Sementara itu, Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, menekankan bahwa Indonesia diproyeksikan akan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada tahun 2030 dan kebutuhan ini tidak dapat dipenuhi hanya melalui pendidikan formal.
"Inisiatif seperti Hackathon ini krusial dalam memperkuat pipeline talenta digital nasional. Selain itu, inovasi 5G dan AI yang lahir dari Hackathon 2025 siap diimplementasikan di dunia nyata, sejalan dengan prioritas nasional untuk mempercepat transformasi digital,” Sonny mengatakan.
Nies Purwati, Senior Director of Government Affairs for Southeast Asia and Pacific at Qualcomm International Inc., menambahkan bahwa Hackathon 2025 mencerminkan komitmen Qualcomm dalam menghadirkan inovasi, kreativitas, dan produktivitas melalui teknologi wireless communication demi peningkatan kualitas hidup.
Qualcomm terus mencari solusi AI yang canggih dan terbaik. Mereka percaya bahwa AI memegang peran transformatif di hampir setiap industri, mengubah cara bisnis beroperasi, mengambil keputusan, dan menciptakan manfaat lebih.
Pendaftaran dibuka hingga 17 Oktober 2025, dan para pemenang akan diumumkan di dalam sebuah acara yang akan digelar pada 14 November 2025, dengan total hadiah senilai Rp190 juta. Informasi lengkap mengenai cara mendaftar Hackathon serta berbagai peluang pembelajaran tersedia di situs www.ericsson.com/indonesia-hackathon.