7 Robot Keren di CES 2026, Ada Robot Anjing hingga Pembantu Rumah!

- Boston Dynamics Atlas, robot humanoid untuk industri berat dengan kecerdasan buatan tingkat lanjut.
- Roborock Saros Rover, robot penyedot debu dengan kemampuan memanjat dan menuruni tangga rumah.
- LG CLOiD, asisten rumah tangga humanoid yang mampu melipat pakaian dan mengontrol perangkat pintar lain di rumah.
Perhelatan Consumer Electronics Show (CES) 2026 kembali diramaikan berbagai inovasi dan produk robotik. Pameran tahun ini tidak lagi sekadar menampilkan prototipe kaku, melainkan robot-robot yang siap bekerja dan berinteraksi dengan manusia. Beberapa robot ini juga telah siap masuk ke pasar komersial dalam waktu dekat.
Berbagai perusahaan teknologi global berlomba memamerkan kreasi terbaik mereka yang mencakup robot pekerja pabrik, asisten rumah tangga, hingga hewan peliharaan digital. Inovasi ini hadir dengan spesifikasi mumpuni dan integrasi kecerdasan buatan (AI) yang membuat interaksi terasa makin natural. Berikut tujuh robot paling keren di CES 2026!
1. Boston Dynamics Atlas yang siap kerja di pabrik

Boston Dynamics akhirnya memperkenalkan versi produksi dari robot humanoid elektrik Atlas yang dirancang untuk kebutuhan industri berat. Robot ini memiliki tubuh yang sangat fleksibel dengan 56 derajat kebebasan gerak dan sambungan yang dapat berputar penuh. Atlas mampu mengangkat beban hingga 50 kilogram dan memiliki jangkauan tangan setinggi 2,3 meter untuk memindahkan barang.
Kecerdasan robot ini didukung oleh kemitraan strategis dengan Google DeepMind yang mengintegrasikan AI Gemini untuk kemampuan penalaran tingkat lanjut. Atlas dapat beroperasi secara otonom dalam lingkungan yang tidak terstruktur dan menukar baterainya sendiri saat daya habis. Fitur ini memungkinkannya bekerja tanpa henti dengan pengawasan minimal dari operator manusia.
Robot ini juga tahan air dan dapat beroperasi di rentang suhu ekstrem mulai dari -20 hingga 40 derajat Celcius. Unit pertama Atlas dijadwalkan mulai bekerja di pabrik Hyundai Metaplant di Georgia pada tahun ini. Kehadiran Atlas menandai langkah besar transisi robot dari platform penelitian menjadi tenaga kerja komersial yang andal.
2. Roborock Saros Rover mengatasi momok robot penyedot

Roborock akhirnya memecahkan masalah utama robot penyedot debu lewat inovasi terbaru, Saros Rover. Dilansir The Verge, robot ini dilengkapi dengan kaki beroda yang dapat ditekuk seperti katak untuk memanjat dan menuruni tangga rumah. Saros Rover mampu mengangkat tubuhnya sendiri dan membersihkan setiap anak tangga secara detail saat bergerak naik.
Meskipun gerakannya tidak terlalu cepat, robot ini dapat menyelesaikan pembersihan lima anak tangga dalam waktu sekitar 40 detik. Rover juga memiliki kemampuan melompati rintangan kecil dan menavigasi ambang pintu yang tinggi dengan sangat mulus. Sistem navigasinya memungkinkannya mengenali objek kecil dan menghindari kabel yang sering menjadi musuh robot vakum.
Saat ini, Saros Rover masih dalam tahap pengembangan dan belum memiliki tanggal rilis resmi. Namun, harga perangkat ini diperkirakan akan berada di kisaran angka 2.500 dolar AS (sekitar Rp42,1 juta) atau lebih.
3. LG CLOiD bisa bantu pekerjaan rumah tangga

LG mewujudkan visi "Zero Labor Home" dengan memperkenalkan CLOiD sebagai asisten rumah tangga berbentuk humanoid yang serba bisa. Robot ini memiliki struktur tubuh lengkap dengan kepala, torso yang bisa naik-turun, dua lengan, dan kaki beroda untuk mobilitas stabil. Kedua tangannya memiliki lima jari yang memungkinkan manipulasi objek halus seperti memegang peralatan dapur.
CLOiD mampu melipat pakaian, memasukkan piring ke mesin pencuci, hingga menyiapkan makanan sederhana. Robot ini terintegrasi dengan ekosistem LG ThinQ untuk mengontrol perangkat pintar lain di rumah secara otomatis. CLOiD menggunakan model Vision-Language-Action yang memungkinkannya memahami perintah suara natural dari penghuni rumah.
Meskipun gerakannya masih tergolong lambat saat melipat handuk, CLOiD menunjukkan potensi besar sebagai asisten masa depan. Robot ini juga berfungsi sebagai hub pintar berjalan yang bisa memantau kondisi rumah melalui kamera dan sensor di kepalanya. LG memposisikan CLOiD bukan sekadar alat, tetapi pendamping cerdas yang mengurangi beban pekerjaan domestik sehari-hari.
4. Sweekar, robot imut mirip Tamagotchi

