Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret Bledug Kramesan di Grobogan, Jawa Tengah
Potret Bledug Kramesan di Grobogan, Jawa Tengah (Dok. Kementerian Pariwisata RI)

Indonesia dikenal memiliki banyak fenomena alam yang memesona sekaligus unik. Selain dikelilingi lautan dan pulau yang indah, Indonesia juga memiliki banyak gunung api yang menakjubkan.

Yang terbaru, sebuah "gunung" lumpur muncul di tengah hamparan sawah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Fenomena yang kemudian diberi nama Bledug Kramesan ini mencuri perhatian banyak orang dan ramai dikunjungi wisatawan hingga peneliti dalam setahun terakhir.

Bledug Kramesan kerap mengeluarkan semburan lumpur disertai suara gemuruh yang mengundang rasa penasaran. Kamu pasti juga pengin tahu lebih banyak tentang "gunung" lumpur ini, kan? Berikut beberapa fakta unik Bledug Kramesan, si "gunung api" di Grobogan yang dilansir dari berbagai sumber. Simak sampai habis, ya!

1. "Gunung baru" yang terbentuk dari semburan lumpur

Bledug Kramesan merupakan mud volcano atau gunung lumpur ini terletak di Desa Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. "Gunung" ini terbentuk akibat semburan lumpur atau gas dari dalam bumi yang mengendap di permukaan. Saat dilihat dari jauh, bentuknya kerucut seperti gunung pada umumnya.

Menurut Badan Geologi Kementerian ESDM, fenomena ini sebenarnya bukan hal yang baru. Di Grobogan sendiri, sudah ada Bledug Kuwu, yakni letupan lumpur berskala kecil yang terus-menerus terjadi secara periodik, dan kini menjadi salah destinasi wisata andalan wilayah tersebut. Jarak kedua tempat tersebut sekitar 3,4 kilometer.

Keberadaan Bledug Kramesan dianggap sebagai bagian dari proses geologi normal di daerah yang punya sejarah mud volcano dan bukan pertanda letusan gunung api magmatik. Masyarakat di sekitarnya juga diimbau untuk tidak khawatir terhadap kemunculannya.

2. Berada di tengah area persawahan

Alih-alih muncul di kawasan pegunungan atau area vulkanik, Bledug Kramesan justru muncul di area persawahan warga dengan kondisi tanah yang cukup subur. Pengunjung yang datang biasanya harus berjalan kaki melalui pematang sawah untuk mencapai titik fenomena lumpur ini.

Meski fenomena ini cenderung aman, Badan Geologi dan pihak berwenang menyarankan, agar pengunjung tetap berhati-hati saat mendaki atau mendekatinya. Sebab, aktivitas lumpur dan gas sewaktu-waktu bisa berbahaya jika terlalu dekat dan tanpa perlindungan yang tepat.

3. Aktivitasnya meningkat setelah gempa Bawean

Fenomena Bledug Kramesan rupanya juga sempat viral setelah terjadinya gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter di Laut Bawean pada 22 Maret 2024. Aktivitas semburan lumpur terlihat lebih intens di "kawahnya" setelah kejadian itu.

Para ahli menjelaskan hal ini terjadi karena gempa menciptakan rekahan dan jalur baru di bawah tanah. Alhasil, material lumpur dan gas di dalam bumi menemukan "jalan keluar" dan lebih mudah naik ke permukaan melalui struktur geologi tersebut.

Bledug Kramesan juga memiliki elevasi cukup tinggi di permukaan tanah. Menurut data resmi, puncaknya mencapai sekitar 25 meter dari permukaan tanah, dengan semburan lumpur dan gas yang keluar ke udara secara berkala.

Nah, itu dia fakta unik tentang Bledug Kramesan di Grobogan, Jawa Tengah, yang perlu kamu tahu. Kamu tertarik mengunjunginya juga?

Editorial Team