Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi peluncuran Starlink SpaceX ke antariksa
ilustrasi peluncuran Starlink SpaceX ke antariksa (unsplash.com/ANIRUDH)

Intinya sih...

  • SpaceX mendapat izin tambah 7.500 satelit Starlink generasi kedua dari FCC

  • Teknologi dan jumlah satelit baru akan meningkatkan kecepatan, stabilitas, dan jangkauan layanan internet

  • SpaceX harus mematuhi batasan ketat dan menurunkan ketinggian orbit untuk mengatasi kepadatan di antariksa

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jaringan internet satelit Starlink milik SpaceX akan berkembang lebih pesat. Badan regulator komunikasi Amerika Serikat, Federal Communications Commission (FCC), baru saja memberikan izin resmi bagi perusahaan milik Elon Musk tersebut untuk meluncurkan 7.500 satelit generasi kedua (Gen2) tambahan ke orbit. Dengan penambahan ini, total satelit Gen2 Starlink yang diizinkan beroperasi akan mencapai 15.000 unit.

Kehadiran ribuan satelit baru ini dijanjikan akan membawa peningkatan kualitas layanan yang nyata bagi pengguna. Dibandingkan model generasi pertama, satelit Gen2 Starlink memiliki peningkatan drastis, yaitu kapasitas throughput 20 kali lebih besar dan latensi atau waktu tunggu yang lebih rendah. Dengan peningkatan ini, koneksi internet akan menjadi lebih stabil, kecepatan unduh lebih tinggi, dan lebih mudah terhubung pada aktivitas video call, streaming, atau game online. Penasaran seperti apa satelit Gen2 Starlink SpaceX yang diizinkan oleh FCC? Yuk, simak informasi berikut dengan lengkap.

1. Selain tambahan jumlah, teknologi Satelit Starlink SpaceX juga ditingkatkan

ilustrasi Satelit Starlink di luar angkasa (starlink.com)

Izin yang diberikan oleh FCC membuka jalan bagi SpaceX untuk mengoperasikan total 15.000 satelit Starlink generasi kedua di orbit Bumi. Ketua FCC, Brendan Carr, menyatakan bahwa perluasan skala ini akan menghadirkan layanan internet dengan kemampuan yang lebih kuat dan memastikan daerah-daerah terpencil tidak lagi tertinggal dalam akses digital.

Peningkatan yang akan terjadi tidak hanya terletak pada jumlah satelit, tetapi juga pada teknologi yang mereka gunakan. Dengan izin ini, SpaceX dapat mengoperasikan satelitnya pada lima pita frekuensi yang berbeda dan meningkatkan rancangan teknologinya. Perusahaan juga mendapatkan keringanan dari aturan lama yang membatasi cakupan sinyal. Kombinasi peningkatan teknologi dan fleksibilitas operasional ini diharapkan menghasilkan layanan internet satelit yang jauh lebih andal, cepat, dan luas jangkauannya bagi pengguna di seluruh dunia.

2. Manfaat dan target Satelit Starlink milik SpaceX

ilustrasi peluncuran Satelit Starlink (starlink.com)

Ekspansi jaringan Starlink ini dijanjikan membawa manfaat nyata bagi pengguna. Kehadiran satelit generasi kedua akan menghadirkan kecepatan internet hingga 1 gigabit per detik untuk streaming atau video call yang lebih lancar. Selain itu, fitur koneksi direct-to-cell juga memungkinkan ponsel biasa terhubung langsung ke satelit di daerah terpencil tanpa sinyal, berkat kerja sama dengan operator seluler. Satelit baru ini juga memiliki kapasitas 20 kali lebih besar dan waktu respons lebih cepat, sehingga koneksi tetap stabil meski di lokasi ramai pengguna.

Meskipun mendapat izin, SpaceX harus mematuhi batasan dan jadwal yang sangat ketat. FCC sengaja hanya menyetujui separuh dari total 30.000 satelit yang diajukan, sambil menunda izin untuk sisanya guna memantau dampaknya. Perusahaan juga wajib meluncurkan dan mengoperasikan 50% satelit barunya paling lambat 1 Desember 2028, dan menyelesaikan seluruhnya pada Desember 2031. Tidak hanya itu, SpaceX harus menyelesaikan peluncuran 7.500 satelit generasi pertamanya sebelum akhir November 2027.

3. Keamanan Satelit Starlink SpaceX di antariksa

ilustrasi satelit di luar angkasa (freepik.com/vecstock)

Untuk mengatasi kekhawatiran akan kepadatan di orbit Bumi, SpaceX secara proaktif menunjukkan komitmennya terhadap keamanan antariksa. Perusahaan berencana menurunkan ketinggian orbit sekitar 4.400 satelitnya dari 550 km menjadi 480 km dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko tabrakan dan puing-puing antariksa. Komitmen proaktif inilah yang menjadi salah satu pertimbangan kunci bagi FCC dalam memberikan izin ekspansi besar-besaran ini.

Izin ini semakin memperkuat posisi SpaceX sebagai operator satelit terbesar di dunia, yang saat ini mengendalikan hampir dua pertiga dari semua satelit aktif di orbit. Dominasi ini telah mendorong regulator dan pelaku industri untuk menyerukan persaingan yang lebih sehat. Ekspansi Starlink tidak hanya mengokohkan kepemimpinannya, tetapi juga menetapkan standar tinggi untuk kecepatan, jangkauan, dan keamanan yang harus dicapai oleh para pesaing baru di pasar internet satelit global.

Persetujuan FCC ini menandai babak baru dalam perlombaan penyediaan internet global. Dengan tambahan 7.500 satelit canggih, Starlink tidak hanya memperluas jangkauannya, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan secara signifikan. Semua ini dilakukan di bawah pengawasan ketat untuk memastikan keamanan operasi di antariksa. Masa depan konektivitas internet yang lebih merata dan cepat semakin mendekati kenyataan. Jadi menurutmu, apakah peluncuran Satelit Starlink milik SpaceX ini akan memberikan manfaat besar bagi semua pengguna internet global?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team