Thomas Hendy, CEO Terralogiq dalam acara Map The Way 2026 (5/5/2026) (IDN Times/Rifki Wuda)
Menurut Thomas Hendy, fokus utama dalam ajang Map The Way Indonesia 2026 terletak pada penguatan fitur analytics dari Google Maps Platform. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga pilar utama yang kini menjadi andalan, yaitu Places Insights, Road Management Insights, dan Imagery Insights, yang dirancang untuk mengubah data geospasial menjadi insight yang lebih aplikatif bagi bisnis dan institusi.
"Fiturnya macam-macam, tapi yang kita angkat tahun ini adalah analytics. Ada tiga, yaitu places insight, road management insight, dan imagery insight,” ujar Thomas saat ditanyai IDN Times.
Ia menambahkan bahwa Places Insights memungkinkan pengguna menggali informasi lebih dalam tentang suatu lokasi, mulai dari jam operasional, tingkat keramaian, hingga pola kunjungan di waktu tertentu. Insight ini bisa membantu pelaku usaha memahami perilaku konsumen dan menentukan strategi bisnis yang lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Road Management Insights lebih banyak dimanfaatkan oleh pemerintah maupun institusi yang membutuhkan data lalu lintas secara akurat dan mendekati real-time. Fitur ini memungkinkan pemantauan kondisi jalan, titik kemacetan, hingga waktu-waktu sibuk, sehingga dapat digunakan untuk perencanaan transportasi maupun operasional logistik yang lebih efisien.
Adapun Imagery Insights menghadirkan pendekatan yang lebih canggih dengan mengubah data visual, seperti gambar dari Street View, menjadi informasi yang dapat dianalisis. Dengan kemampuan ini, pengguna dapat memahami kondisi lingkungan secara lebih detail, mulai dari perubahan kawasan hingga potensi peluang atau risiko di suatu wilayah.
Dengan hadirnya tiga fitur analytics tersebut, Thomas menegaskan bahwa Google Maps kini tidak hanya berfungsi sebagai alat navigasi, tetapi juga sebagai platform strategis berbasis data yang dapat membantu bisnis hingga pemerintah di Indonesia mengambil keputusan.