Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Berapa Biaya Wisata ke Arab Saudi di Luar Paket Umrah?
potret wisata ke Arab Saudi (commons.wikimedia.org/Dr. Ondřej Havelka (cestovatel))

Arab Saudi sudah bukan destinasi yang hanya bisa dikunjungi lewat paket ibadah saja. Sejak pemerintah Saudi membuka visa turis pada 2019, siapa pun kini bisa datang sebagai wisatawan biasa tanpa harus terikat jadwal dan aturan paket travel tertentu. Negara ini punya banyak hal yang belum banyak diketahui orang, mulai dari situs warisan dunia, kota modern, hingga gurun yang memukau.

Tapi seperti destinasi mana pun, perlu perencanaan anggaran yang realistis sebelum memesan tiket. Biaya wisata di Arab Saudi tidak selalu mahal, tapi juga tidak bisa asal ditebak tanpa riset yang cukup. Kalau kamu sedang menghitung-hitung apakah perjalanan ini masuk akal untuk budget kamu, rincian di bawah ini bisa jadikan acuan.

1. Visa turis bisa diajukan online lewat Visit Saudi tanpa perlu ke kedutaan

potret visa (commons.wikimedia.org/Tehrani33)

Arab Saudi menerbitkan visa turis yang bisa diajukan secara online melalui platform resmi Visit Saudi di visitsaudi.com. Prosesnya sepenuhnya digital dan tidak memerlukan kunjungan ke kedutaan atau penyerahan dokumen fisik apa pun. Visa turis berlaku selama satu tahun dengan izin tinggal hingga 90 hari dalam satu kunjungan. Biaya resminya sekitar 535 SAR atau setara dengan kurang lebih Rp2,1 juta per orang. Di dalam biaya itu sudah termasuk asuransi perjalanan wajib yang dikeluarkan langsung oleh otoritas Saudi.

Proses persetujuan biasanya selesai dalam hitungan menit hingga beberapa jam setelah formulir dikirim. Wisatawan Indonesia termasuk dalam daftar negara yang bisa mengajukan e-visa tanpa prosedur tambahan yang rumit. Pastikan paspor masih berlaku minimal 6 bulan dari tanggal keberangkatan sebelum mulai mengisi formulir.

2. Tiket pesawat Jakarta ke Jeddah bisa lebih murah kalau dipesan jauh-jauh hari

potret Saudia Airlines (unsplash.com/Bornil Amin)

Rute paling umum dari Indonesia ke Arab Saudi adalah Jakarta menuju Jeddah atau Riyadh dengan pilihan maskapai seperti Garuda Indonesia, Saudia Airlines, Air Asia, dan Flynas via transit. Harga tiket pulang pergi dari Jakarta ke Jeddah berkisar antara Rp4 juta hingga Rp9 juta tergantung maskapai dan musim keberangkatan. Harga bisa melonjak signifikan mendekati periode Ramadan, musim haji, dan liburan sekolah akhir tahun. Memesan tiket minimal 2 hingga 3 bulan sebelum keberangkatan adalah langkah paling efektif untuk mendapatkan harga terbaik.

Penerbangan dengan transit di Kuala Lumpur, Dubai, atau Doha biasanya lebih murah dibanding penerbangan langsung. Durasi perjalanan dengan transit rata-rata berkisar antara 10 hingga 16 jam tergantung lama transit di kota singgah. Flynas dan Air Arabia adalah dua maskapai low-cost yang melayani rute ini dengan harga kompetitif meski fasilitas lebih terbatas. Membandingkan harga di platform seperti Google Flights atau Skyscanner sebelum langsung memesan bisa menghemat hingga beberapa juta rupiah.

3. Hotel di Riyadh dan Jeddah tersedia dari budget hingga bintang lima dengan harga bervariasi

potret Ritz Carlton Jeddah (commons.wikimedia.org/Ahmed Basit (Pakistan))

Pilihan akomodasi di Arab Saudi sangat beragam dan bisa disesuaikan dengan budget perjalanan. Di Riyadh, hotel bintang tiga seperti Citymax Hotel atau Ibis Riyadh bisa didapat di kisaran Rp400 ribu hingga Rp700 ribu per malam. Di Jeddah, kawasan Al-Balad yang merupakan kota tua warisan UNESCO punya banyak pilihan boutique hotel dengan harga serupa. Hotel bintang empat dan lima seperti Marriott, Hyatt, dan Hilton umumnya dimulai dari Rp1,2 juta ke atas per malam.

