Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tempat Wisata Ikonik di Jepang ala Drama Gimbap and Onigiri
Aqua World Ibaraki Oarai Aquarium, cuplikan drama Gimbap and Onigiri (x.com/tx_premiere23)

Kamu ingin liburan ke Jepang? Sebelum berangkat tentu perlu membuat itinerary yang matang. Kalau masih bingung mau ke mana saja, tak ada salahnya menjadikan lokasi syuting drama untuk dikunjungi.

Gimbap and Onigiri (2026) adalah salah satu drama Jepang–Korea Selatan yang rilis awal tahun ini dengan latar tempat berbagai kota di Jepang. Slow pace drama ini menyuguhkan panorama dan suasana tenang yang anti bosan. Daripada penasaran, berikut ini beberapa tempat wisata ikonik di Jepang ala Gimbap and Onigiri yang patut dikunjungi.

1. Aqua World Ibaraki Oarai Aquarium

Aqua World Ibaraki Oarai Aquarium, cuplikan drama Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)

Dekat dari Tokyo, Aqua World Ibaraki Oarai Aquarium menjadi tempat kencan pertama Taiga (Eiji Akaso) dan Rin (Kang Hyewon). Akuarium ini termasuk yang terbesar di Jepang dengan sepasang patung lumba-lumba sebagai ikonnya. Luasnya mencapai 20 ribu meter persegi, menampung 70 ribu satwa laut yang mewakili sekitar 580 spesies berbeda.

Akuarium raksasa tersebut dibagi menjadi sembilan zona berbeda dan kamu dapat melihat satwa laut yang langka. Hiburan lainnya berupa pertunjukan lumba-lumba, pinguin, dan singa laut. Setiap Sabtu akan ada Night Aquaworld yang menawarkan atmosfer berbeda dari akuarium biasanya.

Alamat: 8252-3 Isohama-cho, Oarai-machi, Higashiibaraki-gun, Prefektur Ibaraki.

Jam operasional: setiap hari, pukul 09.00–17.00.

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: 2.300 yen (sekitar Rp244.000).

  • Pelajar: 1.100 yen (sekitar Rp117.000).

  • Anak-anak: 400 yen (sekitar Rp43.000).

  • Anak-anak di bawah 3 tahun: gratis.

2. Taman Asukayama

Taman Asukayama, cuplikan drama Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)

Taman Asukayama menjadi latar tempat yang sering muncul dalam drama Gimbap and Onigiri. Adegan manis banyak dilakukan di sini, termasuk Tram 6080 berwarna kuning dengan garis merah yang menjadi tempat berlindung Rin dan Taiga saat hujan pada Episode 1. Sudut taman yang lain pun muncul pada Episode 2 dan 9.

Luas Taman Asukayama mencapai 7 hektare yang meliputi tiga museum, yakni Museum Kertas, Museum Peringatan Shibusawa, dan Museum Asukayama Kota Kota. Playground, kafe, dan menjadi tempat populer selama musim semi untuk melihat  sekitar 650 pohon bunga sakura. Taman ini menjadi spot menenangkan untuk istirahat sejenak dari hiruk pikuk kota. 

Alamat: 1-1-3 Oji, Kita-ku, Tokyo.

Jam operasional: setiap hari, 24 jam.

Harga tiket masuk: gratis.

3. Kappabashi Street

Kappabashi Street, cuplikan drama Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)

Kamu hobi memasak? Kappabashi Street wajib untuk dikunjungi karena menjadi pusat perbelanjaan yang menyediakan peralatan memasak antara Ueno dan Asakusa. Sejumlah toko juga menjual sampel makanan dari plastik dan lilin yang banyak digunakan oleh banyak restoran untuk display di etalase.

Bagi yang ingin membeli dalam jumlah banyak, tidak perlu khawatir. Ada banyak pedagang grosir yang menyediakan tembikar, porselen, dan piring dengan harga terjangkau untuk oleh-oleh. Oleh sebab itu kawasan ini disebut juga Kappabashi Kitchen Supply Town yang mudah dikenali dengan adanya patung koki raksasa.

Alamat: 3-18-2 Matsugaya, Taito-ku, Tokyo.

Jam operasional: sebagian toko besar buka pukul 10.00–17.00 dan tutup pada hari Minggu dan hari libur nasional.

Harga tiket masuk: gratis.

4. Izu Panorama Park

Izu Panorama Park, cuplikan drama Gimbap dan Onigiri (dok. Netflix/Gimbap dan Onigiri )

Tempat wisata lain yang lebih tenang dari Tokyo dan sekitarnya, Semenanjung Izu pun dipilih sebagai salah satu latarnya. Panorama laut, pegunungan hijau, dan Gunung Fuji di kejauhan menjadi daya tariknya. Kamu dapat menyaksikannya dari Izu Panorama Park.

Awalnya, taman tersebut ditujukan untuk revitalisasi pemandian air panas Izu Nagaoka. Dibuka untuk umum pada 1962 dan fasilitas diperbarui tahun 1992 hingga sekarang. Terdapat kereta gantung untuk menyaksikan pemandangan dari atas, dek observasi di Ao Terrace, dan spot lainnya seperti Lover’s Sanctuary dan Fujimi Footbath. 

Alamat: 260-1 Nagaoka, Izunokuni, Prefektur Shizuoka.

Jam operasional: setiap hari, pukul 09.00–17.30.

Harga tiket masuk:

  • Dewasa: 3.000–3.500 yen (sekitar Rp318.000–371.000).

  • Pelajar: 1.600–1.800 yen (sekitar Rp170.000–191.000).

  • Balita: 800–900 yen (sekitar Rp85.000–96.000).

5. Kuil Habu

Kuil Habu, cuplikan drama Gimbap and Onigiri (dok. Netflix/Gimbap and Onigiri)

Satu lagi, ada Kuil Habu yang punya sebutan lokal Sannomiya merupakan tempat sakral yang sangat dihormati untuk pemujaan terhadap dewa pelindung Narita. Kuil tersebut juga dikenal luas untuk memuja Dewa Pengasuh Anak sehingga para orang tua membawa anak mereka untuk pemberkatan Miyamairi dan perayaan Shichi-go-san. Perayaan itu merupakan tradisi Jepang setiap 15 November untuk merayakan kesehatan anak perempuan (usia 3 dan 7 tahun) dan anak laki-laki (usia 3 dan 5 tahun).

Festival tahunan lainnya yang dapat dijumpai yakni Morning Glory and Hozuki Market. Bunga morning glory dan hozuki yang cerah akan mekar sekitar bulan Juli. Kuil yang tenang akan terasa meriah, karena akan berganti dengan hiburan keluarga saat festival tersebut. 

Alamat: 994 Gobu, Narita, Prefektur Chiba.

Jam operasional: setiap hari, pukul 09.00–16.00.

Harga tiket masuk: gratis.

Kelima tempat wisata ikonik di Jepang ala Gimbap and Onigiri tersebut bisa jadi referensi bikin itinerary. Kamu bisa memilih lokasi yang dekat dengan Tokyo yang mudah dijangkau, tapi suasananya tenang atau wisata alam di Semenanjung Izu. Ada yang masuk bucket list-mu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team