Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) mempercepat penutupan wilayah blank spot melalui kombinasi teknologi fiber optik, base transceiver station (BTS) dan satelit untuk menjangkau daerah 3T dan wilayah nonkomersial.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO) menjadi salah satu opsi strategis untuk memperluas konektivitas di wilayah terpencil dan daerah bencana yang sulit dijangkau infrastruktur telekomunikasi darat.
“LEO itu salah satu opsi. Jadi ada banyak pilihan, mulai dari fiber optik hingga BTS, tergantung kondisi lapangan di daerah 3T tersebut,” ujarnya, dikutip dari web resmi.
