Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Museum Benteng Vredeburg wisata sejarah di Jogja
Potret Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta (IDN Times/Dewi Suci)

Intinya sih...

  • Jogja dikenal sebagai destinasi wisata yang lengkap: ada pantai berpasir putih di Gunung Kidul, hutan pinus, kafe bertema, sampai wisata sejarah yang mudah dijangkau dan ramah di kantong.

  • Ada 5 rekomendasi wisata sejarah yang cocok untuk foto-foto: Taman Sari (eks taman rekreasi keluarga Keraton, tiket Rp5.000, ada biaya tambahan jika membawa kamera/ponsel), Museum Sonobudoyo (dekat Titik Nol, koleksi batik–wayang–senjata, tiket dewasa Rp10.000, buka 09.00–21.00 WIB kecuali Senin), Keraton Yogyakarta (istana Kesultanan, tiket Rp8.000, ada aturan berfoto dan ada pagelaran seni), Benteng Vredeburg (di sekitar Malioboro, tiket dewasa Rp3.000, buka 08.00–16.00 WIB), dan Candi Prambanan (spot foto kuat siang maupun jelang senja, buka 06.00–17.00 WIB, tiket dewasa Rp40.000).

  • Kalau ingin pengalaman lebih maksimal, bisa pakai jasa pemandu di lokasi tertentu (misalnya Taman Sari) untuk penjelasan sejarah yang lebih detail, sekaligus tetap memperhatikan aturan foto di kawasan Keraton dan menyesuaikan waktu kunjungan agar lebih nyaman (misalnya sore di Prambanan).

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta menjadi salah satu kota yang sangat terkenal di berbagai kalangan, baik  anak muda ataupun orangtua. Bahkan banyak sekali turis asing yang kerap kali berkunjung ke kota yang sangat romantis ini. Seperti namanya, Jogja menjadi salah satu tempat yang sangat istimewa di Indonesia. Banyak sekali destinasi wisata yang dapat kamu kunjungi ketika berkunjung ke Jogja.

Mulai pantai dengan pasir putihnya yang sangat menawan di Gunung Kidul, wisata hutan pinus hingga kafe-kafe yang didesain untuk berbagai kalangan termasuk para penggemar buku, semua dapat kamu temukan di Jogja. Tak hanya keindahan alamnya yang sangat memanjakan mata, Jogja juga memiliki wisata sejarah yang harus masuk daftar destinasimu. Berikut 5 destinasi wisata sejarah di Jogja, instagramable dan low budget!

1.Kampung wisata Taman Sari

Taman Sari Yogyakarta (unsplash.com/Gading Ihsan)

Taman Sari Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Jogja. Dulunya Taman Sari Yogyakarta merupakan taman atau tempat rekreasi keluarga Keraton. Destinasi wisata sejarah yang satu ini sangat cocok untuk kamu yang memiliki ketertarikan dalam bidang sejarah. Tak hanya itu, banyak spot-spot di Taman Sari Yogyakarta yang memang sangat menarik dan instagramable.

Harga tiket untuk masuk ke Taman Sari Yogyakarta terbilang sangat murah. Kamu hanya perlu menyiapkan uang sebanyak Rp5.000 dan kamu sudah akan mendapatkan satu tiket masuk. Akan tetapi, jika kamu membawa smartphone dan kamera kamu akan dikenakan biaya tambahan sebanyak Rp3.000, selain itu kamu dapat mengambil gambar dan berfoto di dalamnya, tapi kamu tidak diijinkan untuk menerbangkan drone. Untuk perjalanan dengan informasi sejarah yang lebih lengkap, akurat dan mendetail, kamu bisa menggunakan jasa guide di sana. Jangan lupa masukkan Taman Sari ke daftar destinasi wisatamu, ya!

2.Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo wisata sejarah di Yogyakarta (https://sonobudoyo.jogjaprov.go.id/)

Museum Sonobudoyo terletak tidak jauh dari Titik Nol Kilometer Jogjakarta. Di Museum Sonobudoyo terdapat banyak sekali koleksi sejarah seperti koleksi batik, koleksi wayang, ataupun koleksi senjata seperti clurit, kapak, keris, dan lainnya. Kamu tak perlu khawatir akan bosan jika mengunjunginya, karena Museum Sonobudoyo memiliki pameran tetap yang sangat menarik dan aesthetic.

Jika kamu beruntung berkunjung di tanggal yang tepat, Museum Sonobudoyo juga sering menggelar pameran bulanan. Tentunya selain mendapatkan berbagai informasi sejarah, kamu juga dapat hunting foto yang sangat instagramable.

Untuk datang ke Museum Sonobudoyo kamu tidak perlu melakukan reservasi terlebih dahulu. Tiket untuk mengunjungi Museum Sonobudoyo terbilang sangat murah, yakni untuk dewasa perorangan Rp10.000, anak-anak Rp5000, dan apabila wisatawan asing akan dikenakan biaya Rp20.000. Pameran tetap dibuka setiap hari pukul 09.00-21.00 WIB, kecuali hari Senin tutup. Pastikan kamu ke sini, ya!

