Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Shirakawa-go
ilustrasi Shirakawa-go (pexels.com/Paolo Sanchez)

Jepang selalu punya cara membuat musim dingin terasa istimewa. Saat salju mulai turun, negeri ini berubah menjadi perpaduan lanskap putih yang tenang, kota modern yang tetap hidup, dan tradisi lama yang terasa hangat. Suasana hangat di kedai ramen, kolam onsen, serta lanskap bersalju membuat perjalanan jadi mengesankan.

Menariknya, setiap kota di Jepang punya karakter musim dingin yang berbeda. Ada yang penuh cahaya festival, ada yang sunyi dan reflektif, hingga ada yang menawarkan sensasi alam ekstrem namun menenangkan. Lima kota berikut sering dikunjungi, tapi memiliki sisi tersembunyi yang jarang disadari wisatawan yang bikin pengalaman liburan terasa lebih dalam dan berkesan.

1. Sapporo

ilustrasi Sapporo (unsplash.com/Denny Ryanto)

Sapporo kerap dikenal lewat Festival Salju yang megah. Namun daya tarik kota ini justru terletak pada kehidupan sehari harinya saat musim dingin. Salju tebal tidak menghentikan aktivitas warga, malah menciptakan ritme kota yang unik, di mana orang tetap berjalan santai sambil menikmati cahaya lampu dan uap hangat dari restoran kecil.

Musim dingin membuat Sapporo menjadi salah satu kota paling nyaman untuk menikmati kuliner hangat. Banyak pengunjung tidak menyadari bahwa gang kecil di luar area festival justru menawarkan pengalaman yang lebih autentik, mulai dari menikmati ramen miso hingga pergi ke bar kecil.

2. Otaru

ilustrasi Otaru (unsplash.com/lastmayday)

Tak jauh dari Sapporo, Otaru sering dianggap sekadar kota singgah. Padahal saat salju turun, kota kanal ini berubah menjadi ruang nostalgia yang tenang. Bangunan tua bergaya Eropa dan kanal yang membeku perlahan menciptakan suasana yang terasa seperti adegan film klasik.

Dikutip dari laman Japan Travel, Otaru memiliki ikatan sejarah kuat dengan perdagangan laut Jepang. Banyak wisatawan belum menyadari bahwa kota ini lebih nyaman dinikmati tanpa agenda padat, cukup berjalan perlahan sambil menikmati aroma laut, salju, dan cahaya lampu malam yang memantul di permukaan kanal.

3. Niseko

ilustrasi Niseko (unsplash.com/Oliver Dickerson)

Nama Niseko identik dengan ski. Namun, kota ini juga menyimpan sisi tenang yang sering terlewat. Saat sebagian pengunjung sibuk di lereng, area desa justru menawarkan suasana hangat dengan pemandangan pegunungan bersalju yang terasa hampir meditatif.

Melansir dari laman Hanazono Niseko, banyak wisatawan asing datang untuk mengejar salju. Namun yang jarang dibicarakan adalah bagaimana kombinasi alam dan budaya onsen menciptakan keseimbangan, di mana tubuh lelah bisa dipulihkan oleh air panas alami di tengah udara dingin.

4. Zao Onsen

ilustrasi Zao Onsen (commons.wikimedia.org/alala_p)

Zao Onsen bukan sekadar destinasi salju, tapi pengalaman visual yang nyaris surealis. Fenomena juhyo atau snow monsters menjadikan hutan pegunungan ini tampak seperti dunia lain, sunyi dan penuh imajinasi. Keheningan di sini justru menjadi daya tarik utama.

Mengutip dari laman resmi Zao Ropeway, juhyo terbentuk dari kombinasi angin, suhu ekstrem, dan kelembapan tinggi. Banyak pengunjung tidak sadar bahwa suasana paling magis justru muncul saat kabut tipis turun, menciptakan pengalaman yang lebih emosional daripada sekadar pemandangan indah.

5. Shirakawa-go

ilustrasi Shirakawa-go (pixabay.com/pen_ash)

Jika kota kota sebelumnya menghadirkan energi dan dinamika, Shirakawa-go menawarkan kebalikannya. Rumah gassho zukuri yang tertutup salju menghadirkan suasana hening yang membuat waktu seolah melambat.

Dikutip dari laman Japan Travel, Shirakawa-go adalah contoh bagaimana manusia dan alam hidup berdampingan. Banyak orang datang hanya untuk berfoto, padahal kekuatan utama desa ini ada pada suasananya, percakapan sederhana dengan penduduk lokal, serta malam sunyi yang hanya ditemani suara salju jatuh.

Liburan salju di Jepang bukan hanya tentang destinasi, tapi tentang perasaan yang ditinggalkan setiap tempat. Dari kota yang ramai hingga desa yang sunyi, setiap lokasi menawarkan pengalaman emosional yang saling melengkapi. Dengan memahami karakter tiap kota, perjalanan musim dingin di Jepang bisa berubah dari sekadar liburan menjadi pengalaman yang benar benar membekas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team