Platform pemesanan seperti Booking.com dan Agoda berfungsi normal di Arab Saudi dan sering menawarkan harga lebih murah dari harga langsung di resepsionis. Platform regional Almosafer yang berbasis di Saudi juga layak dicek karena kadang punya penawaran eksklusif untuk properti lokal. Untuk perjalanan lebih dari 5 hari, menginap di apartemen serviced bisa jadi pilihan lebih hemat karena ada fasilitas dapur kecil untuk memasak. Lokasi hotel perlu diperhatikan karena kota-kota di Saudi cukup luas dan jarak antar kawasan bisa memakan banyak waktu perjalanan.

4. Uber dan Careem adalah cara paling praktis untuk berkeliling di dalam kota

potret Careem (careem.com)

Transportasi di dalam kota Arab Saudi paling nyaman menggunakan aplikasi ride hailing Uber dan Careem yang beroperasi aktif di hampir semua kota besar termasuk Riyadh, Jeddah, dan Madinah. Tarif rata-rata perjalanan dalam kota berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp100 ribu tergantung jarak dan waktu pemesanan. Riyadh juga sudah punya jaringan metro enam jalur yang bisa jadi alternatif murah untuk berpindah antar kawasan utama kota dengan tarif mulai 3 SAR atau sekitar Rp12 ribu. Untuk perjalanan antar kota dari Jeddah ke Madinah, kereta cepat Haramain Express adalah pilihan terbaik dengan tarif sekitar 100 hingga 200 SAR tergantung kelas.

Bus antar kota SAPTCO tersedia untuk rute yang tidak dilayani kereta dan harganya lebih murah meski waktu tempuhnya lebih panjang. Menyewa mobil sangat direkomendasikan untuk mengeksplorasi kawasan seperti AlUla, Hegra, atau Edge of the World yang tidak terjangkau transportasi publik. SIM internasional diterima di Arab Saudi dan proses sewa kendaraan bisa dilakukan di konter rental bandara seperti Budget, Hertz, atau Sixt. Pastikan mengunduh peta offline sebelum berangkat karena sinyal di beberapa kawasan terpencil seperti gurun Hejaz bisa tidak stabil.

5. Makan kabsa dan mandi bisa sangat murah asal tahu tempat yang tepat

potret kabsa (commons.wikimedia.org/Basel15)

Biaya makan di Arab Saudi sangat fleksibel tergantung pilihan tempat makan. Di restoran lokal dan food court mal seperti Mall of Arabia di Jeddah atau Riyadh Park Mall, makanan mengenyangkan seperti shawarma, kabsa, mandi, dan mutabbaq bisa didapat seharga Rp30 ribu hingga Rp60 ribu per porsi. Restoran kelas menengah di kawasan turis seperti Tahlia Street di Jeddah biasanya mematok harga antara Rp100 ribu hingga Rp250 ribu per orang. Seluruh restoran di Arab Saudi secara hukum hanya menyajikan makanan halal sehingga wisatawan Muslim tidak perlu khawatir soal kehalalan makanan.

Untuk aktivitas wisata, kawasan arkeologi Hegra di Al-Ula menawarkan tiket masuk antara Rp408 ribu hingga Rp838 ribu tergantung paket tur yang dipilih. Diriyah di Riyadh yang merupakan situs warisan UNESCO menyediakan tur berbayar mulai dari Rp408 ribu dengan pemandu resmi berbahasa Inggris. Edge of the World, tebing dramatis sekitar 90 kilometer dari pusat kota Riyadh, bisa dikunjungi tanpa biaya masuk resmi meski membutuhkan kendaraan gardan ganda dan sebaiknya ditemani pemandu lokal. Memesan aktivitas wisata lewat platform GetYourGuide atau Klook kadang lebih murah dibanding membeli langsung di lokasi.

Secara keseluruhan, perjalanan mandiri ke Arab Saudi selama tujuh hari dengan gaya wisata menengah bisa memakan biaya antara Rp8 juta hingga Rp15 juta di luar tiket pesawat. Angka itu bisa lebih rendah atau lebih tinggi tergantung pilihan akomodasi, kota yang dikunjungi, dan seberapa banyak aktivitas berbayar yang masuk ke dalam itinerary. Kebijakan wisata Arab Saudi masih terus berkembang pesat, jadi cek ulang informasi terbaru di visitsaudi.com sebelum tanggal keberangkatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team