Perkembangan AI dalam dunia kreatif bergerak sangat cepat, termasuk lewat ChatGPT dan berbagai alat generatif lain yang kini mampu menghasilkan konsep desain grafis dalam waktu singkat. Dari poster, logo, layout media sosial, sampai ide visual kampanye, hasilnya bisa terlihat rapi dan mengagumkan hanya dari instruksi teks.
Di satu sisi, AI jelas mengubah cara kerja desain grafis, terutama pada tahap eksplorasi ide dan produksi visual awal. Namun, desain tetap membutuhkan kepekaan manusia untuk membaca pesan, audiens, rasa merek, dan konteks budaya. Lantas, apakah profesi desain grafis masih aman atau justru pekerjaan ini akan tergerus oleh kecerdasan buatan?