Bagi kamu yang rindu masa kejayaan Tamagotchi medio 90-an, Sweekar hadir sebagai penerus modern dengan teknologi AI generatif. Menurut laporan CNET, robot mungil ini memulai hidupnya sebagai telur dan akan tumbuh membesar secara fisik seiring berjalannya waktu dan perawatan pemiliknya. Sweekar memiliki tiga tahap kehidupan utama, yaitu bayi, remaja, dan dewasa yang masing-masing memiliki karakteristik unik.
Pada tahap awal, pengguna perlu memberi perhatian lebih untuk membentuk kepribadian dan kecerdasan Sweekar. Jika diabaikan terlalu lama, robot pendamping ini bisa "mati" sehingga pengguna harus memulai prosesnya dari awal lagi. Konsep ini menciptakan ikatan emosional antara pengguna dan peliharaan digital mereka.
Sweekar rencananya akan diluncurkan melalui kampanye Kickstarter pada akhir 2026 ini dengan harga sekitar 150 dolar AS (sekitar Rp2,5 juta). Perangkat ini menawarkan pengalaman nostalgia yang dipadukan dengan kecanggihan teknologi masa kini. Sweekar membuktikan bahwa robot tidak selalu harus produktif, tetapi juga bisa menjadi teman yang menyenangkan.
5. Unitree Robotics G1 yang lincah

Unitree Robotics mencuri perhatian dengan G1, robot humanoid yang dirancang untuk pasar massal dengan harga yang relatif terjangkau. Robot setinggi 132 cm ini memiliki desain yang bisa dilipat sehingga mudah untuk disimpan atau dipindahkan. G1 dilengkapi dengan 23 hingga 43 motor sendi yang memberikan fleksibilitas gerakan luar biasa.
Dalam demonya, G1 memamerkan kelincahannya dengan melakukan gerakan bela diri dan tinju yang membutuhkan keseimbangan presisi. Robot ini ditenagai oleh baterai 9000mAh yang mampu bertahan selama sekitar 2 jam pemakaian aktif. Unitree juga menyematkan sensor LiDAR 3D dan kamera kedalaman untuk sistem navigasi yang akurat.
Harga robot ini dibanderol mulai dari 13.500 dolar AS (sekitar Rp227 juta), angka yang relatif lebih murah dibanding pesaing sekelasnya. Unitree menargetkan G1 untuk berbagai keperluan mulai dari riset pendidikan hingga aplikasi industri ringan. Ketersediaan G1 menandai era baru di mana robot humanoid mulai bisa dimiliki oleh kalangan yang lebih luas.
6. Tombot Jennie untuk menemani para lansia

Tombot Jennie adalah robot anjing Labrador yang diciptakan untuk memberikan kenyamanan emosional bagi lansia dan penderita demensia. Robot ini dikembangkan bekerja sama dengan Jim Henson’s Creature Shop untuk menghasilkan tampilan dan gerakan yang sangat realistis. Jennie memiliki sensor di seluruh tubuh yang memungkinkannya merespons sentuhan, suara, dan gerakan pengguna.
Fitur unggulan Jennie mencakup detak jantung yang bisa dirasakan, goyangan ekor, dan suara gonggongan yang direkam dari anjing asli. Robot ini tidak bisa berjalan berkeliling demi keamanan pengguna lansia agar tidak tersandung. Baterainya dirancang tahan seharian penuh dan mudah dibersihkan untuk penggunaan jangka panjang. Dibanderol seharga 1.500 dolar AS (Rp25,2 juta), Jennie telah tersedia untuk pre-order dan akan dikirimkan akhir tahun ini. Perusahaan mengklaim telah menerima ribuan unit pesanan.
7. EngineAI T800, robot tangguh untuk tugas industri

EngineAI memamerkan T800, robot humanoid ukuran penuh yang dirancang untuk tugas-tugas berat dan industri. Robot setinggi 1,73 meter ini memiliki rangka paduan magnesium-aluminium dengan berat total mencapai 75 kilogram. Performa T800 didukung oleh otak komputasi NVIDIA Jetson Thor dan aktuator sendi yang menghasilkan torsi puncak hingga 450 Nm. Robot ini mampu melakukan gerakan dinamis seperti berlari dan melompat dengan stabilitas yang sangat baik. EngineAI memposisikan T800 sebagai platform yang siap tempur untuk berbagai kebutuhan komersial.
Pengiriman pertama T800 dijadwalkan pada pertengahan 2026 dengan harga awal 25.000 dolar AS (sekitar Rp421,2 juta). Kehadiran robot-robot seperti T800 dan keenam robot lainnya di CES 2026 menegaskan bahwa masa depan otomatisasi sudah tiba. Tidak lama lagi, manusia mungkin akan segera hidup berdampingan dengan mesin cerdas yang siap membantu, menghibur, dan bekerja bersama dalam kehidupan sehari-hari.



















