Tiga tahun setelah peluncuran ChatGPT yang sempat membuat Google panik hingga mengeluarkan peringatan internal “Code Red”, kini keadaan berbalik secara dramatis. Kali ini, justru OpenAI yang mengaktifkan status darurat serupa, menandai situasi genting di tengah persaingan kecerdasan buatan (AI) global. Jika dulu Google harus bergerak cepat mengejar ketertinggalan, kini OpenAI yang dipaksa mempercepat langkahnya untuk mempertahankan posisi di puncak pasar AI.
Tekanan ini semakin jelas setelah Sam Altman, CEO OpenAI, dilaporkan memberi perintah darurat tersebut pada Senin (1/12/2025). Ia mendesak seluruh tim untuk meningkatkan kualitas ChatGPT, produk utama yang selama ini menjadi tulang punggung perusahaan. Langkah itu mengisyaratkan pesan kuat bahwa dominasi OpenAI mulai terancam, terutama dengan semakin agresifnya pesaing seperti Google lewat Gemini, serta Anthropic dengan model Opus.
