- “Baterai ponsel saya hampir habis, di mana tempat untuk mengisi daya tanpa harus mengantre panjang?”
- “Adakah lapangan tenis umum dengan lampu yang masih buka malam ini?”
Update Besar Google Maps, Bawa AI Gemini dan Pengalaman Navigasi 3D

- Google meluncurkan pembaruan besar untuk Google Maps dengan integrasi AI Gemini dan navigasi 3D, menghadirkan pengalaman interaktif serta pemahaman konteks percakapan layaknya asisten pribadi.
- Fitur Ask Maps memungkinkan pengguna bertanya secara natural untuk mendapatkan rekomendasi lokasi, rute perjalanan, hingga tips personal berbasis data lebih dari 300 juta tempat di seluruh dunia.
- Navigasi 3D baru menampilkan visual realistis seperti bangunan dan rambu jalan, didukung analisis AI Gemini agar pengguna memahami kondisi perjalanan secara akurat dan intuitif.
Google mulai menghadirkan pembaruan besar untuk Google Maps dengan integrasi kecerdasan buatan (AI) Gemini dan pengalaman navigasi 3D yang lebih imersif. Lewat pembaruan tersebut, pengguna kini bisa berinteraksi dengan Google Maps menggunakan percakapan natural layaknya berbicara dengan asisten pribadi. AI Gemini memungkinkan aplikasi memahami pertanyaan yang lebih kompleks sekaligus memberikan rekomendasi yang lebih personal.
Berikut sejumlah fitur baru yang hadir di Google Maps, dikutip dari laman resmi Google pada Senin (4/5/2026).
1. Ask Maps, fitur AI yang bisa diajak ngobrol

Salah satu fitur baru yang paling mencuri perhatian adalah Ask Maps. Fitur ini memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari layaknya berbicara dengan asisten virtual. Melalui Ask Maps, pengguna tak hanya mencari lokasi, tetapi juga bisa meminta rekomendasi yang lebih spesifik sesuai kebutuhan. Misalnya, pengguna dapat bertanya:
Google Maps kemudian akan menganalisis data lokasi, ulasan pengguna, hingga kondisi sekitar untuk memberikan jawaban yang relevan. Hasil pencarian juga ditampilkan secara interaktif dalam bentuk peta agar lebih mudah dipahami. Google menyebut Ask Maps didukung data lebih dari 300 juta tempat di seluruh dunia serta komunitas dengan 500 juta kontributor.
Dukungan fitur AI Gemini ini berfungsi sebagai asisten perjalanan pintar. Pengguna bisa menyusun perjalanan dengan banyak tujuan sekaligus, lengkap dengan rekomendasi tempat singgah di sepanjang rute, estimasi waktu tempuh, hingga tips dari pengguna lain. Saat ini, Ask Maps mulai diluncurkan di Amerika Serikat dan India untuk perangkat Android dan iOS. Google juga berencana menghadirkan versi desktop dalam waktu dekat.
2. Hasil pencarian kini lebih personal

Hasil pencarian pengguna dipersonalisasi berdasarkan tempat yang pernah dicari atau disimpan di Google Maps, sehingga rekomendasi yang diberikan lebih relevan. Misalnya, ketika pengguna bertanya: “Teman-teman saya akan datang dari Midtown East untuk bertemu setelah bekerja. Adakah tempat dengan suasana nyaman dan meja untuk 4 orang pukul 7 malam ini?” Ask Maps akan memahami konteks tersebut dan menampilkan rekomendasi restoran yang sesuai, termasuk pilihan menu tertentu di lokasi yang strategis.
Setelah menentukan tujuan, Ask Maps juga memudahkan pengguna untuk langsung mengambil tindakan nyata. Pengguna bisa memesan tempat di restoran, menyimpan lokasi, atau membagikannya ke teman hanya dalam beberapa ketukan. Petunjuk arah juga dapat langsung diakses untuk memulai navigasi ke tujuan.
3. Pengalaman navigasi 3D yang lebih imersif
Selain menghadirkan fitur AI, Google Maps juga merombak sistem navigasi lewat teknologi navigasi imersif. Kini, tampilan peta tidak lagi sekadar berupa garis jalan datar, melainkan visual 3D yang lebih realistis. Bangunan, jalan layang, hingga kondisi lingkungan sekitar kini ditampilkan lebih hidup agar pengguna lebih mudah memahami situasi perjalanan.
Tak hanya menghadirkan tampilan yang lebih realistis, aplikasi ini juga menampilkan detail penting seperti jalur kendaraan, zebra cross, lampu lalu lintas, hingga rambu berhenti. Fitur tersebut dirancang untuk membantu pengguna memahami kondisi jalan dengan lebih intuitif saat berkendara. Teknologi ini didukung AI Gemini yang menganalisis data Street View dan citra udara terbaru guna menghadirkan tampilan yang lebih akurat sesuai kondisi nyata di lapangan.
4. Tampilan peta lebih interaktif dan mudah dipahami

Google meningkatkan pengalaman navigasi lewat tampilan rute yang kini lebih luas dan mudah dipahami, sehingga pengguna lebih nyaman selama perjalanan. Sistem zoom pintar dan tampilan bangunan transparan membantu melihat kondisi jalan di depan, termasuk tikungan tajam maupun perpindahan jalur yang rumit. Panduan suara juga kini dibuat lebih natural layaknya arahan dari teman saat berkendara. Misalnya, pengguna akan mendengar instruksi seperti, “Lewati pintu keluar ini dan ambil pintu keluar berikutnya.”
Selain itu, Google Maps juga menampilkan informasi lebih detail terkait rute alternatif. Pengguna dapat melihat jalur yang lebih cepat, lebih hemat tol, atau dengan kondisi lalu lintas yang lebih lancar. Google menyebut sistemnya memproses lebih dari 5 juta pembaruan lalu lintas setiap detik di seluruh dunia, termasuk dari laporan komunitas pengguna yang aktif membagikan kondisi jalan secara real-time.
5. Bantu pengguna sampai ke lokasi dengan lebih akurat

Google Maps menghadirkan fitur tambahan untuk membantu pengguna saat mendekati lokasi tujuan. Sebelum berangkat, pengguna dapat melihat pratinjau area tujuan melalui Street View sekaligus mendapatkan rekomendasi lokasi parkir. Saat sudah mendekati tujuan, Google Maps akan menampilkan pintu masuk gedung, area parkir terdekat, hingga sisi jalan yang tepat untuk berhenti.
Fitur ini diharapkan dapat mengurangi kebingungan pengguna, terutama saat berada di kawasan padat atau lokasi yang belum familiar. Google mengatakan pembaruan navigasi imersif mulai diluncurkan di Amerika Serikat dan akan diperluas ke lebih banyak negara dalam beberapa bulan mendatang. Fitur ini nantinya tersedia untuk Android, iOS, CarPlay, Android Auto, hingga mobil yang telah terintegrasi dengan layanan Google.
Hadirnya AI Gemini dan navigasi 3D membuat Google Maps kini terasa lebih pintar dan interaktif saat digunakan di perjalanan. Pembaruan ini sekaligus menandai semakin besarnya peran AI dalam membantu aktivitas navigasi sehari-hari.


















