Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin sering hadir dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi film, asisten virtual, hingga sistem penilaian kredit. Sayangnya, popularitas AI juga dibarengi dengan berbagai kesalahpahaman yang membuat teknologi ini kerap dipandang berlebihan atau justru ditakuti tanpa alasan yang tepat. Banyak orang mengira AI adalah “otak super” yang bisa berpikir dan bertindak seperti manusia, padahal realitasnya jauh lebih kompleks dan terbatas.
Kesalahpahaman tentang AI tidak hanya muncul di kalangan awam, tetapi juga sering terbentuk dari pemberitaan sensasional, film fiksi ilmiah, atau istilah teknis yang disederhanakan secara keliru. Jika dibiarkan, pandangan yang salah ini bisa menghambat pemanfaatan AI secara bijak dan realistis. Karena itu, penting untuk memahami apa yang benar-benar bisa dan tidak bisa dilakukan oleh AI, agar kita tidak terjebak antara ekspektasi berlebihan dan ketakutan yang tidak perlu.
