Pada tahap awal, PT KCI menyiapkan dua jadwal perjalanan pulang-pergi (PP) yang menghubungkan Probolinggo dan Surabaya. Berikut jadwal keberangkatannya.
Jadwal sementara (3 frekuensi):
pagi: Probolinggo pukul 04.10 WIB → Surabaya pukul 06.45 WIB.
sore dan malam: Surabaya pukul 18.10 WIB → Probolinggo pukul 20.57 WIB.
malam: Probolinggo pukul 21.22 WIB → Surabaya pukul 23.36 WIB.
Presiden Direktur PT KCI, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan tarif yang diusulkan tergolong terjangkau, karena mendapat dukungan subsidi. Perjalanan dengan jarak di bawah 85 kilometer, tarif dipatok sebesar Rp6.500 per perjalanan.
Sementara itu, untuk perjalanan di atas 85 kilometer dikenakan tarif Rp8.000, yang menjadi tarif maksimal untuk rute penuh Surabaya–Probolinggo. Meski demikian, penetapan tarif ini masih menunggu persetujuan resmi dari Kementerian Perhubungan.
Purnomosidi juga menjelaskan pembelian tiket nantinya hanya dapat dilakukan secara daring melalui aplikasi Access by KAI. Ke depan, PT KCI membuka peluang penambahan rangkaian kereta khusus rute Probolinggo–Surabaya apabila permintaan penumpang menunjukkan tren peningkatan setelah layanan resmi beroperasi.
Seiring rencana pengoperasian Commuter Line Supaspro, Pemerintah Kota Probolinggo turut menyiapkan strategi untuk memaksimalkan dampak ekonomi, terutama dari sektor pariwisata. Salah satunya melalui revitalisasi Alun-alun Kota Probolinggo, agar menjadi ikon destinasi utama yang lokasinya berdekatan dengan stasiun. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pergerakan wisatawan, menghidupkan UMKM di pusat kota, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata.