Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
logo CES
logo CES. (Gb11111, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Nvidia memperkenalkan arsitektur Rubin dengan 6 cip baru, termasuk CPU Vera, yang mampu menekan biaya inferensi hingga 10 kali lipat lebih murah.

  • Boston Dynamics memamerkan robot humanoid Atlas terbaru yang sepenuhnya elektrik dan LG memperkenalkan robot CLOiD beroda dua sebagai asisten rumah tangga.

  • AI mengubah transportasi melalui model AI Nvidia Alpamayo, kolaborasi raksasa antara Lucid, Uber, dan Nuro untuk robotaxi otonom, serta asisten pintar Ford dalam kendaraan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas diwarnai tren baru yang disebut Physical AI. Kini, AI tidak hanya menghasilkan konten digital, tetapi juga mampu memahami dan beraksi langsung di dunia nyata melalui perangkat fisik. Kehadiran berbagai inovasi ini membawa AI semakin dekat dan menyatu dengan kehidupan sehari-hari manusia.

CES 2026 menampilkan segalanya mulai dari kendaraan otonom yang bisa bernalar hingga robot rumah tangga yang empatik. Perusahaan raksasa seperti Nvidia hingga berbagai merek tak terduga turut memamerkan terobosan mereka di lantai pameran. Berikut daftar inovasi AI paling menarik, canggih dan unik yang diperkenalkan selama CES 2026.

1. Fondasi infrastruktur AI lewat berbagai cip canggih

Jensen Huang (nvidia.com)

Setiap kecerdasan buatan (AI) membutuhkan otak yang kuat, dan Nvidia memulainya dengan memperkenalkan arsitektur Rubin sebagai penerus Blackwell. Platform ini tidak main-main karena dirancang dengan enam cip baru, termasuk CPU Vera, untuk menjawab kebutuhan memori masif pada pabrik AI masa depan. Dengan optimasi penalaran agentic, arsitektur ini diklaim mampu menekan biaya inferensi hingga 10 kali lipat lebih murah dibandingkan pendahulunya.

Sementara Nvidia menguasai pusat data, persaingan untuk otak di perangkat laptop juga tak kalah sengitnya lewat terobosan Intel Panther Lake. Prosesor ini dibangun menggunakan teknologi manufaktur 18A yang revolusioner untuk menghadirkan performa kencang dengan konsumsi daya minimal. Berkat Neural Processing Unit (NPU) khusus, asisten AI kini dapat berjalan secara lokal di laptop tanpa perlu mengirim data pribadi pengguna ke internet.

Tidak mau kalah, AMD meluncurkan Ryzen AI Max+ yang menargetkan para kreator profesional. Keunggulan utamanya terletak pada shared memory sebesar 128GB, yang memungkinkan laptop menjalankan model AI kelas berat. Sebelumnya, pekerjaan seberat ini hanya bisa ditangani oleh komputer desktop mahal, tapi AMD berhasil memangkas batasan tersebut. Inovasi ini memberikan kebebasan bagi profesional untuk membawa studio mereka ke mana saja.

Di segmen yang lebih terjangkau, Qualcomm turut meramaikan pasar dengan Snapdragon X2 Plus yang dirancang untuk efisiensi maksimal. Cip ini sanggup menangani 80 triliun operasi per detik, sebuah lonjakan performa signifikan untuk laptop kelas menengah. Efisiensi arsitekturnya mampu memangkas konsumsi daya hingga 43 persen, memungkinkan AI bekerja seharian penuh.

2. Lantai CES 2026 diramaikan berbagai robot baru

Boston Dynamics Atlas (youtube.com/Boston_Dynamics)

CES tahun ini juga diramaikan berbagai produk robot baru. Salah satunya adalah Boston Dynamics yang akhirnya memamerkan versi produksi dari robot humanoid Atlas. Berbeda dengan pendahulunya yang bising karena sistem hidrolik, Atlas terbaru ini sepenuhnya elektrik dan siap bekerja di pabrik Hyundai mulai tahun 2028. Otaknya ditenagai oleh model Gemini dari Google DeepMind, memungkinkannya merencanakan gerakan kompleks secara mandiri tanpa perlu dikendalikan penuh. Sendi-sendinya yang bisa berputar 360 derajat membuatnya jauh lebih lincah daripada manusia, terutama di ruang kerja yang sempit dan berbahaya.

Bukan hanya di pabrik, robot-robot juga akan mulai merambah ruang keluarga. LG memperkenalkan robot CLOiD beroda dua yang dirancang sebagai asisten rumah tangga untuk tugas domestik seperti melipat pakaian atau memasukkan piring kotor ke mesin pencuci. Menggunakan model AI vision-language-action, CLOiD bisa menerjemahkan perintah suara menjadi serangkaian tindakan fisik. Meskipun gerakannya masih tergolong lambat karena tantangan teknis, keberadaannya menunjukkan keseriusan LG menggarap pasar robot domestik.

Masih di lingkungan rumah, Dreame menghadirkan solusi unik untuk masalah klasik robot pembersih lewat seri X50 Ultra. Jika biasanya robot vacuum menyerah saat bertemu tangga, X50 Ultra justru memiliki kaki khusus yang bisa memanjang untuk memanjat dan menuruni anak tangga. Hebatnya, ia tetap menjaga kestabilan tubuhnya agar bisa menyedot debu di setiap anak tangga yang dilewatinya.

