Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tempat Ibadah di Asia yang Beralih Fungsi menjadi Masjid, Kental Sejarah!
Masjid Jami' Isfahan, Iran (pexels.com/Faruk Tokluoğlu)

Di Eropa, banyak sekali gereja terbengkalai yang kini beralih fungsi menjadi masjid. Begitu juga di Asia. Meskipun tidak banyak, ternyata terdapat masjid populer di negara-negara Asia berikut ini yang dulunya merupakan tempat ibadah agama lain, lho.

Kenapa bisa beralih fungsi dan masjid apa saja yang dimaksud? Yuk, cari tahu bersama dengan menyimak ulasan berikut ini.

1.  Masjid Hagia Sophia, Turki

Masjid Hagia Sophia di Istanbul, Turki (pexels.com/Murat Halıcı)

Baik umat Islam maupun Nasrani, pasti paham atau mengetahui sejarah panjang penaklukan Konstantinopel di masa lalu. Salah satu bangunan yang menjadi saksi bisu atas penaklukan tersebut yaitu Hagia Sophia.

Pada abad ke-6, masjid yang megah berada di Istanbul ini dulunya adalah Katedral Kristen Ortodoks yang dibangun oleh Kaisar Bizantium Justinian I. Selama hampir kurang lebih seribu tahun, Hagia Sophia dikenal sebagai gereja terbesar di dunia, lho. Hingga pada tahun 1453, Konstantinopel jatuh di tangan Kekaisaran Sultan Mehmed II sehingga mengubah status bangunan ibadah tersebut menjadi masjid.

Melalui sejarah panjang, Haghia Sophia sempat berubah menjadi museum dibawah kepemimpinan Mustafa Kemal Ataturk dan resmi menjadi masjid aktif lagi sekitar tahun 2020.

 

2. Masjid Umayyah Damaskus, Suriah

Masjid Ummayah Damaskus, Suriah (pixabay.com/SLPix)

Lika-liku sejarah Masjid Ummayah Damaskus hampir mirip dengan Haghia Sophia. Masjid yang berlokasi di Suriah ini awalnya merupakan kuil Dewa Aram, kemudian berubah menjadi Kuil Jupiter pada era Romawi. Sebelum akhirnya beralih fungsi sebagai masjid, Masjid Umayyah Damaskus merupakan Katedral Yohanes Pembaptis.

Setelah penaklukan muslim di Damaskus, umat Muslim dan Kristen awalnya berbagi gedung yang kini menjadi masjid tersebut sebagai tempat ibadah bersama. Namun, Khalifah Al-Walid I membeli sisa lahan gereja pada tahun 706 M dan membangunnya Kembali hingga menjadi salah satu masjid terbesar dan tertua di dunia.

3. Masjid Jama Atala, India

Masjid Atala, India (commons.wikimedia.org/Rangan Datta Wiki)

India memiliki banyak sejarah peralihan fungsi bangunan karena pergantian dinasti dari kerajaan Hindu/Buddha ke Kesultanan Islam. Salah satunya adalah Masjid Jama Atala yang berlokasi di Jaunpur.

Masjid ini dulu merupakan kuil Hindu yang didedikasikan untuk Dewi Atala. Hingga sekitar abad ke-14, India yang kala itu berada di kepimpinan Kesultanan Delhi merombak struktur kuil tersebut menjadi masjid atas perintah Sultan Firuz Shah Tughlaq, dan diselesaikan oleh Sultan Ibrahim Shah Sharqi pada tahun 1408 hingga menjadi Masjid Atala.

Masjid ini sangat unik karena masih mempertahankan banyak elemen dekoratif asli India (Hindu) pada dinding dan pilar-pilarnya, namun dengan tata letak masjid yang fungsional. Bahkan nama Dewi Atala pun menjadi inspirasi nama masjid ini, lho.

4. Masjid Quwwat-ul-Islam, India

Masjid Quwwat-ul-Islam, India (commons.wikimedia.org/Own work)

Masih dari India, terdapat masjid yang dulunya merupakan kuil Hindu yaitu Masjid Quwwat-ul-Islam. Terletak di kompleks Qutub Minar, masjid ini ditetapkan sebagai salah satu situs warisan UNESCO karena merupakan salah satu masjid tertua di India Utara.

Menurut prasasti yang ada di lokasi, masjid ini dibangun menggunakan material dari 27 kuil Hindu dan Jain yang dihancurkan setelah penaklukan Delhi oleh dinasti Ghorid. Di samping melihat pilar-pilarnya secara dekat, kamu pun masih bisa melihat ukiran bunga teratai, lonceng, dan motif-motif khas India kuno yang biasanya ditemukan di kuil, namun wajah-wajah makhluk hidup pada ukiran tersebut telah dihilangkan untuk menyesuaikan dengan nilai Islam.

5. Masjid Jami' Isfahan, Iran

Masjid Jami' Isfahan, Iran (commons.wikimedia.org/Bernard Gagnon)

Meskipun sekarang tampak sebagai mahakarya arsitektur Islam Persia, Masjid Jami' Isfahan memiliki akar pra-Islam, lho. Penelitian arkeologi menunjukkan jika sebelum Islam masuk ke Persia, lokasi masjid ini merupakan sebuah Kuil Api (Chahar Taq) milik penganut Zoroaster.

Seiring dengan konversi massal masyarakat Persia (Iran) ke Islam pada abad ke-7 dan ke-8, kuil-kuil tersebut banyak yang diubah menjadi masjid sederhana sebelum akhirnya dibangun kembali menjadi struktur masjid nan megah seperti yang terlihat sekarang.

Lima tempat ibadah di Asia yang berubah menjadi masjid tadi tidak hanya kental dengan sejarah. Masing-masing masjid memiliki arsitektur bangunan yang mengesankan meskipun beberapa di antaranya sudah tua dan mempertahankan bentuk aslinya.

Jika kamu singgah di kota asal masjid-masjid unik tadi, jangan lupa mampir sekalian untuk melakukan perjalanan spiritual.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team