Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Tips Membuat Hook Video agar Tidak Di-skip, Biar Viral
ilustrasi kreator membuat video (magnific.com/senifpetro)
  • Artikel menekankan pentingnya hook sebagai pembuka video yang menentukan apakah penonton akan berhenti scrolling atau langsung skip dalam beberapa detik pertama.
  • Dijelaskan tujuh strategi membuat hook efektif, seperti kalimat menggantung, visual mencolok, teks besar, hasil di awal, dan konten yang terasa relate bagi audiens.
  • Kreator disarankan terus bereksperimen dengan berbagai jenis hook karena performa video sangat dipengaruhi oleh daya tarik tiga detik pertama menurut algoritma platform.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu susah payah membuat video, edit sampai berjam-jam, tapi view mentok karena orang langsung swipe dalam 2 detik pertama? Nah, biasanya masalahnya bukan di kualitas video, melainkan di bagian hook. Hook adalah pembuka video yang memnuat orang berhenti scrolling

Di era TikTok, Reels, dan Shorts sekarang, perhatian orang itu super singkat. Kalau opening videomu biasa saja, penonton akan langsung skip tanpa pikir panjang. Oleh sebab itu, kreator konten sekarang harus bisa membuat hook yang memancing rasa penasaran, kaget, atau merasa relate. Bahkan, banyak video viral sebenarnya sederhana, tapi punya pembuka yang kuat. Supaya videomu tidak mudah di-skip, coba beberapa tips berikut ini.

1. Mulai dengan kalimat yang membuat penasaran

Orang suka sesuatu yang menggantung. Jadi, jangan langsung basa-basi terlalu lama. Misalnya, dibanding bilang:

“Hi guys, hari ini aku mau kasih tips…”

Coba ganti jadi:

“Ternyata ini alasan kontenmu sepi viewers.”

Kalimat seperti itu membuat penonton otomatis ingin tahu kelanjutannya. Mereka jadi bertahan beberapa detik lebih lama, dan itu penting sekali untuk algoritma.

2. Hindari intro terlalu panjang

Banyak kreator pemula masih pakai intro lama atau opening yang terlalu formal. Padahal di media sosial, penonton ingin langsung tahu intinya. Semakin cepat kamu masuk ke poin utama, semakin besar kemungkinan video ditonton sampai habis.

Kalau perlu, potong semua bagian yang tidak penting. Bahkan, sapaan seperti “halo guys” kadang bisa dihilangkan jika memang tidak perlu. Langsung saja ke inti video.

3. Gunakan teks besar di awal video

ilustrasi perempuan membuat video (freepik.com/freepik)

Kadang orang nonton tanpa suara, terutama saat lagi di tempat umum. Jadi, teks di awal video bisa membantu menangkap perhatian.

Contohnya:

“3 Kesalahan yang Bikin Reels Sepi”
“Jangan Beli Barang Ini Sebelum Tahu Faktanya”
“Cara Naikkan View tanpa Iklan”

Buat teks yang singkat, jelas, dan mudah dibaca dalam sepersekian detik.

4. Pakai ekspresi atau visual yang mencolok

Hook tidak selalu harus berupa kata-kata. Kadang visual pertama justru lebih kuat.

Misalnya:

  • ekspresi kaget

  • hasil before-after

  • barang unik

  • potongan hasil akhir

  • adegan gagal

  • close-up yang membuat orang bertanya-tanya

Intinya, buat penonton berhenti scrolling karena matanya menangkap sesuatu yang berbeda. Kalau opening videomu terlalu datar, kemungkinan besar orang akan lewat begitu saja.

5. Buat penonton merasa relate

Konten yang relatable biasanya lebih mudah ditonton sampai habis karena orang merasa, “Wah, ini aku banget.” Contoh hook yang relate:

“Kalau kamu sering overthinking sebelum upload konten…”

“Sebagai introvert, aku baru sadar ini.”

“Kontenmu sepi padahal rajin upload?”

Kalimat seperti ini membuat penonton merasa dipahami. Akhirnya, mereka penasaran dengan solusi atau cerita selanjutnya.

6. Tunjukkan hasil di awal

ilustrasi kreator konten sedang membuat video memasak (magnific.com/tirachardz)

Ini sering dipakai kreator besar. Misalnya, kalau kamu membuat video tutorial, tunjukkan dulu hasil akhirnya di detik pertama. Baru setelah itu jelaskan prosesnya.

Contoh:

  • hasil makeup

  • hasil editing

  • hasil masakan

  • before-after

Penonton jadi penasaran bagaimana proses mencapai hasil tersebut. Teknik ini simpel tapi efektif untuk meningkatkan retention.

7. Uji beberapa jenis hook

Kadang hook yang menurut kita keren ternyata biasa saja bagi audiens. Jadi, jangan takut eksperimen. Coba:

hook pertanyaan 

hook fakta 

hook drama 

hook lucu 

hook kontroversial ringan 

hook relatable 

Perhatikan mana yang paling banyak membuat orang bertahan nonton. Di media sosial sekarang, kreator yang berkembang cepat biasanya bukan yang paling sempurna, tapi yang paling sering mencoba.

Di TikTok dan Reels, 3 detik pertama bisa menentukan nasib video. Kalau orang bertahan di awal, algoritma akan membaca videomu menarik. Namun, kalau banyak yang langsung skip, jangkauan video bisa turun drastis.

Maka dari itu, jangan sia-siakan opening video. Bahkan, kadang isi video biasa saja bisa tetap viral kalau hook-nya kuat. Ingat, hook adalah senjata pertama yang menentukan apakah penonton mau berhenti atau lanjut scrolling.

Editorial Team