Perkembangan kecerdasan buatan kembali membuka peluang baru dalam meningkatkan keselamatan berkendara. Peneliti dari Edith Cowan University (ECU) tengah mengembangkan teknologi yang mampu mendeteksi kondisi pengemudi hanya dari wajah. Inovasi ini digadang-gadang menjadi solusi baru untuk mengidentifikasi pengemudi mabuk dan berbahaya secara lebih efisien.
Penelitian yang dipimpin kandidat PhD ECU, Abdullah Tariq, menyebut sekitar 30 persen faktor penyebab utama kecelakaan di Australia disebabkan oleh mengemudi sambil mabuk. Pendekatan ini memanfaatkan model deep learning 3D tunggal yang mampu menganalisis berbagai faktor risiko sekaligus, mulai dari kadar alkohol dalam darah, kelelahan, hingga ekspresi emosional seperti marah. Berikut temuan utama dari penelitian tersebut.
