Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret pencopet
Potret pencopet (freepik.com/Waewkidja)

Liburan ke Eropa menjadi impian banyak orang dari berbagai belahan dunia. Namun, ada satu hal yang gak boleh disepelekan, yakni soal keamanan. Bukan rahasia umum lagi, beberapa destinasi populer di benua biru ini ternyata dikenal rawan copet.

Sebuah platform perbandingan harga asuransi Inggris, Quotezone, merilis daftar 10 destinasi wisata di Eropa yang patut diwaspadai, karena tingkat pencopetan yang tinggi. Informasi ini penting banget buat kamu yang berencana liburan ke sana, supaya tetap bisa menikmati perjalanan dengan aman tanpa khawatir barang berharga raib.

Jadi, meskipun suasananya indah dan penuh pesona yang memikat, kamu tetap harus ekstra hati-hati menjaga barang bawaanmu selama pelesiran di Eropa.

1. Air Mancur Trevi, Roma, Italia

Air Mancur Trevi di Roma, Italia, menempati urutan pertama sebagai lokasi paling rawan pencopetan di Eropa, dengan catatan 478 kasus per satu juta wisatawan. Pendiri sekaligus CEO Quotezone, Greg Wilson, menjelaskan keramaian menjadi faktor utama pencopet bisa bergerak bebas di antara turis yang lengah.

Untuk mengurangi kepadatan sekaligus menjaga kenyamanan, pemerintah setempat kini mengenakan biaya masuk 1 Euro (sekitar Rp17 ribu). Langkah ini diharapkan bisa mendukung pariwisata yang lebih aman dan berkelanjutan.

2. Menara Eiffel, Paris, Prancis

Menara Eiffel di Paris, Prancis, menjadi salah satu monumen berbayar paling populer di dunia dengan hampir enam juta pengunjung tiap tahunnya. Sayangnya, kawasan ini juga menempati posisi kedua dalam kasus pencopetan di Eropa, yakni 251 kasus per sejuta turis.

Italia memang punya catatan kasus terbanyak, tetapi jumlah wisatawan di Prancis dan Spanyol jauh lebih besar. Bahkan, pada 2015, kasus pencopetan di area Menara Eiffel sempat begitu parah hingga para stafnya melakukan aksi protes. Modus yang sering dipakai pencopet adalah berpura-pura bertanya arah, menumpahkan makanan, atau membuat turis lengah sebelum mengambil barang berharga.

3. Las Ramblas, Barcelona, Spanyol

Potret Barcelona, Spanyol (unsplash.com/Daniel Corneschi)

Jalan ikonik Las Ramblas di Barcelona juga terkenal rawan pencopetan. Tercatat ada 111 laporan pencurian, sementara data Kepolisian Barcelona menunjukkan sebanyak 48,1 persen kejahatan di kota ini pada 2023 berasal dari pencopetan.

Biasanya, pencopet menyelinap ke dalam kerumunan, lalu memanfaatkan momen dengan menawarkan bantuan atau sekadar mengalihkan perhatian wisatawan. Karena itu, turis disarankan ekstra hati-hati terutama saat berada di area Raval dan Rambla pada malam hari.

4. Gerbang Brandenburg, Berlin, Jerman

Gerbang Brandenburg, bangunan bersejarah abad ke-13 di Berlin, berada di posisi keempat dengan 111 laporan pencopetan. Meskipun Berlin termasuk salah satu kota teraman untuk para solo traveler, lokasi ini tetap menarik perhatian pencopet.

Tips yang disarankan adalah mengunjungi gerbang sebelum pukul 09.30 pagi. Selain itu, perlu waspada terhadap pencopet yang kerap menggunakan sepeda sebagai alat kabur.

5. Red Light District, Amsterdam, Belanda

Red Light District di Amsterdam menduduki peringkat kelima dengan 100 laporan pencopetan. Popularitasnya sebagai pusat hiburan malam, museum, hingga kedai kopi membuat kawasan ini selalu dipadati turis, tetapi juga membuka peluang bagi pencopet.

Sebaiknya, wisatawan menyimpan barang berharga di brankas hotel, menggunakan tas selempang yang aman, serta menghindari membawa ponsel atau dompet di saku belakang.

6. Distrik Alfama, Lisbon, Portugal

Potret Lisbon, Portugal (pexels.com/Mylo Kaye)

Alfama di Lisbon (atau Lisboa) dikenal dengan jalan-jalan sempit berbatu dan rumah tradisional yang memikat. Meskipun Lisboa termasuk kota aman, meningkatnya jumlah turis ikut memicu kenaikan kasus pencopetan, khususnya di transportasi umum.

Menurut Lisbon Portugal Tourism, pelakunya sering berasal dari Eropa Timur. Mereka kerap menyamar sebagai turis dengan kamera atau peta, agar tidak dicurigai.

7. Distrik Sultanahmet, Istanbul, Turki

Distrik Sultanahmet, rumah bagi Masjid Biru dan Hagia Sophia, menempati peringkat ketujuh dengan 21 laporan pencopetan. Tourist Journey mengingatkan pengunjung untuk selalu menutup tas rapat-rapat, tidak membawa banyak uang tunai, serta memakai tas selempang atau ikat pinggang tersembunyi demi terhindar dari pencopetan.

8. Museum Acropolis, Athena, Yunani

Museum Acropolis di Athena menerima hingga 23 ribu pengunjung per hari. Popularitas ini membuat pihak pengelola membatasi akses maksimal 20 ribu orang per hari dengan sistem slot waktu, demi menjaga kenyamanan sekaligus keamanan. Namun, tingginya jumlah wisatawan tetap meningkatkan risiko pencopetan, terutama di area padat seperti ruang pameran utama.

9. Alun-alun Rynek Glowny, Krakow, Polandia

Potret Krakow, Polandia (unsplash.com/tom podmore)

Alun-alun terbesar dari era abad pertengahan ini jadi pusat kehidupan Kota Krakow, Polandia. Dengan arsitektur megah dan deretan kafe, Rynek Glowny selalu ramai wisatawan.

Namun, keramaian itu juga rawan pencurian. Wisatawan diimbau tidak meninggalkan barang tanpa pengawasan, karena perusahaan asuransi perjalanan bisa menolak klaim, jika dianggap lalai menjaga barang bawaan.

10. Guinness Storehouse, Dublin, Irlandia

Guinness Storehouse di Dublin dikunjungi lebih dari 1,5 juta wisatawan dari 165 negara pada 2023, naik sebanyak 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Popularitas ini juga dimanfaatkan pencopet, dengan target utama turis perempuan pemegang paspor Uni Eropa. Laporan DublinLive menyebutkan pencopet beraksi di tengah keramaian pengunjung yang sibuk menikmati pengalaman di destinasi populer ini.

Itu dia sepuluh destinasi wisata di Eropa yang terkenal rawan copet dan wajib kamu waspadai saat pelesiran ke sana. Meski keindahannya bikin siapa saja terpukau, jangan sampai lengah dengan barang bawaan sendiri. Ingat, selalu utamakan keamanan dan keselamatan, ya!

Editorial Team