Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Desa Pegunungan di Korea Selatan yang Tenang dan Instagramable
Naganeupseong Folk Village, Korea Selatan (commons.wikimedia.org/Minquddyd)

Korea Selatan selama ini lebih sering dikenal melalui hiruk pikuk kota modern seperti Seoul atau Busan yang penuh lampu neon, pusat perbelanjaan, serta budaya populer yang mendunia. Padahal di balik gemerlap kota besar tersebut, terdapat banyak desa pegunungan yang menghadirkan suasana tenang, alami, dan jauh dari keramaian. Lanskap perbukitan hijau, rumah tradisional yang tertata rapi, serta udara segar dari hutan pinus menjadikan desa-desa ini terasa sangat menenangkan.

Menariknya lagi, desa pegunungan di Korea Selatan sering menyuguhkan sudut visual yang sangat estetik. Rumah tradisional, jalan batu kecil, dan panorama lembah menghadirkan komposisi visual yang terasa sangat cocok untuk unggahan instagramable. Banyak tempat bahkan terasa seperti latar drama Korea yang tenang dan hangat. Kalau sedang mencari inspirasi destinasi yang damai sekaligus estetik, mari menjelajahi beberapa desa pegunungan menarik di Korea Selatan berikut ini!

1. Hahoe Folk Village di Andong

Hahoe Folk Village, Korea Selatan (commons.wikimedia.org/Bernard Gagnon)

Hahoe Folk Village di Andong merupakan salah satu desa tradisional paling terkenal di Korea Selatan. Desa ini berada di wilayah perbukitan yang menghadap Sungai Nakdong sehingga suasananya terasa sangat tenang dan alami. Rumah-rumah tradisional bergaya hanok tersusun rapi dan masih dihuni oleh keturunan keluarga bangsawan yang telah tinggal di sana selama ratusan tahun.

Selain suasananya yang damai, desa ini memiliki banyak sudut visual yang sangat estetik. Jalan tanah yang berkelok, pagar kayu sederhana, serta latar pegunungan membuat setiap sudut terasa seperti latar film sejarah. Ketika matahari sore menyentuh atap rumah hanok, suasana desa berubah menjadi sangat hangat dan fotogenik. Gak heran jika Hahoe Folk Village sering menjadi lokasi favorit wisatawan yang mencari suasana desa tradisional Korea.

2. Bukchon Hanok Village di Seoul

Bukchon Hanok Village, Korea Selatan (commons.wikimedia.org/Basile Morin)

Bukchon Hanok Village sebenarnya berada di tengah kota Seoul, tetapi suasananya tetap terasa seperti desa pegunungan yang tenang. Kawasan ini berada di perbukitan kecil di antara Istana Gyeongbokgung dan Istana Changdeokgung. Deretan rumah tradisional hanok yang berdiri di jalan sempit memberikan nuansa klasik yang sangat khas.

Dari beberapa titik jalan, pemandangan atap rumah hanok terlihat berlapis hingga ke kejauhan. Panorama tersebut sering menjadi latar foto favorit wisatawan karena menghadirkan kesan tradisional yang kuat. Saat pagi hari, suasana desa terasa sangat damai dengan cahaya matahari lembut yang menyinari dinding kayu rumah. Tempat ini juga sangat populer sebagai latar foto instagramable dengan nuansa budaya Korea yang autentik.

3. Naganeupseong Folk Village di Suncheon

Naganeupseong Folk Village, Korea Selatan (commons.wikimedia.org/Marco Schmidt)

Naganeupseong Folk Village di Suncheon memiliki keunikan yang sangat berbeda dibanding desa tradisional lainnya. Desa ini dikelilingi benteng batu besar yang dahulu berfungsi sebagai perlindungan masyarakat pada masa Dinasti Joseon. Dari kejauhan, pemandangan rumah beratap jerami dengan latar pegunungan memberikan kesan desa kuno yang sangat menawan.

Di dalam desa, suasana terasa sangat tenang dengan jalan tanah yang sederhana serta rumah tradisional yang masih dihuni oleh penduduk lokal. Beberapa titik bahkan menawarkan pemandangan desa dari atas benteng batu yang terlihat sangat estetik. Pemandangan tersebut menghadirkan komposisi visual yang sangat cocok untuk foto travel bernuansa tradisional. Desa ini terasa seperti perjalanan waktu menuju Korea pada masa lampau.

4. Oeam Folk Village di Asan

Oeam Folk Village, Korea Selatan (commons.wikimedia.org/indytrucks)

Oeam Folk Village di Asan merupakan desa tradisional yang berada di kawasan pegunungan dengan suasana yang sangat damai. Desa ini terkenal karena tata ruangnya yang masih mempertahankan pola permukiman tradisional Korea. Rumah-rumah kayu, pagar batu, serta halaman luas menciptakan suasana pedesaan yang sangat autentik.

Selain arsitektur tradisionalnya, desa ini juga memiliki lanskap alam yang indah. Sawah, kebun, dan aliran air kecil memberikan nuansa pedesaan yang menenangkan. Ketika musim gugur tiba, warna daun yang berubah menjadi oranye dan merah menghadirkan pemandangan yang sangat memikat. Setiap sudut desa terasa seperti latar foto instagramable dengan sentuhan alam yang hangat.

5. Yangdong Folk Village di Gyeongju

Yangdong Folk Village, Korea Selatan (commons.wikimedia.org/Mobius6)

Yangdong Folk Village di Gyeongju merupakan desa tradisional yang berada di lembah pegunungan dengan lanskap yang sangat menawan. Desa ini memiliki sejarah panjang dan telah menjadi situs warisan dunia karena keaslian arsitekturnya. Rumah-rumah hanok berdiri di lereng bukit sehingga menciptakan pemandangan berlapis yang sangat unik.

Ketika dilihat dari kejauhan, desa ini tampak seperti lukisan klasik yang tenang dan harmonis. Jalan setapak, pepohonan besar, serta rumah tradisional menghadirkan suasana yang sangat damai. Banyak fotografer dan wisatawan datang ke tempat ini untuk menikmati panorama desa dari berbagai sudut perbukitan. Yangdong Folk Village menjadi bukti bahwa desa tradisional Korea memiliki pesona visual yang sangat kuat dan memikat.

Desa-desa pegunungan di Korea Selatan menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dari hiruk pikuk kota besar. Suasana tenang, udara segar, serta arsitektur tradisional menciptakan atmosfer yang hangat dan menenangkan. Selain menjadi tempat istirahat yang damai, desa-desa ini juga menghadirkan banyak sudut visual yang sangat estetik. Menjelajahi desa pegunungan seperti ini dapat menghadirkan sisi Korea Selatan yang lebih alami dan penuh keindahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team