Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Menuju Museum Ibu Marsinah Nganjuk dari Berbagai Kota
Potret Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah, Nganjuk, Jawa Timur (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Di kalangan para aktivis buruh dan HAM, nama Marsinah tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Karena perjuangannya dalam melawan ketidakadilan, upah rendah, dan kesewenang-wenangan aparat terhadap pekerja pada awal 1990-an, Marsinah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada November 2025.

Demi masyarakat umum bisa mengenang jasa dan memberikan penghormatak kepadanya, sebuah museum didirikan di tempat kelahiran Marsinah, yakni Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk, Jawa Timur. Presiden Prabowo Subianto pun meresmikan museum yang diberi nama Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah tersebut pada Sabtu (16/5/2026).

Di dalamnya terpajang berbagai koleksi barang peninggalan Marsinah, seperti baju, dompet lama, hingga sepeda ontel yang dahulu digunakan untuk beraktivitas sehari-hari. Masyarakat pun tampak sangat antusias melihat lebih dekat koleksi tersebut.

Posisi Museum Ibu Marsinah ini cukup strategis, karena tak jauh dari jalan utama provinsi dan bisa diakses dengan berbagai moda transportasi. Jika kamu tertarik pengin ke sana, simak panduan rute dan cara menuju ke Museum Ibu Marsinah Nganjuk dari berbagai kota di bawah ini!

1. Naik kereta api

Potret kereta api yang sedang melintas di wilayah Barat, Magetan (IDN Times/Riyanto)

Cara pertama menuju ke Museum Ibu Marsinah Nganjuk adalah dengan naik kereta api dan turun di Stasiun Nganjuk. Ada banyak pilihan kereta api dari berbagai kota yang melayani rute dan berhenti di stasiun tersebut. Di antaranya seperti KA Turangga, KA Sancaka, KA Mutiara Selatan, KA Malabar, KA Wijayakusuma, KA Sri Tanjung, KA Pasundan, KA Gayajaya, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Jarak antara Stasiun Nganjuk dan Museum Ibu Marsinah sekitar 7-8 kilometer dan jarak tempuh 15-20 menit, tergantung kondisi lalu lintas. Dari stasiun, kamu bisa naik ojek atau taksi, baik online maupun konvensional. Harganya mulai dari Rp19 ribu untuk ojek online dan Rp41 ribu untuk taksi online. Sementara itu, untuk ojek konvensional tergantung kesepakatan dengan driver-nya.

2. Naik bus

Potret deretan bus di Terminal Purabaya atau Terminal Bungurasih (IDN Times/Ardiansyah Fajar)

Selanjutnya, kamu bisa naik bus dari berbagai kota. Ada beberapa bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) yang melintasi Nganjuk, terutama bus kelas ekonomi. Di antaranya seperti Sugeng Rahayu (warna biru), Sumber Selamat, Mira, dan Eka. Jika naik bus-bus tersebut, kamu bisa turun di Monumen Pahlawan Buruh Marsinah, kemudian tinggal berjalan kaki sejauh 300 meter ke Museum Ibu Marsinah.

Jika kamu naik bus patas, seperti Sugeng Rahayu warna oranye dan berangkat dari Bandung, Yogyakarta, atau Surabaya, kamu bisa bertanya terlebih dahulu kepada sopir atau kondektur apakah akan melintasi Monumen Pahlawan Buruh Marsinah.

Pasalnya, bus ini biasanya masuk gerbang tol dari beberapa kota dan hanya akan keluar di gerbang tol tertentu. Jika keluar Tol Nganjuk dan nantinya akan masuk lagi ke tol tersebut (hanya menurunkan penumpang di Nganjuk), kamu bisa turun di depan gerbang tol atau Terminal Nganjuk, kemudian melajutkan perjalanan ke Museum Ibu Marsinah dengan ojek atau taksi.

Tak jarang bus tersebut keluar di Tol Nganjuk, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Jombang via jalur biasa (bukan tol), sehingga kamu bisa turun di Monumen Pahlawan Buruh Marsinah (seperti bus ekonomi). Atau sebaliknya, bus keluar dari gerbang Tol Jombang atau Tol Bandar dan melanjutkan perjalanan ke arah Nganjuk via jalan biasa, kamu juga bisa turun di depan monumen dan nantinya tinggal berjalan kaki sejauh ke museumnya.

