Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Melindungi Data Pribadi dari Manipulasi AI seperti Grok

Cara Melindungi Data Pribadi dari Manipulasi AI
ilustrasi AI (vecteezy.com/Khunkorn Laowisit)
Intinya sih...
  • Cara melindungi data pribadi dari manipulasi AI bisa dimulai dengan tidak membagikan data sensitif ke platform digital.
  • Atur dan kendalikan pengaturan privasi juga perlu dilakukan untuk mencegah hal tak diinginkan.
  • Gunakan juga password kuat dan unik di setiap akun serta aktifkan verifikasi dua langkah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

AI kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, dari membantu pekerjaan sampai jadi tempat mencari jawaban. Sayangnya, kemudahan ini juga dibarengi risiko penyalahgunaan data pribadi yang sering tidak disadari. Kalau tidak hati-hati, informasi kecil mengenai diri kita bisa dimanfaatkan dengan cara merugikan.

Supaya tetap aman, kamu perlu tahu cara melindungi data pribadi dari manipulasi AI, misalnya case Grok AI yang sedang ramai di X. Dengan langkah tepat, kamu bisa tetap memanfaatkan AI tanpa merasa khawatir berlebihan. Yuk, cek beberapa tipsnya!

Table of Content

1. Jangan membagikan data sensitif ke AI

1. Jangan membagikan data sensitif ke AI

Dilansir Net Friends, aturan paling dasar saat menggunakan AI adalah menganggapnya seperti ruang terbuka. Apa pun yang kamu ketik berpotensi tersimpan atau diproses lebih lanjut oleh sistem. Karena itu, hindari memasukkan data sensitif seperti alamat rumah lengkap, nomor KTP, nomor kartu kredit, password, hingga dokumen penting lainnya. Data-data ini bisa disalahgunakan jika jatuh ke tangan tidak bertanggung jawab atau digunakan untuk manipulasi berbasis AI.

Kalau tetap butuh contoh atau data, biasakan untuk mengaburkan identitas. Sebaiknya, gunakan nama fiktif, lokasi umum (misalnya hanya nama kota), atau ubah detail tertentu tanpa mengubah konteks utama.

2. Atur dan kendalikan pengaturan privasi

Banyak platform AI sebenarnya sudah menyediakan fitur pengaturan privasi, tapi sering kali tidak dimanfaatkan. Padahal lewat menu seperti Data Control, Activity, atau Improve Model, kamu bisa membatasi apakah percakapanmu boleh digunakan untuk pelatihan AI atau tidak. Jika tersedia, sebaiknya nonaktifkan fitur yang mengizinkan data digunakan untuk training, apalagi kalau sering membahas topik sensitif.

Selain itu, biasakan menghapus riwayat chat secara berkala. Meskipun beberapa platform mengeklaim hanya menyimpan data dalam jangka waktu tertentu, menghapusnya secara manual adalah preventif yang lebih aman.

3. Gunakan password kuat dan unik di setiap akun

Salah satu pintu masuk manipulasi data berbasis AI adalah akun yang keamanannya lemah. Kalau satu akun berhasil diretas, data di dalamnya bisa dipakai untuk membangun profil digitalmu, mulai dari kebiasaan, preferensi, sampai pola komunikasi. Karena itu, penting menggunakan password yang kuat, panjang, dan berbeda di setiap platform.

Password ideal sebaiknya tidak mengandung nama, tanggal lahir, atau kata yang mudah ditebak. Kombinasikan juga huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol.

Nah, supaya tidak repot mengingat banyak password, kamu bisa memakai Password Manager tepercaya. Tak kalah penting, jangan lupa juga aktifkan verifikasi dua langkah (2FA) agar akun tetap aman jika amit-amit password bocor.

4. Batasi penggunaan asisten virtual dan chatbot

Dilansir ITU Online, asisten virtual dan chatbot memang memudahkan aktivitas sehari-hari. Namun, di balik itu ada data yang terus dikumpulkan, mulai dari perintah suara, kebiasaan, hingga preferensi pribadi. Semakin sering digunakan, makin banyak data yang terekam dan berpotensi diproses oleh sistem AI.

Kalau merasa tidak benar-benar membutuhkannya, tidak ada salahnya membatasi penggunaan atau mematikannya, ya. Terpenting, cek juga pengaturan penyimpanan suara atau riwayat interaksi, lalu hapus secara berkala.

5. Luangkan waktu membaca kebijakan privasi

Memang tidak semua orang suka membaca privacy policy, tapi setidaknya lakukan quick scan sebelum memakai layanan AI baru. Perhatikan bagian tentang bagaimana data dikumpulkan, disimpan, dan dibagikan. Kalau kebijakannya terasa terlalu longgar atau tidak transparan, sebaiknya gunakan AI tersebut dengan lebih hati-hati atau cari alternatif lain.

Untuk keperluan kerja, gunakan AI versi enterprise atau yang sudah disetujui oleh organisasi. Biasanya, layanan ini punya aturan lebih ketat, termasuk jaminan bahwa data tidak dipakai untuk pelatihan model.

Itulah beberapa cara melindungi data pribadi dari manipulasi AI yang bisa kamu terapkan dalam aktivitas digital sehari-hari. Terapkan tips-tips di atas supaya data pribadimu tidak disalahgunakan!

FAQ seputar cara melindungi data pribadi dari manipulasi AI

Apa yang dimaksud manipulasi AI terhadap data pribadi?

Manipulasi AI adalah penggunaan data pribadi untuk memengaruhi, menipu, atau mengarahkan keputusan seseorang tanpa disadari.

Data pribadi apa yang paling berisiko disalahgunakan AI?

Data identitas, kontak, lokasi, kebiasaan online, dan riwayat pencarian termasuk yang paling rawan dimanfaatkan.

Apakah aman memasukkan data pribadi ke chatbot AI?

Sebaiknya hindari memasukkan data sensitif. Gunakan informasi umum atau samarkan identitas untuk mengurangi risiko penyalahgunaan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Tech

See More

Motorola Signature Salip Pixel 10 Pro XL dalam Uji Kamera DxOMark

08 Jan 2026, 19:22 WIBTech