Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_6905.jpeg
Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia (IDN Times/Misrohatun)

Intinya sih...

  • Grab meluncurkan program Grab untuk Indonesia dengan dukungan berkelanjutan bagi mitra pengemudi senilai Rp100 miliar.

  • Mitra berprestasi akan mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan gratis, bonus hari raya, dan program naik kelas melalui GrabAcademy.

  • Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat perlindungan sosial dan memberikan apresiasi yang tepat bagi mitra pengemudi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Grab meluncurkan Grab untuk Indonesia, merupakan sebuah dukungan berkelanjutan bagi mitra pengemudi yang terbagi dalam tiga babak senilai Rp100 miliar.

  1. BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi mitra berprestasi.

  2. Bonus hari raya bagi mitra berprestasi.

  3. Program mitra naik kelas melalui GrabAcademy.

Untuk mitra berprestasi

Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia mengatakan Ramadan menjadi waktu untuk berhenti sejenak dan menata kembali niat melalui tunjangan hari raay (THR) atau bonus hari raya 2026.

"Grab melanjutkan apresiasi tambahan bagi mitra pengemudi yang berprestasi dalam semangat kebersamaan dan rasa syukur dibalik setiap usaha di hari raya tahun ini," ujarnya di Jakarta, pada Selasa (13/01/2026).

Perkuat perlindungan sosial

Acara Grab untuk Indonesia di Jakarta, pada Selasa (!3/01/2026) (IDN Times/Misrohatun)

Lebih lanjut Neneng mengatakan bahwa ini merupakan komitmen jangka panjang yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perlindungan sosial untuk pelaku ekonomi digital.

"Seluruh langkah ini bisa dimungkinkan dengan tetap menjaga keberlanjutan model kemitraan dan struktur bagi hasil yang sudah berjalan," Neneng mengatakan.

Komitmen Grab

Adapun Grab berkomitmen akan terus berpegang kepada perlindungan, memberikan apresiasi yang tepat dan memperkuat kapasitas untuk melihat suatu peluang baru.

"Nah, yang perlu adalah dengan tanpa mengorbankan fleksibilitas kemitraan maupun kesengsaraan ekosistem," imbuhnya.

Editorial Team