Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Face unlock.jpg
ilustrasi membuka HP dengan Face ID (unsplash.com/Faraz Arshad)

Intinya sih...

  • Face ID pada HP menggunakan kecerdasan buatan untuk mengaktifkan fungsi tersebut dengan algoritma pembelajaran mesin.

  • Alat seperti Grammarly dan filter spam email menggunakan kecerdasan buatan, begitu juga dengan Google Search yang dipersonalisasi berdasarkan riwayat pencarian.

  • Asisten suara digital, aplikasi navigasi, sistem perbankan, dan rekomendasi streaming semuanya menggunakan kecerdasan buatan dalam aktivitas harian kita.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap hari kita berinteraksi dengan teknologi tanpa benar-benar memikirkan apa yang bekerja di baliknya. Saat HP memberikan rekomendasi lagu, aplikasi belanja menampilkan produk yang terasa “pas”, atau peta digital menyarankan rute tercepat, semuanya terasa biasa saja. Padahal, banyak dari hal sederhana itu sebenarnya melibatkan kecerdasan buatan.

Menariknya, AI tidak selalu hadir dalam bentuk robot canggih atau teknologi yang terdengar rumit. Justru, ini sering menyatu dalam aktivitas harian yang kita anggap sepele. Tanpa sadar, kita sudah menggunakan AI berkali-kali dalam sehari, bahkan sejak bangun tidur hingga kembali beristirahat. Yuk, kita lihat apa saja AI yang kita gunakan tanpa sadar setiap hari.

1. Membuka HP dengan Face ID

Hal pertama yang dilakukan kebanyakan orang setiap pagi adalah meraih HP. Dan, saat kamu membuka HP menggunakan Face ID, sebenarnya perangkat menggunakan kecerdasan buatan untuk mengaktifkan fungsi tersebut. Face ID Apple dapat melihat dalam 3D. Ini menerangi wajah dan menempatkan 30.000 titik inframerah tak terlihat di atasnya dan menangkap gambar. Kemudian ia menggunakan algoritma pembelajaran mesin untuk membandingkan pemindaian wajah dengan apa yang telah disimpannya tentang wajahmu untuk menentukan apakah orang yang mencoba membuka perangkat adalah kamu atau bukan. Apple sendiri menyatakan peluang untuk mengelabui Face ID adalah satu banding satu juta.

2. Mengirim email atau pesan

Berkirim email dan pesan sudah menjadi rutinitas harian banyak orang. Alat seperti Grammarly dan pemeriksa ejaan aktif saat kamu menulis email untuk membantumu menyusun pesan tanpa kesalahan. Alat-alat ini menggunakan kecerdasan buatan dan pemrosesan bahasa alami. 

Di sisi penerima pesan, filter spam menggunakan kecerdasan buatan untuk memblokir email yang dicurigai sebagai spam atau mengidentifikasi email sebagai sesuatu yang ingin diterima penerima di kotak masuk. Perangkat lunak antivirus juga menggunakan pembelajaran mesin untuk melindungi akun email.

3. Pencarian Google

ilustrasi mesin pencari Google (pexels.com/Pixabay)

Banyak orang tidak dapat melewati satu hari pun tanpa mencari jawaban atau produk yang sangat dibutuhkan di Google. Mesin pencari tidak dapat memindai seluruh internet dan memberikan apa yang kamu inginkan tanpa bantuan kecerdasan buatan. 

Iklan-iklan yang sepertinya selalu mengikutimu, itu diaktifkan oleh AI. Iklan ini didasarkan pada riwayat pencarian, dan dipersonalisasi untukmu dengan tujuan menampilkan item yang menurut algoritma akan kamu hargai.

4. Asisten suara digital

Mulai dari mencari jawaban, mendapatkan petunjuk arah ke restoran, hingga menanyakan cuaca untuk liburan akhir pekan, asisten suara digital seolah menjadi pendamping hidup kita yang sangat penting. Alat-alat, seperti Siri, Cortana, dan Google Assistant semuanya mengandalkan AI untuk memahami perintah, menjawab pertanyaan, dan bahkan mengantisipasi kebutuhan. Mereka menggunakan NLP, pembelajaran mesin, dan basis data yang luas untuk memberikan respons yang bermanfaat hampir secara instan.

5. Alat navigasi sehari-hari

Google Maps dan berbagai aplikasi navigasi yang kita gunakan sehari-hari sebenarnya bekerja dengan bantuan AI. Teknologi ini memantau pergerakan lalu lintas secara real-time dari berbagai sumber, mulai dari data pengguna hingga sensor jalan. Dari situ, sistem bisa memperkirakan kondisi jalan, cuaca, serta potensi kemacetan yang akan terjadi. AI kemudian mengolah semua informasi tersebut untuk menyarankan rute tercepat atau alternatif agar perjalanan lebih efisien dan tidak terjebak macet.

6. Perbankan

ilustrasi internet banking (vecteezy.com/Perawit Boonchu)

Ada banyak cara kecerdasan buatan diterapkan dalam sistem perbankan kita. Kecerdasan buatan sangat terlibat dalam keamanan transaksi kita dan untuk mendeteksi penipuan. Saat kamu menyetor cek dengan memindainya menggunakan HP, mendapatkan peringatan saldo rendah, atau bahkan sekadar masuk ke akun mobile banking, AI sebenarnya bekerja di balik layar.

Begitu juga saat kamu berbelanja, misalnya membeli celana di toko saat jam makan siang. Sistem berbasis AI akan memverifikasi transaksi tersebut untuk menilai apakah pembelian itu tergolong normal atau mencurigakan. Dari hasil analisis itu, transaksi bisa disetujui atau ditolak jika terdeteksi adanya penggunaan kartu kredit oleh pihak yang tidak berwenang.

7. Rekomendasi streaming

Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana Netflix, Spotify, atau YouTube tampaknya tahu persis apa yang ingin kamu tonton atau dengar selanjutnya? AI bekerja di balik hal ini. Algoritma pembelajaran mesin menganalisis kebiasaan menonton atau mendengarkanmu, membandingkannya dengan perilaku jutaan pengguna lainnya, dan memprediksi apa yang mungkin kamu sukai, membuat kamu terpikat selama berjam-jam.

Tanpa disadari, AI sudah menjadi bagian dari rutinitas harian kita, bekerja diam-diam di balik berbagai aplikasi dan layanan yang digunakan setiap hari. Kehadirannya sering terasa biasa karena tujuannya memang untuk mempermudah, bukan menarik perhatian. Dengan memahami peran AI di sekitar kita, kita bisa menjadi pengguna teknologi yang lebih sadar dan bijak.

Editorial Team