3. Naik pesawat terbang

Potret pesawat Saudia Airline di bandara (IDN Times/Inin Nastain)

Kalau naik pesawat terbang, bandara terdekat yang bisa kamu tuju adalah Bandara Juanda, Sidoarjo, dan Bandara Dhoho, Kediri. Maskapai penerbangan yang landing di Bandara Juanda tentu lebih banyak jika dibandingkan Bandara Dhoho. Untuk saat ini, hanya maskapai Super Air Jet rute Jakarta-Kediri PP yang melayani penerbangan di Bandara Dhoho.

Jika turun di Bandara Dhoho, kamu bisa melanjutkan perjalanan langsung ke Museum Ibu Marsinah dengan naik taksi online dan harganya mulai dari Rp150 ribuan. Jarak antara kedua tempat tersebut sekitar 27 kilometer dan jarak tempuhnya 45-60 menit, tergantung kondisi lalu lintas.

Kalau kamu turun di Bandara Juanda, ada banyak alternatif transportasi yang bisa kamu pilih. Pertama, naik bus DAMRI dan turun di Terminal Bungurasih. Harga bus ini Rp35 ribu per orang sekali jalan dan waktu tempuhnya 30 menit, tergantung kondisi lalu lintas.

Dari Terminal Bungurasih. kamu bisa melanjutkan perjalanan naik bus ekonomi, seperti Sugeng Rahayu (warna biru), Sumber Selamat, Mira, atau Eka ke arah Nganjuk. Durasi perjalanannya 2-3 jam dan harganya Rp27 ribu-Rp30 ribu. Nantinya, kamu bisa turun di Monumen Pahlawan Buruh Marsinah, kemudian tinggal berjalan kaki sejauh 300 meter ke Museum Ibu Marsinah.

Alternatif kedua, naik mobil travel dari bandara dan nantinya langsung diantar ke Museum Ibu Marsinah (door to door). Ada banyak operator travel yang bisa dipilih, seperti Indah Jaya, Makna Travel, dan sebagainya. Harganya mulai dari Rp150 ribu per orang dan harus pesan terlebih dahulu.

Gak mau ribet ganti transportasi umum? Kamu bisa naik taksi online langsung dari Bandara Juanda dengan harga mulai dari Rp680 ribu per mobil, belum termasuk tarif tol. Kalau pergi bersama dua atau tiga orang lainnya, harga tersebut bisa dibagi, sehingga lebih murah.

4. Naik mobil pribadi

Potret mobil (unsplash.com/Nick Möllenbeck)

Naik mobil pribadi dari berbagai kota tentu lebih menguntungkan dan fleksibel. Kamu bisa langsung menuju ke Museum Ibu Marsinah tanpa harus berganti kendaraan lagi. Namun, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan.

Pertama, apabila melintasi Tol Trans Jawa, baik dari arah Jakarta maupun Surabaya, kamu bisa turun atau keluar di gerbang Tol Nganjuk. Dari gerbang tersebut, lanjutkan perjalanan ke arah timur menuju Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, sejauh 8,5 kilometer. Nantinya, ada Monumen Pahlawan Buruh Marsinah di kanan jalan. Kamu tinggal belok ke kiri, kemudian di perempatan pertama belok kanan dan sampailah di Museum Ibu Marsinah.

Kedua, apabila melintasi jalan biasa (bukan tol) dari arah Madiun, Solo, atau Ngawi (arah barat), kamu tinggal mengikuti jalan provinsi ke arah Kertosono-Jombang hingga sampai di Desa Nglundo atau Monumen Pahlawan Buruh Marsinah.

Sebaliknya, jika dari arah Surabaya, Gresik, Mojokerto, atau Jombang (arah timur), kamu bisa melintasi jalan utama provinsi ke arah Nganjuk hingga sampai di Desa Nglundo. Monumen Pahlawan Buruh Marsinah ada di kiri jalan dan kamu tinggal menyeberang ke jalan desa.

Demikian beberapa cara menuju Museum Ibu Marsinah Nganjuk dari berbagai kota. Semoga informasi ini bermanfaat, ya! Jadi, mau ke sana kapan, nih?

Editorial Team