sosok Noland Arbaugh, seorang pasien quadriplegia yang menerima chip Neuralink pada Januari 2024 (neuralink.com)
Pada Januari 2024, Neuralink menanamkan chip otak pertamanya pada manusia yakni Noland Arbaugh, seorang pasien quadriplegia. Dalam sejumlah wawancara yang dimuat Business Insider, Arbaugh menuturkan bahwa implan tersebut membantunya kembali menjalani aktivitas secara mandiri, membangun relasi sosial, dan mengoperasikan komputer hanya melalui pikirannya. Hingga akhir 2025, Neuralink melaporkan puluhan peserta aktif di berbagai negara telah menerima implan dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sepanjang 2025, Neuralink mencatat sederet capaian penting yang memperkuat posisinya dalam pengembangan antarmuka otak-komputer. Perusahaan ini memperoleh status FDA Breakthrough Device Designation untuk teknologi pemulihan bicara bagi penderita gangguan berat. Uji klinis juga diperluas ke Inggris, Kanada, dan kawasan Timur Tengah, sekaligus menandai prosedur implan pertama Neuralink di luar Amerika Serikat. Di sisi teknologi, Neuralink memperkenalkan robot bedah generasi baru yang mampu menanamkan satu benang elektroda dalam waktu 1,5 detik, menjangkau kedalaman lebih dari 50 milimeter, dan kompatibel dengan sebagian besar variasi anatomi manusia.
Pengujian chip otak Neuralink terus bertambah seiring berjalannya waktu. Pada September 2025, perusahaan mengungkapkan bahwa setidaknya 12 orang di berbagai belahan dunia telah menerima implan dan menggunakannya secara aktif. Jumlah tersebut menjadi pijakan awal sebelum Neuralink memasuki fase produksi dan adopsi yang lebih luas.
Rencana produksi massal dan otomatisasi bedah menempatkan Neuralink pada fase krusial dalam perjalanannya. Jika terealisasi, teknologi ini berpotensi mengubah pendekatan medis terhadap penanganan gangguan neurologis berat. Meski demikian, langkah tersebut juga menuntut pengawasan ketat, baik dari sisi keselamatan pasien maupun pertimbangan etika. Saat ini, prosedur implan Neuralink masih memerlukan keterlibatan dokter bedah untuk membuka sebagian tengkorak sebelum robot khusus mengambil alih proses penanaman elektroda, sebagaimana dilaporkan Business Insider.