Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi e-book
ilustrasi e-book (unsplash.com/freestocks)

Intinya sih...

  • Kelompokkan e-book berdasarkan genre atau topik untuk memudahkan pencarian dan membantu menjaga fokus saat membaca.

  • Manfaatkan fitur folder atau koleksi di aplikasi pembaca untuk pengelolaan praktis dan penamaan file yang konsisten dan jelas.

  • Hapus e-book yang sudah tidak relevan atau jarang dibaca agar koleksi tetap ringkas, relevan, dan menyenangkan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Koleksi e-book yang terus bertambah akan membuat gadget terasa penuh dan membingungkan saat mencari bacaan. Judul buku yang tercampur tanpa pola membuat waktu membaca jadi tidak efisien. Kondisi ini kerap membuat niat membaca tertunda karena sulit menentukan buku yang ingin dibuka.

Padahal, koleksi e-book yang rapi dapat membantu proses membaca terasa lebih nyaman dan fokus. Pengaturan yang tepat juga memudahkan pengelolaan file dalam jangka panjang. Beberapa tips berikut bisa kamu ikuti agar e-book tersusun lebih rapi dan siap dibaca kapan saja di gadget kamu!

1. Kelompokkan e-book berdasarkan genre atau topik

ilustrasi membaca e-book (unsplash.com/Perfecto Capucine)

Pengelompokan berdasarkan genre membantu pembaca langsung menemukan bacaan sesuai suasana hati. Buku fiksi, nonfiksi, referensi, dan pengembangan diri sebaiknya dipisahkan sejak awal. Cara ini membuat daftar e-book terlihat lebih terstruktur.

Selain genre, pengelompokan topik juga berguna untuk e-book akademik atau profesional. Buku dengan tema serupa akan lebih mudah dicari saat dibutuhkan. Pengaturan ini menghemat waktu dan menjaga fokus saat membaca.

2. Manfaatkan fitur folder atau koleksi di aplikasi pembaca

ilustrasi membaca e-book (unsplash.com/Worshae)

Sebagian besar aplikasi e-book menyediakan fitur folder atau koleksi. Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur buku tanpa perlu memindahkan file secara manual. Pemanfaatan fitur bawaan membuat pengelolaan terasa lebih praktis.

Pembuatan folder sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pribadi. Nama folder yang jelas memudahkan identifikasi isi di dalamnya. Lewat cara ini, daftar e-book tidak lagi terlihat menumpuk.

3. Gunakan penamaan file yang konsisten dan jelas

ilustrasi membaca e-book (unsplash.com/Perfecto Capucine)

Nama file e-book sering kali tidak rapi karena berasal dari berbagai sumber. Penamaan ulang dengan format yang konsisten membantu mengenali isi buku hanya dari judulnya. Informasi seperti judul buku dan nama penulis dapat dijadikan standar.

Penamaan yang rapi juga memudahkan proses pencarian di gadget. Fitur pencarian akan bekerja lebih efektif jika nama file tertata. Kebiasaan ini sangat membantu bagi koleksi e-book yang jumlahnya banyak.

4. Hapus e-book yang sudah tidak relevan atau jarang dibaca

ilustrasi membaca e-book (unsplash.com/Dip Devices)

Koleksi e-book yang terlalu penuh dapat mengurangi kenyamanan membaca. Menyortir dan menghapus buku yang sudah tidak dibutuhkan membantu menjaga kerapian. Langkah ini juga menghemat ruang penyimpanan gadget.

Proses seleksi sebaiknya dilakukan secara berkala. E-book yang sudah dibaca dan tidak akan dibuka kembali dapat dipindahkan ke penyimpanan lain. Dengan begitu, daftar bacaan tetap ringkas dan relevan.

Merapikan koleksi e-book membantu menciptakan pengalaman membaca yang lebih tertata dan menyenangkan. Pengelolaan yang baik membuat buku digital mudah diakses dan tidak membingungkan. Kebiasaan sederhana dan konsisten ini bikin koleksi e-book akan selalu siap menemani waktu membaca dengan lebih fokus.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team