Google kembali menguji penggunaan AI ke ekosistem YouTube lewat fitur baru bernama Ask YouTube yang diperkenalkan secara resmi dalam rangkaian Google I/O 2026 pada 19 Mei 2026. Sebelum diumumkan lebih luas, fitur ini sebenarnya sudah lebih dulu diuji coba secara terbatas melalui program eksperimen YouTube Labs sejak April 2026 dan saat ini baru tersedia untuk pelanggan YouTube Premium berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat.
Meski belum dirilis secara global, kehadiran Ask YouTube mulai memunculkan perhatian besar, termasuk di Indonesia yang memiliki ekosistem kreator YouTube sangat aktif. Fitur ini memungkinkan pengguna mencari video memakai pertanyaan percakapan, lalu langsung diarahkan ke bagian video yang paling sesuai untuk kebutuhan mereka. Sekilas, fitur tersebut terdengar praktis karena membuat pencarian informasi menjadi jauh lebih cepat.
Namun, muncul kekhawatiran baru di kalangan kreator konten di balik kemudahannya. Banyak pihak mulai mempertanyakan apakah Ask YouTube akan membawa dampak serupa seperti AI Overview di Google Search yang sebelumnya dikritik karena mengurangi trafik media online dan blog. Jika pengguna hanya mengambil jawaban instan tanpa menikmati keseluruhan konten, model konsumsi video di YouTube bisa berubah drastis dalam beberapa tahun ke depan. Setelah media online terkena dampak AI Overview, apakah kini giliran kreator YouTube juga akan kena getahnya?
