Memilih AI selain ChatGPT sebaiknya disesuaikan dengan tujuan penggunaan. Pasalnya, setiap AI memiliki fokus dan keunggulan berbeda, mulai dari untuk kebutuhan riset hingga penulisan. Dengan memahami kebutuhan sejak awal, kamu bisa memaksimalkan manfaat AI yang dipakai.
Berikut beberapa tips yang bisa kamu aplikasikan:
Langkah pertama adalah memahami tujuan penggunaan AI dalam aktivitas sehari-hari. Apakah kamu membutuhkan AI untuk menulis artikel, melakukan riset akademik, membantu pemrograman, atau mengelola catatan dan tugas?
Misalnya, Perplexity lebih cocok untuk riset berbasis sumber karena menampilkan referensi. Sementara Notion AI unggul untuk produktivitas dan pengelolaan informasi.
Jika mencari AI selain ChatGPT yang gratis, penting untuk mengecek batas pemakaian harian dan fitur yang tersedia. Beberapa AI gratis membatasi jumlah prompt, panjang jawaban, atau akses ke fitur lanjutan. Pastikan versi gratisnya cukup membantu kebutuhanmu.
Untuk kebutuhan akademik atau penulisan berbasis data, keakuratan menjadi faktor penting. Pilih AI selain ChatGPT yang menyertakan sumber rujukan atau setidaknya mudah diverifikasi. Cara ini bisa membantu menekan risiko informasi keliru dan memudahkan kamu saat mencantumkan referensi.
AI akan terasa lebih optimal jika terintegrasi dengan aplikasi yang sudah sering kamu gunakan. Gemini cocok bagi pengguna layanan Google, sedangkan Copilot lebih maksimal untuk kamu yang terbiasa dengan Micorosoft Office. Penyesuaian ekosistem ini bisa meningkatkan efisiensi kerja tanpa perlu banyak adaptasi.
Hampir semua AI menyediakan versi gratis atau masa uji coba yang bisa dimanfaatkan. Gunakan fase ini untuk menilai kualitas jawaban, gaya bahasa, kecepatan respons, serta kemudahan penggunaan. Dari situ, kamu bisa menentukan apakah AI tersebut layak digunakan dalam jangka panjang atau tidak.
Dengan mempertimbangkan poin-poin di atas, kamu bisa jadi tahu AI selain ChatGPT mana yang paling efisien dan sesuai dengan kebutuhanmu sehari-hari.