Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Beomeosa Temple, Busan: Lokasi, Rute, HTM, dan Tips Berkunjung
potret Beomeosa Temple (commons.wikimedia.org/Mobius6)

Busan tidak hanya soal pantai dan gedung pencakar langit modern. Kota pelabuhan ini juga menyimpan permata spiritual yang sudah berdiri sejak tahun 678 Masehi, yaitu Beomeosa Temple. Kuil Buddhis bersejarah ini terletak di lereng Gunung Geumjeongsan dan menawarkan keindahan arsitektur tradisional Korea yang memukau. Bagi kamu yang ingin merasakan ketenangan sekaligus menikmati pemandangan alam, tempat ini wajib masuk daftar itinerary.

Beomeosa Temple bukan sekadar destinasi wisata biasa, tapi juga pusat spiritual yang masih aktif hingga sekarang. Di sini, kamu bisa melihat paviliun-paviliun klasik, pagoda kuno, hingga patung Buddha yang megah. Aksesnya juga cukup mudah dari pusat kota Busan, jadi cocok untuk pelancong yang punya waktu terbatas. Yuk, simak informasi lengkap soal lokasi, rute, harga tiket masuk, dan tips berkunjung ke Beomeosa Temple agar perjalananmu ke sini makin lancar!

1. Lokasi yang strategis dan mudah dijangkau

potret Beomeosa Temple (commons.wikimedia.org/Mobius6)

Beomeosa berada di lereng Gunung Geumjeongsan, tepatnya di bagian utara Busan, Korea Selatan. Kamu bisa menjangkau destinasi ini dengan mudah menggunakan transportasi publik seperti kereta bawah tanah. Cukup naik Busan Subway Line 1 dan turun di Stasiun Beomeosa untuk memulai perjalanan menuju kawasan suci tersebut.

Setelah sampai di stasiun, keluarlah melalui pintu nomor 5 atau 7 untuk melanjutkan perjalanan dengan bus lokal. Berjalanlah sedikit di antara kedua pintu keluar tersebut hingga menemukan halte bus yang menyediakan rute khusus ke arah kuil. Naiklah Bus nomor 90 yang akan mengantarmu langsung hingga ke area parkir depan gerbang utama Beomeosa.

2. Jam buka dan harga tiket masuk Beomeosa Temple

potret Beomeosa Temple (commons.wikimedia.org/by sparklig)

Kabar baik bagi kamu yang ingin berwisata hemat, pengelola tidak memungut biaya tiket masuk alias gratis untuk seluruh pengunjung. Gerbang utama biasanya mulai terbuka untuk umum dari pukul 08.00 pagi hingga menjelang matahari terbenam sekitar pukul 20.00 malam. Kebijakan harga tiket masuk cuma-cuma membuat tempat ini menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin mendalami budaya Korea tanpa harus mengeluarkan anggaran besar.

Meskipun akses masuknya gratis, siapkan sedikit dana tunai jika kamu membawa kendaraan pribadi karena terdapat tarif parkir yang berlaku di area depan. Bagi kamu yang berminat mengikuti program Templestay untuk merasakan kehidupan biksu, pastikan melakukan pendaftaran dan pembayaran melalui situs resmi terlebih dahulu. Biaya program tersebut bervariasi tergantung pada paket kegiatan yang kamu pilih, mulai dari meditasi hingga menginap semalam.

3. Aktivitas seru yang bisa kamu coba

potret Beomeosa Temple (commons.wikimedia.org/Steve46814)

Kamu dapat memulai petualangan dengan menyusuri deretan gerbang kayu kuno yang memiliki detail ukiran khas Dinasti Joseon yang sangat rumit. Mengamati rutinitas para biksu saat melakukan ritual doa atau meditasi memberikan suasana damai yang sulit ditemukan di tengah kebisingan kota. Jangan lupa melihat Pagoda Batu tiga tingkat yang menjadi saksi bisu sejarah panjang perkembangan agama Buddha di wilayah Busan sejak ribuan tahun lalu.

Bagi penyuka olahraga, cobalah mendaki jalur setapak di belakang kompleks kuil yang terhubung langsung dengan puncak Gunung Geumjeongsan. Pemandangan kota Busan dari ketinggian terlihat sangat jelas dan memberikan kepuasan tersendiri setelah lelah menanjak. Aktivitas ini sangat cocok bagi kamu yang ingin menggabungkan wisata religi dengan kegiatan fisik di alam terbuka yang segar.

4. Tips wisata agar berkunjung lebih nyaman

potret Beomeosa Temple (commons.wikimedia.org/Steve46814)

Gunakan sepatu olahraga atau alas kaki yang empuk karena medan di kompleks kuil didominasi oleh tanjakan dan banyak anak tangga batu. Pilihlah pakaian yang sopan dan tertutup sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat ibadah yang masih aktif digunakan oleh penduduk lokal. Hindari mengenakan celana yang terlalu pendek atau baju tanpa lengan agar kamu bisa mengeksplorasi setiap sudut bangunan dengan tenang tanpa melanggar aturan setempat.

Bawalah botol minum sendiri untuk menjaga hidrasi selama berjalan kaki mengelilingi area kuil yang cukup luas. Datanglah pada pagi hari saat hari kerja untuk mendapatkan suasana yang lebih sunyi dan tenang tanpa gangguan kerumunan wisatawan yang masif. Selalu jaga ketenangan dengan tidak berbicara terlalu keras agar tidak mengganggu pengunjung lain yang sedang fokus melakukan ibadah atau meditasi.

5. Spot foto ikonik yang wajib diabadikan

potret Beomeosa Temple (commons.wikimedia.org/Basile Morin)

Gerbang Jogyemun atau yang populer disebut Gerbang Satu Pilar menjadi objek foto pertama yang wajib masuk ke dalam galeri ponsel kamu. Keunikan empat pilar batu yang menyangga struktur atap kayu yang besar memberikan kesan megah saat diambil dari sudut rendah. Detail warna-warni pada langit-langit gerbang menciptakan komposisi visual yang sangat artistik untuk mengisi konten media sosial kamu.

Jalan setapak yang diapit oleh rimbunnya hutan bambu juga menawarkan latar belakang foto yang tampak natural dan estetik. Saat musim gugur tiba, dedaunan di sekitar bangunan utama akan berubah warna menjadi merah dan kuning keemasan, menciptakan kontras yang luar biasa dengan dinding kayu kuil. Pastikan baterai kamera kamu terisi penuh agar tidak melewatkan setiap detail keindahan arsitektur dan alam yang tersedia di setiap sudut Beomeosa.

Beomeosa Temple menawarkan pengalaman spiritual dan keindahan arsitektur tradisional Korea yang memukau. Lokasinya mudah dijangkau dengan transportasi umum, biaya masuknya gratis, dan suasananya sangat tenang jauh dari hiruk pikuk kota Busan. Pastikan datang pagi hari untuk menghindari keramaian dan nikmati keindahan kuil dengan lebih maksimal. Jangan lupa siapkan kamera karena setiap sudut Beomeosa layak diabadikan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team