Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Gunung Ararat Selalu Tertutup Salju? Ini Faktanya!
Gunung Ararat di Turki (unsplash.com/SnapSaga)

  • Puncak Gunung Ararat selalu tertutup salju abadi karena ketinggiannya yang ekstrem, mencapai lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut.

  • Lereng bawah Gunung Ararat tidak selalu bersalju, terutama pada musim panas antara Juni—Agustus.

  • Awan dan kabut sering menutupi puncak Ararat, namun musim panas adalah waktu terbaik untuk melihat dan mendaki gunung ini.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Gunung Ararat dikenal sebagai salah satu gunung paling ikonik di kawasan Timur Tengah, bukan hanya karena kisah historisnya, tetapi juga karena karakter alamnya yang unik. Puncaknya berada di ketinggian ekstrem, sehingga selalu diselimuti salju abadi, meskipun bagian lereng bawah bisa tampak kering dan bebas salju pada musim panas.

Kondisi cuaca yang sering berubah, seperti awan dan kabut, membuat puncaknya tidak selalu terlihat jelas. Namun, saat langit cerah, panorama salju di atas Gunung Ararat terlihat sangat dramatis dan menakjubkan.

Lantas, apakah Gunung Ararat memang selalu tertutup salju sepanjang tahun? Cari tahu fakta soal gunung yang membentang di Turki dan Armenia melalui ulasan berikut, yuk!

1. Puncak Gunung Ararat tertutup salju abadi berkat ketinggiannya yang ekstrem

Gunung Ararat (pexels.com/Leyla Helvaci)

Gunung Ararat memiliki ketinggian lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepatnya sekitar 5.137. Dengan ketinggian setinggi ini, suhu di puncaknya hampir selalu berada di bawah titik beku. Inilah alasan utama kenapa salju di puncak Gunung Ararat bersifat permanen atau sering disebut salju abadi.

Bahkan saat musim panas tiba, ketika banyak gunung lain mulai kehilangan lapisan esnya, puncak Ararat tetap mempertahankan salju dan gletsernya. Kondisi ini menjadikan Ararat sebagai salah satu gunung bersalju paling konsisten di kawasan Timur Tengah, wilayah yang identik dengan iklim kering dan panas.

2. Lereng bawah Gunung Ararat tidak selalu bersalju

Gunung Ararat (pexels.com/Leyla Helvaci)

Meskipun puncaknya selalu putih, bukan berarti seluruh Gunung Ararat tertutup salju sepanjang tahun. Pada musim panas, terutama antara Juni—Agustus, bagian lereng bawah gunung justru bebas dari salju. Area ini berubah menjadi jalur pendakian berbatu dan padang rumput pegunungan.

Fenomena ini sering bikin orang salah paham saat melihat foto atau video Gunung Ararat. Dari kejauhan, puncaknya memang tampak bersalju, tapi semakin ke bawah, lanskapnya terlihat kering dan cokelat. Jadi, kalau kamu bertanya apakah Gunung Ararat selalu tertutup salju, jawabannya iya di puncak, tapi tidak di seluruh bagian gunung.

3. Awan dan kabut sering menutupi puncak Ararat

Gunung Ararat (pexels.com/Leyla Helvaci)

Hal lain yang perlu kamu tahu, meskipun puncak Gunung Ararat selalu bersalju, pemandangannya tidak selalu terlihat jelas. Awan dan kabut sering kali menutupi bagian puncak, terutama di pagi hingga siang hari. Inilah sebabnya banyak wisatawan merasa kecewa, karena gagal melihat puncak bersalju secara langsung.

Namun, saat cuaca cerah dan langit benar-benar bersih, pemandangan puncak Ararat yang diselimuti salju terlihat sangat spektakuler. Kontras antara langit biru, salju putih, dan lanskap kering di sekitarnya menjadi daya tarik visual yang luar biasa.

4. Musim panas adalah waktu terbaik untuk melihat dan mendaki

Gunung Ararat (unsplash.com/Dima Solomin)

Walaupun terdengar paradoks, musim panas justru menjadi waktu terbaik untuk mengunjungi dan mendaki Gunung Ararat. Pada periode ini, cuaca relatif lebih stabil, jalur pendakian lebih aman, dan visibilitas menuju puncak biasanya lebih baik.

Pendakian di musim dingin tetap memungkinkan, tapi risikonya jauh lebih tinggi karena suhu ekstrem, badai salju, dan jarak pandang yang terbatas. Jadi, kalau tujuan kamu adalah melihat puncak Gunung Ararat yang tertutup salju dengan kondisi paling ideal, musim panas adalah pilihan paling masuk akal.

Secara singkat, puncak Gunung Ararat selalu tertutup salju abadi karena ketinggiannya yang ekstrem. Namun, jangan bayangkan seluruh gunung selalu putih sepanjang tahun. Lereng bawahnya bisa bebas salju di musim panas, dan puncaknya pun sering tersembunyi di balik awan atau kabut.

Buat kamu yang penasaran atau berencana mengunjungi Gunung Ararat, memahami kondisi ini penting supaya ekspektasi tetap realistis. Saat cuaca cerah, pemandangan puncaknya benar-benar jadi salah satu yang paling ikonik dan memukau di dunia pegunungan. Jadi, sekarang kamu sudah tahu jawabannya, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team