

Ocean Protocol (oceanprotocol.com)

Ocean Protocol berfokus pada pengelolaan dan monetisasi data secara terdesentralisasi, yang menjadi elemen penting dalam pengembangan AI. Proyek ini memungkinkan pemilik data membagikan dan menjual data secara aman tanpa kehilangan kendali penuh atas asetnya. Dengan meningkatnya kesadaran akan nilai data, OCEAN kembali masuk pasar sebagai AI crypto dengan fokus yang cukup menarik.

Pergerakan harga OCEAN mulai menunjukkan peningkatan volatilitas setelah periode pergerakan yang relatif datar. Pantulan dari area support menandakan adanya minat beli baru. Jika sentimen AI terus membaik, Ocean Protocol berpotensi menjadi aset yang bergerak mengejutkan dibandingkan popularitasnya saat ini.

Setiap aset memiliki karakter pergerakan yang berbeda, mulai dari yang agresif hingga yang masih berada dalam fase perkembangan. Memahami konteks proyek, pergerakan harga, dan alasan mengapa suatu token menarik menjadi kunci agar kita tidak sekadar mengikuti tren. Dengan pendekatan yang lebih terukur dan bijak, AI crypto yang menarik perhatian pasar di awal tahun 2026 dapat menjadi bagian dari strategi investasi di pasar cryptocurrency.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team