Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) menerangkan bahwa saat ini terdapat modus baru, di mana spam promosi judi online membanjiri bagian komentar media sosial terhadap akun-akun dengan tingkat interaksi tinggi.
Target utama juga dikatakan bergeser, di mana distribusi sasaran menunjukkan bahwa akun yang paling banyak di spam menyasar mereka yang memiliki interaksi tinggi, seperti 52 persen influencer daerah, kemudian 31 persen akun instansi pemerintah, 12 persen media massa dan 5 persen tokoh publik dan politisi.
"Kenapa akun-akun ini menjadi sasaran? Pertama influencer daerah dinilai lebih efektif karena memiliki audiensi yang sesuai dengan target dari pasar operator judi online," ujar Menkomdigi, Meutya Hafid di Jakarta, pada Selasa (30/06/2026).
