Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi wisata alternatif di kaki Gunung Fuji selain mendaki
ilustrasi wisata alternatif di kaki Gunung Fuji selain mendaki (pexels.com/Huu Huynh)

Betapa menyenangkannya jika kamu terbangun di pagi hari dengan pemandangan kabut tipis yang menyelimuti permukaan Danau Kawaguchi yang tenang. Di kejauhan, puncak simetris tertutup salju menyapa pandanganmu tanpa perlu kamu bersusah payah memikul tas ransel berat untuk mendaki jalurnya yang terjal. Ya, mencari wisata alternatif di kaki Gunung Fuji selain mendaki adalah pilihan cerdas bagi kamu yang ingin menikmati kemegahan alam Jepang dengan cara yang lebih santai dan tetap memberikan kesan mendalam.

Kamu bisa berjalan kaki menyusuri taman bunga yang mekar bergantian sepanjang musim atau sekadar menyesap kopi hangat sambil memandangi refleksi gunung di permukaan air danau yang jernih. Pengalaman ini memberikan perspektif berbeda tentang keagungan Fuji yang kerap terlewatkan oleh mereka yang hanya fokus pada perjalanan menuju puncak, lho. Inilah tujuh aktivitas wisata di kaki Gunung Fuji selain mendaki yang tetap asyik!


1. Keindahan Fujigoko yang menenangkan jiwa

ilustrasi Danau Kawaguchi Jepang (freepix.com/tawatchai07)

Kawasan Fuji Five Lakes atau Fujigoko merupakan destinasi utama bagi kamu yang ingin menikmati sisi lembut dari gunung tertinggi di Jepang ini. Danau Kawaguchi adalah yang paling populer karena aksesnya yang mudah dan fasilitas wisatanya yang sangat lengkap bagi para pelancong. Di sini, kamu bisa menyewa sepeda untuk berkeliling pinggir danau atau menaiki kereta gantung Kachi Kachi Ropeway guna melihat panorama Gunung Fuji dari ketinggian secara menyeluruh.

Selain Kawaguchi, Danau Yamanaka dan Danau Motosu juga menawarkan ketenangan yang sulit kamu temukan di pusat kota Tokyo. Danau Motosu bahkan sangat ikonik karena pemandangannya diabadikan pada lembaran uang kertas 1.000 Yen yang sering kamu gunakan saat berbelanja. Menghabiskan waktu di tepi danau-danau ini memberikan kesempatan bagi kamu untuk berfoto dengan latar belakang gunung yang megah tanpa gangguan keramaian pendaki yang mengantre di jalur pendakian.


2. Menjelajahi desa tradisional Oshino Hakkai

ilustrasi Oshino Hakkai Jepang (pexels.com/Ariyan)

Oshino Hakkai merupakan sebuah desa wisata yang terletak di antara Danau Yamanaka dan Danau Kawaguchi yang menawarkan suasana Jepang zaman dahulu. Desa ini terkenal dengan delapan kolam air jernihnya yang berasal dari lelehan salju Gunung Fuji yang tersaring secara alami melalui lapisan lava selama puluhan tahun. Kamu akan terpana melihat kejernihan airnya yang membuat ikan-ikan di dalam kolam terlihat seolah-olah sedang melayang di udara.

Di sekitar kolam, terdapat bangunan-bangunan dengan atap jerami tradisional yang berfungsi sebagai museum, toko suvenir, dan kedai makanan kecil. Kamu wajib mencoba kuro-tamaga atau telur hitam serta soba segar yang dibuat langsung menggunakan air murni dari mata air Fuji tersebut. Berjalan-jalan di desa ini memberikan pengalaman budaya yang kental sekaligus pemandangan Gunung Fuji yang memperindah arsitektur klasik Jepang dengan sangat sempurna.


3. Sensasi hutan Aokigahara dan gua es Narusawa

Gunung Es Narusawa (yamanashi-kankou.jp)

Bagi kamu yang menyukai petualangan di alam terbuka, menjelajahi hutan Aokigahara di kaki gunung bisa menjadi pengalaman yang sangat eksotis dan sedikit menantang. Berbeda dengan reputasinya yang misterius, hutan ini sebenarnya mempunyai jalur pendakian datar yang dikelilingi oleh pepohonan hijau yang tumbuh di atas lahan lava yang membeku. Udara di dalam hutan ini sangat sejuk dan suasananya begitu hening karena kepadatan pohon yang mampu meredam suara dari luar secara efektif.

Gak jauh dari sana, kamu bisa mengunjungi Gua Es Narusawa dan Gua Angin Fugaku yang terbentuk akibat letusan gunung berapi di masa lalu. Di dalam gua es, suhu tetap berada di bawah nol derajat Celsius bahkan saat musim panas sekalipun, sehingga bongkahan es abadi bisa kamu lihat di sana. Petualangan bawah tanah ini menjadi variasi yang sangat menarik untuk melengkapi perjalananmu di kawasan kaki gunung tanpa harus berkeringat mendaki jalur berbatu menuju puncak, deh.


4. Berwisata di alam terbuka dengan konsep Shinrin-yoku

ilustrasi Shinrin-yoku (unsplash.com/Michal Vrba)

Mengunjungi kawasan hijau di sekitar Gunung Fuji ternyata tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan tubuhmu. Berdasarkan konsep Shinrin-yoku atau "mandi hutan" yang populer di Jepang, menghirup udara hutan yang kaya akan phytoncides (minyak esensial pohon) terbukti dapat menurunkan kadar hormon stres atau kortisol. Hal ini selaras dengan studi dari Nippon Medical School yang menyebutkan bahwa berada di alam terbuka dapat meningkatkan aktivitas sel pembunuh alami (NK cells) yang memperkuat sistem imun, lho.

Selain itu, berjalan kaki santai di jalur-jalur datar sekitar danau membantu meningkatkan kesehatan kardiovaskular tanpa memberikan beban berlebih pada sendi, berbeda dengan aktivitas mendaki yang cukup ekstrem. Paparan sinar matahari pagi di pegunungan juga membantu sintesis Vitamin D yang penting untuk kesehatan tulang dan suasana hati atau mood. Jadi, dengan memilih rute santai ini, kamu sebenarnya sedang melakukan terapi kesehatan holistik yang memadukan aktivitas fisik ringan dengan penyembuhan mental secara alami.


5. Wisata belanja dan kuliner di Gotemba

Gotemba Premium Outlets (commons.wikimedia.org/CC-by)

Menutup perjalananmu, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Gotemba Premium Outlets yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jepang dengan pemandangan Fuji yang memukau. Kamu bisa berburu barang-barang branded internasional dengan harga miring sambil tetap bisa melihat kemegahan gunung di sela-sela bangunan toko. Tempat ini menjadi favorit bagi banyak wisatawan karena memadukan kebutuhan gaya hidup dengan keindahan alam dalam satu lokasi yang sangat nyaman.

Setelah puas berbelanja, pastikan kamu mencicipi kuliner khas setempat seperti Houtou Noodles, yaitu mi lebar yang dimasak dengan sup miso dan berbagai sayuran musim dingin. Tekstur mi yang kenyal dan kuah hangatnya sangat cocok dinikmati terutama saat suhu udara di kaki gunung mulai menurun di sore hari. 

Menikmati keindahan alam di sekitar Gunung Fuji tentu menjadi pengalaman healing yang mengesankan, kan? Ditambah menikmati lezatnya hidangan khas Jepang, wisata alternatif di kaki Gunung Fuji selain mendaki tentu jadi momen liburan yang seru. Yuk, segera rencanakan perjalanan seru ini sekarang juga!



This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team