Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi instagram (unsplash.com/Gabrielle Henderson)
ilustrasi instagram (unsplash.com/Gabrielle Henderson)

Intinya sih...

  • Kepala Instagram menyatakan bahwa feed estetik sudah kuno karena pengguna lebih suka konten kasual dan tidak sempurna.

  • Pengguna di bawah 25 tahun masih melihat Instagram sebagai tempat berbagi foto persegi, bukan lagi tempat untuk feed estetik.

  • Akibat penggunaan AI yang semakin meluas, kreator harus mengikuti tren konten yang terasa nyata daripada mengandalkan grid estetik dan fotografi gaya profesional.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pejabat eksekutif teratas Instagram percaya bahwa akal imitasi (artificial intelligence/AI) telah membuat profil Instagram yang dirancang secara estetik menjadi hal yang kuno.

Melansir dari laman Bussiness Insider, dalam pesan akhir tahun yang diposting di Threads, Kepala Instagram Adam Mosseri mengatakan bahwa platform tersebut harus berevolusi untuk menghadapi banjir konten yang dihasilkan AI. Ia memperingatkan bahwa kemunculan AI telah mengurangi esensi estetika konten rapi yang sebelumnya jadi andalan konten kreator di Instagram.

Pola yang sudah berubah

Pernyataan ini dikecualikan untuk pengguna di bawah 25 tahun yang memiliki pandangan bahwa aplikasi ini merupakan kumpulan foto persegi. Padahal pengguna dari platform ini merancang feed mereka sangat rapi dengan berbagai macam konten.

"Feed itu sudah tidak relevan lagi. Orang-orang sudah berhenti berbagi momen pribadi di feed sejak bertahun-tahun yang lalu. Pengguna kini memposting tentang kehidupan pribadi mereka melalui foto-foto kasual dan tidak sempurna yang dibagikan melalui pesan langsung," tulisnya.

Karena adanya AI

ilustrasi Instagram (unsplash.com/Souvik Banerjee)

Mosseri mengatakan bahwa semakin meluasnya penggunaan gambar AI berarti para kreator harus mengikuti tren ini, dan tidak lagi mengandalkan grid yang estetik serta fotografi gaya profesional untuk mendapatkan estetika yang lebih kasual.

"Gambar yang dibuat-buat mudah diproduksi dan membosankan untuk dikonsumsi. Orang-orang menginginkan konten yang terasa nyata," tulisnya, menambahkan bahwa feed media sosial mulai dipenuhi dengan segala sesuatu yang sintetis.

Platform media sosial seperti Instagram sedang berjuang menghadapi banjir konten yang dihasilkan oleh AI dengan alat seperti Midjourney dan Sora yang memudahkan pembuatan gambar dan video hampir tentang apa saja.

Pada saat yang sama, Meta telah berupaya keras untuk mengintegrasikan alat AI ke dalam Instagram dan Facebook. Instagram meluncurkan studio AI tahun lalu yang memungkinkan pengguna membuat chatbot kustom, termasuk versi digital diri mereka sendiri dan sebelumnya telah bereksperimen dengan influencer Instagram berbasis AI.

Editorial Team