Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Menarik Taman Nasional Kutai, Habitat Primata Asli Borneo

5 Fakta Menarik Taman Nasional Kutai, Habitat Primata Asli Borneo
potret Taman Nasional Kutai (commons.wikimedia.org/Gunawan gtp)

Taman Nasional Kutai merupakan sebuah kawasan konservasi yang terletak di Kalimantan Timur. Dengan luas sekitar 198.629 hektare, wilayah taman nasional ini mencakup 2 kota, Kabupaten Kutai Timur dan Bontang. Didominasi ekosistem hutan mangrove, hutan rawa air tawar, hingga hutan hujan tropis, Taman Nasional Kutai menjadi habitat ideal satwa liar, khususnya primata.

Tak hanya berfungsi sebagai penjaga kelestarian keanekaragaman hayati, Taman Nasional Kutai juga memiliki nilai ekologis. Keberadaannya memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Yuk, temukan fakta Taman Nasional Kutai lainnya lewat artikel berikut!

1. Sejarah Taman Nasional Kutai

potret Taman Nasional Kutai
potret Taman Nasional Kutai (commons.wikimedia.org/Gunawan gtp)

Dulunya, Taman Nasional Kutai merupakan kawasan The Royal Batavian Oil Company, perusahaan pengelolaan minyak Belanda. Sejarah dimulai dari usulan Ir. H. Witcamp, ahli geologi The Royal Batavian Oil Company agar menetapkan taman nasional ini sebagai kawasan konservasi (1932). Dua tahun kemudian, Pemerintah Hindia Belanda menetapkan kawasan tersebut sebagai cagar alam lewat SK (GB) No 3843/Z/1934.

Tahun 1957, Menteri Pertanian Republik Indonesia mengesahkan kawasan ini menjadi Suaka Margasatwa Kutai melalui SK No. 110/UN/1957. Sampai pada tahun 1982, Suaka Margasatwa Kutai dideklarasikan sebagai kandidat Taman Nasional pada Kongres Taman Nasional Sedunia ke-3 di Bali. Di tahun 1995, barulah status Suaka Margasatwa Kutai berganti menjadi Taman Nasional Kutai melalui SK No. 352/Kpts-II/1995.

2. Taman nasional dengan ekosistem yang beragam

bayi orangutan di Taman Nasional Kutai
bayi orangutan di Taman Nasional Kutai (commons.wikimedia.org/Edi sopiyan)

Ekosistem utama Taman Nasional Kutai adalah hutan hujan tropis dataran rendah. Keberadaan taman ini bertujuan untuk melestarikan hutan Kalimantan dan keanekaragaman hayati yang masih tersisa.

Tak hanya itu, terdapat pula ekosistem hutan mangrove yang terlihat di sepanjang pesisir Selat Makassar. Hutan mangrove yang paling terkenal di taman nasional ini adalah Bontang Mangrove Park.

Ada juga ekosistem hutan rawa air tawar, hutan kerangas, dan hutan tergenang.

3. Habitat primata Borneo asli Kalimantan

primata di Taman Nasional Kutai
primata di Taman Nasional Kutai (commons.wikimedia.org/Purjianto84)

Sebagian besar primata membutuhkan pepohonan yang tinggi untuk melakukan aktivitas. Mulai dari mencari makan, membuat sarang, dan bermain, dilakukan di atas pohon. Habitat ideal mereka adalah ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah. Tak heran, Taman Nasional Kutai ini dihuni oleh banyak spesies primata.

Primata yang paling banyak ditemukan di taman nasional ini ada orangutan Kalimantan. Terdapat pula bekantan, owa, lutung, kukang, dan monyet ekor panjang. Selain itu, ditemukan pula beruang madu, dan beragam jenis burung endemik.

4. Memiliki pohon ulin terbesar di dunia

pohon ulin terbesar di Taman Nasional Kutai
pohon ulin terbesar di Taman Nasional Kutai (commons.wikimedia.org/Goengrafi)

Pohon ulin merupakan tumbuhan endemik Indonesia yang banyak ditemukan di hutan hujan tropis Kalimantan dan Sumatera. Pohon ini terkenal memiliki kayu yang kuat, berat, dan tahan tahan air. Julukan populernya si kayu besi.

Di Sangkima,Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur, terdapat sebuah pohon ulin yang cukup tua. Diperkirakan usianya lebih dari 1.000 tahun. Memiliki diameter mencapai 2,5 meter, pohon ini dinobatkan sebagai pohon ulin terbesar di dunia dan menjadi ikon Taman Nasional Kutai.

5. Menjadi sumber daya pendidikan dan penelitian

potret orangutan Kalimantan
potret orangutan Kalimantan (commons.wikimedia.org/Neil)

Sebagai kawasan konservasi, Taman Nasional Kutai juga memiliki peran sebagai sumber daya pendidikan dan penelitian. Ekosistemnya beragam, cocok dijadikan laboratorium alam untuk kegiatan pendidikan lingkungan dan penelitian ilmiah. Banyak institusi pendidikan yang menjadikan taman nasional ini sebagai lokasi berbagai kegiatan penelitian.

Tak hanya berfungsi sebagai penjaga kelestarian keanekaragaman hayati, Taman Nasional Kutai juga memiliki nilai ekologis. Keberadaannya memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Mari ikut jaga dan lestarikan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

7-Eleven Jepang Beri Fasilitas Titip Koper, Gimana Caranya?

27 Feb 2026, 12:50 WIBTravel