3.Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta (kratonjogja.id)

Keraton Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang akan sangat sayang jika kamu sampai melewatkannya. Keraton Yogyakarta merupakan istana kesultanan tempat tinggal Sultan Hamengkubuwono X. Saat berkunjung ke Keraton kamu dapat hunting foto-foto yang instagramable, hanya saja terdapat peraturan-peraturan yang juga harus kamu taati seperti dilarang foto bersama abdi dalem dan membelakangi Kedhaton, ataupun foto sambil membelakangi abdi dalem.

Tiket masuk Keraton terbilang sangat murah, kamu hanya perlu membayar sebanyak Rp8.000 untuk dapat masuk wilayah Keraton termasuk di dalamnya terdapat area museum dan pelataran yang luas. Jika kamu wisatawan asing maka kamu dikenakan biaya sebanyak Rp15.000. Selain itu terdapat pagelaran seni wisata Keraton Yogyakarta yang terdiri dari pertunjukan gamelan, wayang kulit, tarian, pembacaan puisi dan pertunjukkan wayang golek.

4.Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg (dok. pribadi/Fatma Roisatin)

Jika kamu berjalan-jalan di area Malioboro, pastikan kamu juga mengunjungi Benteng Vredeburg. Museum Benteng Vredeburg merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang ada di Jogja. Benteng Vredeburg merupakan bangunan peninggalan kolonialisme Belanda yang sekarang telah beralih fungsi menjadi museum.

Di Museum Benteng Vredeburg terbanyak banyak sekali spot-spot foto yang sangat instagenic, sehingga kamu dapat hunting foto-foto aesthetic sebanyak mungkin. Selain itu, kamu juga dapat menambah wawasan sejarahmu. Jam buka Museum Benteng Vredeburg adalah mulai jam 08.00-16.00 WIB. Harga tiket masuk Museum Benteng Vredeburg terbilang sangat murah, yakni Rp3.000 untuk dewasa dan jika anak-anak akan dikenakan biaya sebesar Rp2.000. Sangat murah bukan?

5.Candi Prambanan

Ilustrasi candi prambanan (pexels.com/bangunfii-310268191)

Candi Prambanan merupakan objek wisata sejarah yang sangat menawan. Selain menawan, Candi Prambanan juga sarat akan sejarah, tapi tak hanya itu Candi Prambanan juga menyuguhkan pemandangan yang menawan yang akan membuat kita merasa sangat nyaman. Kamu dapat hunting foto dengan background yang sangat menarik. Namun, akan lebih bagus untuk mengabadikan gambar saat menjelang matahari terbenam dengan warna langit merah jingga.

Di malam hari Candi Prambanan juga terlihat sangat menawan hati dengan gemerlap lampu-lampunya. Tapi jika kamu hanya bisa mengunjunginya siang hari tidak masalah, kamu dapat membawa payung atau topi untuk menghalau sinar matahari. Jam operasional Candi Prambanan yakni pukul 06.00-17.00 WIB. Sementara untuk harga tiket masuknya lumayan terjangkau yaitu Rp40.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak. Sedangkan untuk turis asing dikenakan biaya yang berbeda.

Itulah 5 destinasi sejarah di Yogyakarta yang instagramable dan low budget. Jangan lupa untuk segera memasukkannya ke dalam daftar destinasi liburanmu, ya! Pastikan kamu juga mengunjunginya bersama orang-orang tersayang. Semoga bermanfaat, ya!

FAQ Seputar Tempat Wisata Sejarah di Jogja yang Instagramable

Kenapa Jogja cocok buat wisata sejarah sekaligus foto-foto?

Karena banyak situs bersejarah yang terawat, punya arsitektur khas, dan menyediakan banyak sudut estetik. Lokasinya juga relatif mudah dijangkau, jadi bisa sekalian wisata sambil dokumentasi tanpa harus keluar biaya besar.

Lima destinasi wisata sejarah apa yang paling direkomendasikan?

Taman Sari, Museum Sonobudoyo, Keraton Yogyakarta, Benteng Vredeburg, dan Candi Prambanan.

Berapa kisaran tiket masuk dan jam operasionalnya?

Sebagian besar tiketnya murah, mulai dari sekitar Rp3.000–Rp10.000 untuk museum/keraton, sementara Prambanan kisarannya lebih tinggi (sekitar Rp40.000 untuk dewasa). Jam buka umumnya pagi sampai sore, kecuali ada yang buka sampai malam seperti Museum Sonobudoyo.

Apa yang perlu diperhatikan sebelum berkunjung?

Siapkan uang tunai kecil untuk tiket/biaya tambahan, patuhi aturan berfoto (terutama di area Keraton), dan kalau ingin penjelasan sejarah yang lebih rapi, pertimbangkan memakai jasa pemandu di lokasi tertentu.Select 63 more words to run Humanizer.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team