Grab Indonesia resmi menutup rangkaian Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 (IDN Times/Misrohatun)
Arfan Arlanda, CEO & Founder of Jejakin, Peserta GVV Batch 8 menyampaikan bahwa Jejakin bekerjasama dengan Grab dan Grab For Business dalam menciptakan fitur “Sustainability as a Service” yang memungkinkan penanaman sekitar 400 pohon mangrove di Bangka Belitung dan berkontribusi pada pengurangan emisi hingga sekitar 733 kilogram CO₂ per bulan
"Kami optimistis pilot project ini dapat menjadi contoh kolaborasi strategis yang menghasilkan dampak terukur dalam pengurangan emisi karbon," katanya.
Program akselerator GVV memberikan pendampingan strategis dan membantu memperkuat upaya Liberty Society untuk mendorong ekonomi sirkular di Indonesia. Tamara Soerijo, CEO of Liberty Society, Peserta GVV Batch 8 mengungkapkan.
“Melalui kolaborasi bersama Grab kami membuat merchandise berbasis upcycling dari jaket mitra pengemudi Grab, serta minyak jelantah bekas para Grab merchant. Beberapa produk tersebut dijual kembali ke Grab Mart. Inisiatif ini menghemat emisi karbon hingga 208 kg CO₂e, atau sebanding dengan menanam 9 pohon.
Program pendampingan GVV telah meningkatkan kapasitas Sirsak dalam mengembangkan pendekatan B2C untuk mengajak partisipasi langsung masyarakat dalam pengelolaan sampah.
“Melalui kampanye promo-to-donation bersama Grab, kami mengajak pengguna berkontribusi pada pengelolaan sampah melalui donasi sebesar Rp1. Program ini berhasil menyalurkan insentif pengumpulan untuk 25 ton sampah daur ulang serta memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja sampah. Sebanyak 20.000 voucher kupon berhasil diredeem dalam waktu dua hari, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi melalui kontribusi sederhana,” Angeline Callista, CEO & Co-Founder of Sirsak menjelaskan.
Melalui integrasi API antara Rekosistem dan Grab serta kolaborasi dengan ekosistem di dalamnya pada program GVV Batch 8, mereka dapat menghadirkan solusi pengelolaan dan daur ulang sampah langsung ke tangan pengguna dengan lebih mudah dan kategori yang lebih luas.
Integrasi ini memungkinkan pengguna melakukan setor sampah dengan praktis, memperluas jangkauan layanan ke wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membuka peluang pengembangan model bisnis sirkular baru melalui solusi transportasi logistik dan mendorong terwujudnya budaya Pilah-Kemas-Setor sampah di masyarakat.
Sementara itu, transisi menuju ekonomi rendah karbon juga menuntut kesiapan infrastruktur energi bersih yang mendukung mobilitas masa depan. GVV Batch 8 turut memfasilitasi startup di sektor kendaraan listrik untuk menguji solusi yang relevan dengan kebutuhan ekosistem Indonesia.
“Sebagai bagian dari upaya membangun infrastruktur pendukung mobilitas listrik di Indonesia, ini adalah tonggak penting bagi Casion untuk memperkuat pondasi bisnis. Melalui pemahaman pasar dan pilot project bersama Grab, kami dapat memvalidasi solusi EV charging yang terjangkau dan relevan, sekaligus mempercepat perluasan infrastruktur kendaraan listrik secara berkelanjutan,” Kevin Pudjiadi, CEO & Co-Founder of CASION menuturkan.