Grab Tingkatkan Layanan Logistik lewat Akuisisi Perusahaan Asal China

- Grab akuisisi Infermove untuk kembangkan teknologi robotik AIGrab Holdings mengumumkan akuisisi Infermove guna memperkuat pengembangan teknologi robotik berbasis kecerdasan buatan dari Singapura.
- Grab integrasikan teknologi robotik Infermove untuk tingkatkan layananTim Grab berencana mengeksplorasi bagaimana teknologi robot otonom Infermove dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dan efisiensi kerja mitra pengiriman.
- Akuisisi Infermove perkuat strategi otomatisasi GrabAkuisisi Infermove menjadi bagian dari strategi Grab untuk memperluas otomatisasi operasional di tengah meningkatnya biaya tenaga kerja serta regulasi yang semakin ketat dalam sektor pengiriman.
Jakarta, IDN Times - Grab Holdings mengumumkan pada Selasa (6/1/2026), akuisisi Infermove, perusahaan robotik berbasis kecerdasan buatan asal China, untuk meningkatkan efisiensi layanan pengiriman first-mile dan last-mile. Melalui akuisisi ini, Grab berencana mengintegrasikan solusi robotik otonom milik Infermove ke dalam jaringan pengiriman di kawasan Asia Tenggara.
Langkah strategis tersebut diharapkan dapat memperkuat efisiensi operasional dan mendukung peningkatan kapasitas pengiriman seiring pertumbuhan volume permintaan layanan on-demand di wilayah tersebut.
1. Grab akuisisi Infermove untuk kembangkan teknologi robotik AI

Grab Holdings mengumumkan akuisisi Infermove guna memperkuat pengembangan teknologi robotik berbasis kecerdasan buatan dari Singapura. Infermove, yang berbasis di China dan didirikan pada 2021 oleh Aaron Lu, dikenal mengembangkan sistem pengiriman robot otonom yang mampu beroperasi di lingkungan jalan campuran, baik untuk kawasan kota maupun pinggiran.
Sebelum akuisisi, Infermove telah mengumpulkan pendanaan sedikitnya 3,3 juta dolar AS (Rp55,3 miliar) dan mencapai valuasi sekitar 33 juta dolar AS (Rp553,7 miliar) pada 2024, dengan rencana ekspansi modal hingga 50 juta dolar AS (Rp839 miliar). Perusahaan ini telah bekerja sama dengan operator pengiriman besar di China seperti Meituan dan Ele.me, serta melakukan uji coba robot pengiriman di Singapura, Jepang, dan Australia.
Pendiri Infermove, Aaron Lu, memiliki pengalaman dalam pengembangan kendaraan otonom tingkat L4 di California, AS. Keahlian tersebut menjadikannya aset strategis bagi Grab dalam mempercepat inovasi teknologi pengiriman otonom di kawasan Asia Tenggara.
2. Grab integrasikan teknologi robotik Infermove untuk tingkatkan layanan

Grab menyatakan komitmennya untuk menghubungkan dunia online dan offline secara lebih cerdas melalui pemanfaatan teknologi robotik otonom.
“Kami terus mencari cara baru untuk menjembatani dunia online dan offline dengan lebih baik dan cerdas. Kami melihat peluang besar untuk mengembangkan solusi Infermove dari Singapura guna melengkapi kemampuan pengiriman first-mile dan last-mile Grab,” ujar pihak Grab, dikutip dari Yahoo Finance.
Tim Grab berencana mengeksplorasi bagaimana teknologi robot otonom Infermove dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dan efisiensi kerja mitra pengiriman. Akuisisi tersebut diumumkan oleh Chief Technology Officer Grab, Suthen Thomas, dalam rapat global “All Hands” pada Desember 2025 lalu, di mana produk robotik Infermove dipresentasikan secara langsung.
Setelah akuisisi, Infermove akan tetap beroperasi secara independen dengan Aaron Lu tetap menjabat sebagai pimpinan perusahaan. Ia akan melapor langsung kepada Suthen Thomas demi mempertahankan budaya inovatif dan fleksibilitas riset yang menjadi ciri khas Infermove.
3. Akuisisi Infermove perkuat strategi otomatisasi Grab

Akuisisi Infermove menjadi bagian dari strategi Grab untuk memperluas otomatisasi operasional di tengah meningkatnya biaya tenaga kerja serta regulasi yang semakin ketat dalam sektor pengiriman. Grab, yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar 20 miliar dolar AS (Rp335,6 triliun), terus berinvestasi dalam teknologi guna memperkuat layanan pengiriman makanan, transportasi daring, dan keuangan digital.
Infermove sendiri mencatat pertumbuhan pendapatan yang pesat dan diperkirakan akan melampaui 200 juta yuan (Rp480,4 miliar) pada 2026, dengan lebih dari 1.000 pesanan yang masih tertunda. Integrasi teknologi robotik dari Infermove dinilai dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi Grab di pasar Asia Tenggara melalui sistem pengiriman yang lebih cepat dan efisien.
Sebelumnya, Grab juga telah berinvestasi di May Mobility, perusahaan taksi otonom asal AS, yang menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pengembangan ekosistem mobilitas pintar.


















