Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Deretan Fitur Baru yang Diumumkan Google di Android Show 2026
Android Show 2026: I/O Edition (google.com)
  • Google memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini Intelligence dengan fitur Magic Pointer dan integrasi penuh ke ekosistem Android, yang akan diluncurkan pada musim gugur 2026.
  • Gemini kini hadir di berbagai layanan seperti Chrome, Android Auto, dan Gboard, menghadirkan kemampuan AI lintas aplikasi untuk membantu tugas kompleks hingga pengisian formulir otomatis.
  • Android mendapat pembaruan besar mencakup fitur Create My Widget, Quick Share lintas merek, peningkatan keamanan anti-pencurian, serta alat bantu keseimbangan digital seperti Pause Point.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Google memamerkan sejumlah pembaruan besar di ekosistem Android lewat acara virtual Android Show: I/O Edition yang digelar pada Selasa (12/5/2026). Dalam acara ini, perusahaan menyoroti integrasi kecerdasan buatan Gemini yang makin dalam, perangkat baru Googlebook, hingga peningkatan fitur di Android, Chrome, dan layanan lintas perangkat.

Pengumuman ini menjadi pemanasan menuju ajang tahunan Google I/O 2026 yang akan digelar dalam waktu dekat, dengan fokus utama pada pengembangan teknologi AI. Berikut rangkuman fitur baru yang diumumkan Google di Android Show 2026.

1. Googlebook, laptop dengan otak Gemini

Googlebook (google.com)

Google memperkenalkan Googlebook, lini laptop baru yang dikembangkan bersama Acer, Asus, Dell, HP, dan Lenovo. Perangkat ini dirancang dengan Gemini Intelligence sebagai inti sistemnya. Googlebook diklaim menjadi laptop pertama yang dibangun khusus untuk pengalaman AI proaktif.

Salah satu fitur utamanya adalah Magic Pointer, kursor pintar yang terhubung langsung dengan Gemini. Laptop ini juga mendukung integrasi dengan smartphone Android, termasuk menjalankan aplikasi langsung di laptop, serta membuat widget kustom. Google menyebut perangkat ini akan meluncur pada musim gugur 2026.

2. Fitur Create My Widget untuk bikin widget dengan bahasa natural

fitur Create My Widget (google.com)

Google menghadirkan fitur Create My Widget yang memungkinkan pengguna membuat widget hanya dengan perintah bahasa sehari-hari. Pengguna cukup mendeskripsikan kebutuhan yang diinginkan, misalnya rekomendasi menu makanan sehat mingguan. Sistem kemudian akan secara otomatis membuat widget yang bisa langsung dipasang di layar utama smartphone. Fitur ini akan lebih dulu tersedia di perangkat Samsung Galaxy dan Google Pixel terbaru pada musim panas tahun ini.

3. Pembaruan untuk Android Auto

Android Auto (google.com)

Android Auto mendapat pembaruan tampilan dan fitur personalisasi. Pengguna kini bisa menambahkan widget langsung ke dashboard mobil agar informasi penting tetap terlihat saat berkendara. Google juga menyesuaikan tampilan agar kompatibel dengan berbagai bentuk layar mobil, termasuk layar ultra-wide hingga layar berbentuk unik.

4. Tampilan baru YouTube Music dan Spotify di Android Auto

tampilan baru YouTube Music dan Spotify di Android Auto (google.com)

Aplikasi hiburan seperti YouTube Music dan Spotify mendapatkan desain ulang antarmuka untuk digunakan di mobil. Google juga mulai menghadirkan dukungan pemutaran video YouTube di Android Auto dalam resolusi Full HD 60 fps pada mobil tertentu, termasuk BMW, Ford, Hyundai, Kia, Mercedes-Benz, hingga Volvo. Selain itu, Gemini kini terintegrasi dengan Android Auto. Pengguna bisa mengajukan pertanyaan, mencari informasi, hingga melakukan tugas seperti memesan makanan melalui layanan seperti DoorDash, semuanya lewat perintah suara.

5. Emoji 3D yang lebih ekspresif

Emoji 3D (google.com)

Google turut menyegarkan tampilan lebih dari 4.000 emoji di Android. Pembaruan ini membuat emoji terlihat lebih hidup, detail, dan ekspresif, menggantikan desain lama yang cenderung datar. Lewat desain baru ini, Google ingin menghadirkan pengalaman komunikasi yang lebih natural dan mendekati ekspresi di dunia nyata. Emoji tersebut akan mulai diluncurkan secara bertahap pada akhir tahun ini.

6. Fitur baru untuk kreator konten

fitur Screen Reactions (google.com)

Google memperkenalkan fitur Screen Reactions yang memungkinkan pengguna merekam wajah sekaligus layar smartphone dalam satu video. Fitur ini ditujukan untuk mendukung pembuatan konten ala TikTok dan Instagram Reels. Selain itu, Google bekerja sama dengan Meta untuk meningkatkan kualitas kamera di Android, termasuk dukungan Ultra HDR, stabilisasi video, dan mode malam yang lebih optimal. Tak berhenti di situ, aplikasi editing juga mendapat sentuhan kecerdasan buatan (AI), mulai dari peningkatan kualitas gambar otomatis hingga fitur pemisahan suara agar audio terdengar lebih jernih dan fokus.