Bergerak ke sektor yang lebih krusial, Diligent Robotics memperkenalkan Moxi untuk membantu tenaga medis di rumah sakit. Alih-alih menggantikan peran perawat, Moxi bertugas menangani pekerjaan logistik membosankan seperti mengambil persediaan medis atau mengantar sampel lab. Dengan mengambil alih tugas-tugas administratif fisik ini, Moxi memberikan waktu lebih bagi para perawat untuk fokus merawat pasien.

3. Revolusi transportasi melalui asisten pintar dan otonom

Alpamayo, model AI Nvidia untuk mobil otonom (nvidia.com)

Sektor transportasi mendapatkan peningkatan signifikan melalui model AI Nvidia Alpamayo. Sistem AI ini mengubah cara mobil otonom berpikir, dari sekadar mengikuti aturan kaku menjadi bernalar layaknya manusia saat menghadapi situasi ambigu. Misalnya, Alpamayo bisa memahami gestur tangan polisi lalu lintas yang menyuruh maju meskipun lampu sedang merah. Agar penumpang merasa aman, sistem ini juga menyediakan reasoning traces atau penjelasan logis mengapa mobil mengambil keputusan tertentu di jalan raya.

Kecerdasan tersebut mulai mewujud dalam bentuk fisik melalui kolaborasi raksasa antara Lucid, Uber, dan Nuro. Mereka meluncurkan robotaxi berbasis Lucid Gravity yang dilengkapi sistem pengemudi Level 4 dari Nuro. Mobil ini dirancang untuk beroperasi sepenuhnya tanpa intervensi manusia di area tertentu, menawarkan pengalaman perjalanan yang futuristik. Penumpang di dalamnya dapat berinteraksi lewat layar kabin untuk melihat apa yang sedang dideteksi dan dipikirkan oleh mobil tersebut secara real-time.

Namun, mobil pintar tidak harus selalu otonom, seperti yang dibuktikan Ford lewat asisten AI terbarunya. Asisten ini terintegrasi dalam dengan sensor fisik kendaraan, sehingga ia tahu persis kondisi teknis mobil mulai dari tekanan ban hingga kapasitas bagasi. Ia bahkan bisa menggunakan kamera untuk menghitung apakah tumpukan barang belanjaan muat dimasukkan ke dalam bagasi mobil.

4. AI juga merambah produk-produk kesehatan

Satellai Collar Go (satellai.com)

Produk satu ini mungkin cukup kontroversial karena membawa AI ke ruang paling privat di rumah kita, yaitu kamar mandi. Dilansir CNET, AI Rejuvenation dari Ceragem adalah cermin dan shower pintar yang dapat memindai kondisi kulit wajah pengguna dan menyesuaikan pH air mandi secara otomatis. Selain itu, shower ini juga mampu mengeluarkan vitamin dan bahan perawatan kulit yang personal tanpa perlu input manual.

Masih dari Ceragem, mereka juga memperkenalkan konsep sauna rumahan yang dilengkapi dengan pelatih mental berbasis AI. Sauna ini membaca data biometrik pengguna untuk memberikan panduan manajemen stres yang disesuaikan dengan kondisi tubuh saat itu. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan pemulihan yang aktif, di mana suhu, pencahayaan, dan suara beradaptasi untuk menurunkan beban mental.

Selanjutnya ada kalung anjing pintar Satellai Collar Go. Menggunakan platform Petsense AI, kalung ini memantau tanda vital anjing peliharaan mulai dari lokasi, kualitas tidur, hingga suhu tubuh. Sistem akan menganalisis data harian dan memberikan peringatan dini jika terdeteksi adanya anomali kesehatan pada hewan kesayangan.

5. Berbagai perangkat AI unik di CES 2026

Inovasi AI di CES 2026 juga hadir dalam berbagai bentuk produk unik. Misalnya, ada Project AVA dari Razer, asisten hologram di atas meja pengguna yang tampilannya bisa dikustomisasi sesuai selera. Meskipun tampak seperti gimmick visual, konsep ini menunjukkan potensi interaksi fisik AI-manusia di masa depan yang lebih dari sekadar teks di layar.

MyPersona AI juga membawa konsep serupa dengan memungkinkan pengguna membuat klon digital dirinya sendiri. Klon ini dapat menjawab pertanyaan menggunakan suara dan ekspresi wajah yang identik dengan pemilik aslinya. Teknologi ini bisa digunakan untuk melestarikan pengetahuan institusional atau sekadar menjadi asisten pribadi yang sangat

Selanjutnya ada Vocci AI Ring, cincin pintar yang dapat merekam percakapan penting dan mengubahnya menjadi transkrip teks beserta ringkasan poin-poin kuncinya. Tanpa perlu mengeluarkan ponsel atau alat perekam mencolok, pengguna bisa mendokumentasikan ide atau rapat dengan satu sentuhan jari.

Secara keseluruhan, CES 2026 menunjukkan bahwa AI telah berkembang melampaui layar komputer. AI kini memiliki "tubuh" dalam bentuk robot, kendaraan, dan perangkat yang berinteraksi dengan lingkungan fisik. Inovasi AI kini terlihat lebih fokus pada bagaimana teknologi ini dapat selaras dengan kebutuhan nyata manusia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team