Estadio Olímpico Universitario, Meksiko (commons.wikimedia.org/Arne Müseler)
Integrasi antara alam dan arsitektur dapat dijumpai di Estadio Olimpico Universitario yang diresmikan pada 1952. Stadion ini berdiri di atas daerah vulkanik, hasil dari letusan Gunung Xitle ribuan tahun lalu. Batuan vulkanik diekstraksi dan digunakan untuk membentuk tribun serta lereng di sekitar lapangan, membuatnya tampak muncul dari bumi seperti kawah raksasa.
Estadio Olimpico Universitario menjadi salah satu karya arsitektur Meksiko abad ke-20 yang paling inovatif. Desain sirkulasinya termasuk paling revolusioner, karena menggabungkan jalur landai melingkat yang memungkinkan pergerakan naik dan turun relatif mulus, bahkan hampir tidak terasa. Lebih jauh lagi, tempat ini dirancang sebagai kompleks olahraga lengkap, tersedia ruang atletik, sepak bola Amerika, sepak bola, dan masih banyak lagi.
Uniknya, pada fasad utama stadion terdapat mural monumental karya Diego Rivear yang bertajuk La Universidad, la famila y el deporte en Mexico. Mural tersebut tidak dilukis, melainkan dibangun dalam bentuk relief tinggi menggunakan batu alam seperti marmer, tezontle, batu sungai, dan batu vulkanik yang dirancang tahan terhadap waktu, hujan, dan sinar matahari. Seluruh komposisinya berfungsi sebagai alegori tentang pengetahuan, olahraga, perdamaian, serta identitas nasional.