Sebagai perairan sempit, Selat Hormuz bukan hanya zona panas untuk jalur pasokan energi dunia. Kawasan itu menyimpan ribuan kilometer kabel serat optik bawah laut yang mengalirkan hampir semua data internet global tanpa henti. Keberadaan infrastruktur vital itu menempatkan stabilitas ekonomi digital dalam posisi sangat rentan terhadap gangguan fisik dan konflik militer.
Kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan kerentanan kabel-kabel di Selat Hormuz. Tindakan sabotase yang menyasar jalur komunikasi itu berpotensi melumpuhkan transaksi perbankan sampai layanan AI dan cloud computing secara masif. Ancaman itu membayangi negara-negara Teluk dan mitra teknologi internasional karena perbaikan infrastruktur di zona konflik membutuhkan izin rumit dan waktu sangat lama.