7. Fitur Agentic Gemini

fitur Agentic Gemini (google.com)

Google meningkatkan kemampuan Gemini agar dapat menjalankan tugas lintas aplikasi. Asisten AI ini tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga mengeksekusi perintah yang lebih kompleks. Sebagai contoh, pengguna dapat memotret brosur acara, kemudian meminta Gemini mencari informasi detail hingga memesan tiket secara otomatis. Gemini juga bisa menyusun keranjang belanja berdasarkan daftar yang muncul di layar.

8. Gemini hadir di Chrome Android

Gemini di Chrome Android (google.com)

Google kini menghadirkan Gemini di Chrome untuk Android, setelah sebelumnya hadir di desktop dan iOS. Fitur ini memungkinkan pengguna merangkum halaman web, mengajukan pertanyaan tentang isi halaman, hingga membantu navigasi otomatis dalam beberapa tugas tertentu seperti pemesanan tiket. Integrasi ini membuat pengalaman menjelajah di Chrome Android menjadi lebih praktis.

9. Pengisian formulir lebih mudah

pengisian formulir berbasis Gemini (google.com)

Fitur berbasis Gemini ini akan membantu pengguna mengisi formulir kompleks secara otomatis menggunakan data yang sudah tersimpan, dengan sistem berbasis persetujuan (opt-in). Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses administrasi di perangkat mobile. Dengan begitu, pengguna tak perlu lagi mengisi data yang sama secara berulang di berbagai layanan.

10. Gboard hadirkan dikte lebih cerdas

Gboard (google.com)

Google memperbarui fitur dikte di Gboard yang mampu mengubah suara menjadi teks yang lebih rapi. Sistem ini dapat menghapus kata pengisi seperti “um” atau “eh”, serta memahami koreksi langsung dari ucapan pengguna. Fitur ini membuat proses mengetik dengan suara menjadi lebih cepat, rapi, dan minim kesalahan.

11. Quick Share kini lebih luas

fitur Quick Share (google.com)

Fitur berbagi file Quick Share kini diperluas ke lebih banyak merek Android seperti Samsung, Oppo, OnePlus, Vivo, Xiaomi, dan Honor. Google juga menambahkan kemampuan berbagi ke iPhone menggunakan kode QR tanpa aplikasi tambahan. Berkat perluasan ini, pengguna dapat berbagi file lintas perangkat dengan lebih cepat dan mudah di berbagai ekosistem.

12. Transfer data dari iPhone ke Android lebih lengkap

fitur migrasi data dari iPhone ke Android (google.com)

Google menghadirkan fitur migrasi data dari iPhone ke Android yang lebih lengkap. Pengguna bisa memindahkan foto, pesan, kontak, password, hingga layout layar utama. Melalui fitur ini, pengguna dapat langsung memakai perangkat baru tanpa perlu memindahkan data satu per satu secara manual. Proses setup awal pun diklaim menjadi lebih cepat dan praktis saat beralih dari iPhone ke Android.

13. Pause Point, kurangi distraksi aplikasi

Pause Point (google.com)

Google memperkenalkan fitur Pause Point, yang memberikan jeda 10 detik sebelum pengguna membuka aplikasi yang dianggap terlalu menyita waktu. Pengguna juga dapat mengatur batas waktu penggunaan aplikasi untuk membantu mengontrol kebiasaan digital. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna lebih sadar dalam mengatur waktu penggunaan smartphone sehari-hari.

14. Fitur keamanan ditingkatkan

fitur keamanan di Android (google.com)

Google memperluas perlindungan anti-pencurian di Android. Fitur seperti Remote Lock dan Theft Detection Lock kini akan aktif secara default di perangkat baru Android 17. Sistem juga membatasi percobaan PIN dan memperpanjang jeda antarpencobaan login untuk mengurangi risiko akses ilegal saat perangkat hilang atau dicuri.

Dalam kondisi tertentu, IMEI perangkat juga dapat diakses dari layar kunci untuk membantu verifikasi kepemilikan. Selain itu, perangkat Pixel dengan Advanced Protection Mode kini mendapat fitur Intrusion Logging untuk mendeteksi potensi serangan spyware. Lewat pembaruan ini, Google ingin meningkatkan keamanan perangkat dan perlindungan data pengguna secara menyeluruh.

Fitur baru yang diumumkan Google di Android Show 2026 semakin menegaskan fokus pengembangan Android yang kini semakin terintegrasi dengan teknologi AI. Sederet fitur dan pembaruan yang diperkenalkan juga membuat Android tak lagi sekadar sistem operasi, tetapi berkembang menjadi asisten digital yang lebih cerdas dan adaptif bagi penggunanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team