Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Bukit di Makkah dan Madinah yang Wajib Dikunjungi saat Umrah-Haji
Suasana Jabal Rahmah jelang Wukuf di Arafah, Sabtu (15/6/2024) (IDN Times/Faiz Nashrillah)

Makkah dan Madinah tidak hanya menawarkan kemegahan arsitektur masjidnya yang ikonis, tetapi juga menyimpan pesona alam berupa perbukitan yang sarat akan nilai sejarah Islam. Perbukitan ini bukan sekadar gundukan batu dan pasir biasa, tetapi juga menjadi saksi bisu perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabatnya dalam menyebarkan agama Islam.

Mengunjungi bukit-bukit ini saat menjalani ibadah haji atau umrah akan memberikan pengalaman, pandangan, dan ilmu baru yang lebih mendalam mengenai peristiwa-peristiwa besar yang mengubah jalannya sejarah dunia Islam. Bagi para jemaah, napak tilas ke puncak-puncak bersejarah ini seringkali menjadi momen refleksi spiritual yang sangat mengharukan.

Untuk melengkapi perjalanan spiritualmu di dua kota suci tersebut, pastikan kamu meluangkan waktu untuk mengunjungi beberapa bukitnya. Di manakah saja itu? Simak informasi tentang bukit di Makkah dan Madinah yang wajib dikunjungi saat haji dan umrah berikut ini!

1. Jabal Nur

Pemandangan pagi di puncak Jabal Nur, Makkah, Senin (24/6/2024). (IDN Times/Faiz Nashrillah)

Destinasi bukit yang pertama adalah Jabal Nur. Berjarak sekitar 10 kilometer dari Masjidil Haram, tempat ini berperan penting dalam sejarah Islam, karena keberadaan Gua Hira di puncaknya.

Di gua inilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril, yakni berupa Surat Al-Alaq Ayat 1-5. Dalam Bahasa Arab, Jabal Nur berarti "Gunung Cahaya" yang bermakna bukit ini menjadi titik awal bersinarnya cahaya Islam ke seluruh penjuru dunia.

Medan pendakian Jabal Nur cukup menantang dengan kemiringan yang curam dan anak tangga kecil. Jemaah memerlukan waktu sekitar 45 menit hingga 1,5 jam untuk mencapai puncak, tergantung pada kondisi fisik masing-masing dan kepadatan pengunjung.

Setibanya di puncak, rasa lelah akan terbayar lunas dengan pemandangan Masjidil Haram yang terlihat megah dari kejauhan. Jemaah juga bisa mendekat ke Gua Hira.

2. Jabal Rahmah

Suasana Jabal Rahmah jelang Wukuf di Arafah, Sabtu (15/6/2024). (IDN Times/Faiz Nashrillah)

Terletak di Padang Arafah, Jabal Rahmah dikenal sebagai tempat pertemuan kembali Nabi Adam AS dan Hawa setelah ratusan tahun terpisah. Nama "Rahmah" yang berarti kasih sayang merujuk pada ampunan Allah SWT yang mempertemukan kembali pasangan manusia pertama tersebut di titik ini. Jarak Masjidil Haram ke bukit ini sekitar 25 kilometer.

Jabal Rahmah tidak terlalu tinggi dan puncaknya dapat dicapai hanya dalam waktu 20-30 menit pendakian santai. Di tengah puncaknya, berdiri sebuah tugu beton berwarna putih yang sering menjadi titik kumpul jemaah. Mereka memanfaatkan momen di sini untuk memanjatkan doa dan menikmati pemandangan Makkah dari atas.

3. Jabal Khandamah

Potret Raffi Ahmad dan keluarga di Jabal Khandamah, Makkah (instagram.com/raffinagita1717)

Jabal Khandamah merupakan salah satu bukit tertinggi di Makkah. Menurut sejarah, bukit ini memiliki kaitan erat dengan strategi pertahanan kota Makkah di masa lalu karena posisinya yang strategis menghadap langsung ke arah Kakbah. Kini, Jabal Khandamah lebih dikenal sebagai salah satu titik pandang terbaik bagi jemaah yang ingin melihat lanskap Makkah dan Masjidil Haram secara menyeluruh.

Bagi jemaah yang ingin berkunjung, Jabal Khandamah menawarkan akses yang relatif lebih mudah dibandingkan Jabal Nur atau Jabal Tsur karena terdapat jalur aspal yang bisa dilalui kendaraan hingga ke titik tertentu. Puncaknya menyajikan pemandangan yang sangat spektakuler, terutama pada malam hari saat lampu-lampu kota dan menara Masjidil Haram mulai bersinar terang.

4. Jabal Tsur

ilustrasi Jabal Tsur (commons.wikimedia.org/Abdul Razzaq Phulpoto)

Jabal Tsur memegang peranan krusial dalam perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Di bukit inilah, terdapat sebuah Gua Tsur yang sempit dan menjadi tempat persembunyian Nabi Muhammad SAW bersama sahabat setianya, Abu Bakar Ash Shiddiq, selama tiga hari tiga malam.

Mereka bersembunyi di sana untuk menghindari pengejaran kaum Quraisy yang ingin menggagalkan hijrah tersebut. Pendakian menuju ke puncak Jabal Tsur tergolong cukup berat dan menantang dibandingkan perbukitan lainnya di sekitar Makkah.

Bukit ini memiliki ketinggian sekitar 458 meter dengan jalur yang didominasi bebatuan besar terjal dan tajam. Jemaah biasanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 1,5-2 jam untuk sampai ke mulut Gua Tsur.

5. Jabal Uhud

Potret Jabal Uhud, Madinah (IDN Times/Sunariyah)

Jabal Uhud memiliki kedudukan yang sangat istimewa di hati umat Islam dan penduduk Madinah, karena sejarahnya. Jabal Uhud merupakan rangkaian gunung sepanjang tujuh kilometer yang berdiri tegak. Lokasinya sekitar 10 kilometer dari Masjid Nabawi, Madinah.

Bukit ini menjadi lokasi terjadinya Perang Uhud antara umat Islam dengan kaum Quraisy. Di kaki bukit ini, terdapat pemakaman para syuhada Uhud, termasuk paman Rasulullah, yakni Hamzah bin Abdul Muthalib, yang gugur dalam pertempuran tersebut. Jemaah biasanya datang ke sini untuk berziarah dan mendoakan para pahlawan Islam yang syahid.

6. Jabal Rumat

Potret Jabal Rumat di Madinah (commons.wikimedia.org/Imam Khairul Annas)

Jabal Rumat yang berarti Bukit Pemanah merupakan sebuah bukit kecil yang terletak tepat di depan Jabal Uhud, Madinah. Bukit ini berperan penting dalam Perang Uhud, karena menjadi tempat bagi 50 orang pemanah di bawah pimpinan Abdullah bin Jubair untuk melindungi pasukan muslim dari serangan musuh.

Saat ini, Jabal Rumat menjadi salah satu destinasi yang paling sering dikunjungi, karena aksesnya yang sangat mudah. Jemaah bisa mendaki bukit ini dengan santai untuk menyaksikan langsung tata letak medan perang dari sudut pandang para pemanah zaman dahulu. Selain itu, area pemakaman para syuhada Uhud juga terlihat jelas dari sini.

Nah, itu dia bukit-bukit di Makkah dan Madinah yang bisa dikunjungi saat menunaikan ibadah haji atau umrah di Tanah Suci. Bukit mana yang ingin kamu kunjungi pertama kali?

Editorial Team