Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Situs Bersejarah Peninggalan Suku Maya di Chichen Itza, Meksiko
ilustrasi sumur-sumur persembahan (pexels.com/Omar Zetina)
  • Chichen Itza di Meksiko merupakan situs peninggalan suku Maya dan Toltec sejak abad ke-8 SM, dikenal sebagai pusat pemujaan serta ilmu pengetahuan kuno.
  • Pyramid of Kukulkan menjadi ikon utama dengan 365 anak tangga yang melambangkan hari dalam setahun dan fenomena cahaya menyerupai ular saat ekuinoks.
  • Situs lain seperti The Ball Court, Temple of the Jaguar, dan sumur persembahan menunjukkan budaya permainan ritual, kemampuan astronomi, serta tradisi pengorbanan suku Maya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Nama suku Maya sempat sangat populer di tahun 2012 saat heboh berita perkiraan hari kiamat. Salah satu tempat wisata yang kemudian juga menjadi populer karena disebut sebagai tempat asal usul suku Maya adalah Chichen Itza di Meksiko.

Chichen Itza ini merupakan situs peninggalan dari suku Maya sejak abad ke 800 SM. Dalam bahasa setempat, Chichen Itza berarti ‘Bibir Mata Air Rakyat’. Tempat ini konon dijadikan sebagai simbol dari pemujaan dan ilmu pengetahuan. Raja suku Toltec bernama Quetzalcoatl adalah yang membangun situs peradaban ini. Sementara, bangunan-bangunan di dalam Chichen Itza dibangun bersama-sama oleh suku Maya dan Toltec.

Situs ini sampai sekarang masih sering dikunjungi turis dari berbagai belahan dunia. Selain karena memang terbilang misterius, Chichen Itza pastinya memiliki keindahan luar biasa yang memukau wisatawan. Nah, berikut ini adalah beberapa situs bersejarah yang bisa kamu temui saat berkunjung ke Chichen Itza di Meksiko.

1. Pyramid of Kukulkan

Pyramid of Kukulkan (pexels.com/Gonzalo 8a)

Bangunan ini memang menyerupai piramid dan mempunyai nama lain seperti El castilo dan The castle. Piramid Kukulkan dibangun setinggi 24 meter. Kedua sisi dari piramid ini sudah direstorasi dan pada tiap sisinya mempunyai kurang lebih 91 anak tangga. Totalnya menjadi 365 tangga jika ditambahkan dengan tangga di bagian puncak. Jumlah 365 ini ternyata mewakili tiap hari dalam satu tahun.

Ada satu fenomena unik yang terjadi ketika matahari sedang berada di khatulistiwa pada musim semi dan gugur. Pada saat itu, bangunan akan dibayangi oleh awan dan matahari yang menyinari anak tangga dan memunculkan ilusi ular-ular yang sedang menaiki anak tangga, lalu di keesokan harinya ular-ular tersebut seperti sedang menuruni anak tangga piramid. Jika ingin bisa mencapai puncaknya yang berupa kuil, kamu harus menaiki sisi utara piramid. Di sinilah terletak patung jaguar bermata batu jade yang sangat populer.

2. The Ball Court

The Ball Court (pexels.com/Henry VL)

Pada zaman tersebut ternyata para orang Maya juga telah menemukan permainan dengan menggunakan bola, hampir mirip dengan permaian basket modern. Mereka juga membangun sebuah bangunan yang bisa digunakan untuk melangsungkan permainan tersebut. Tempat ini terbilang sebagai bangunan terbesar di antara bangunan lainnya.

Permainan unik ini menggunakan bola karet yang harus dipukul melalui sebuah lubang dinding. Ini bukan sekadar permainan biasa, permainan ini biasanya digunakan untuk memecahkan suatu perselisihan dan sebagai persembahan kepada dewa. Bagi pemain yang kalah akan menemui ajalnya dan dipersembahkan kepada dewa.

3. Temple of the Jaguar

ilustrasi The Temple of Jaguar (pexels.com/Exequiel Labiano)

Bangunan yang satu ini mempunyai tiang-tiang batu berbentuk bundar dan persegi dengan hiasan ukiran mengelilingi kuil di bagian barat dan selatan. Di tempat inilah suku Maya menjadikan mereka sebagai salah satu bangsa dengan keahlian astronomi yang luar biasa.

Mereka mampu dengan tepat menentukan dan memperkirakan kapan kira-kira terjadinya gerhana. Di bangunan inilah masih banyak ditemukan sisa-sisa bukti dari pengamatan atau observasi luar angkasa yang pastinya sangat mengagumkan.

4. Sumur-sumur persembahan

ilustrasi sumur-sumur persembahan (pexels.com/Omar Zetina)

Selain keunikan-keunikan di setiap bangunannya, suku Maya ternyata juga mempunyai adat dan kebiasaan mengorbankan manusia. Mereka hanya mempunyai satu sumber air permanen pada masa itu yaitu sumur-sumur alam. Banyak gadis yang sudah dilemparkan ke dalam sumur tersebut sebagai tanda persembahan kepada dewa hujan. Tidak heran, para peneliti pun menemukan kerangka para korban di dasar sumur masih lengkap dengan segala perhiasan yang mereka kenakan pada saat itu.

Nah gimana, unik 'kan tempat wisata yang satu ini? Kalau punya kesempatan untuk traveling ke Meksiko, pastikan untuk mampir ke Chichen Itza dan melihat langsung sisa-sisa peninggalan suku Maya di sana.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team