ilustrasi YouTube Shorts (unsplash.com/Szabo Viktor)
Dari ruang kelas hingga ruang keluarga, YouTube menjadi ruang belajar terbuka terbesar di Indonesia. Platform ini mendemokratisasi akses terhadap pembelajaran dan keterampilan kerja kelas dunia, tanpa terhambat oleh batasan geografis.
Menghapus akun pengguna di bawah 16 tahun secara menyeluruh berisiko menciptakan kesenjangan pengetahuan, serta menghalangi hak siswa di desa-desa terpencil untuk mendapatkan kesetaraan akses dalam belajar yang sama dengan mereka yang berada di kota besar.
Mengingat 90 persen orang tua di Indonesia setuju bahwa YouTube membuat pembelajaran lebih mudah diakses, pembatasan ini dapat menghambat pemerataan pendidikan bagi generasi mendatang.
Ekosistem ini ditenagai oleh para pendidik lokal. Sejak 2020, inisiatif Akademi Edukreator telah mendukung para guru-kreator dalam membangun kurikulum digital yang aman dan inklusif. Saat ini, 96 persen guru di Indonesia yang menggunakan platform mereka telah mengintegrasikan konten YouTube ke dalam rencana pembelajaran (RPP) formal.
"Dampak dari para Edukreator ini meluas jauh melampaui ruang kelas. mereka menggerakkan ekosistem digital yang menciptakan lapangan kerja dan menyumbang triliunan rupiah bagi PDB Indonesia. Dengan membatasi akses atau menerapkan sistem pembatasan usia (age-gating) pada platform ini, kita berisiko menghambat laju mesin ekonomi yang sangat vital ini," lanjutnya.