Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Potret Bamboo Groove di Bandara Internasional Changi Singapura
Potret Bamboo Groove di Bandara Internasional Changi Singapura (facebook.com/changiairport)

Bandara Internasional Changi di Singapura beberapa kali dinobatkan sebagai bandara terbaik di dunia. Memiliki fasilitas yang lengkap dan canggih, bandara ini juga kerap menjadi destinasi wisata favorit bagi yang ingin mengenal Singapura sejenak. Sebab, di sini terdapat banyak atraksi menarik yang membuat wisatawan nyaman dan betah berlama-lama di sana, terutama saat transit.

Baru-baru ini, Changi Airport Group (CAG) membuka sebuah taman baru yang menggabungkan alam dengan elemen-elemen yang menenangkan. Taman tersebut diberi nama Bamboo Grove. Saat memasukinya, wisatawan akan diajak untuk bertualang menyusuri jalan setapak di antara pepohonan bambu yang cantik.

Seperti apa hutan bambu atau Bamboo Groove yang ada di Bandara Changi Singapura ini? Sebelum mampir ke sana, simak fakta uniknya di bawah ini, yuk!

1. Berlokasi di Terminal 2 Bandara Changi

Potret Bamboo Groove di Bandara Internasional Changi Singapura (facebook.com/changiairport)

Melansir situs resmi Bandara Changi, Bamboo Groove ini terletak di area Hub & Spoke Terminal 2 Public Level 1 dan buka setiap hari selama 24 jam. Wisatawan bisa jalan-jalan atau sekadar menikmati suasana di kawasan seluas 526 meter persegi ini.

Ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk bisa menuju hutan bambu ini. Jika sudah berada di kompleks Bandara Changi, kamu tinggal menuju Terminal 2 (bisa naik skytrain dari Terminal 1 atau Terminal 3). Selanjutnya, berjalanlah menuju lantai 1 dan keluar ke arah Coach Bay. Ikuti rambu atau petunjuk jalan menuju Hub & Spoke Café dan lanjutkan berjalan kaki sejauh 200 meter. Kamu sudah tiba di Bamboo Grove.

Jika dari arah East Coast Park (melalui Changi Coast Park Connector), kamu bisa berjalan ke arah timur melewati Jurassic Mile dan Terminal 4, lalu menuju Terminal 2. Setibanya di kantor dnata Singapore, ikuti connector taman yang akan membawamu menuju Bamboo Grove, ya!

2. Terinspirasi dari hutan bambu di Kyoto, Jepang

Potret Bamboo Groove di Bandara Internasional Changi Singapura (facebook.com/changiairport)

Bamboo Groove di Bandara Changi Singapura ini rupanya terinspirasi dari Arashiyama Bamboo Forest, hutan bambu yang populer dan terletak di Kyoto, Jepang. Di sini terdapat pepohonan bambu tropis yang tinggi dan ditata dengan rapi, jalur setapak dari bebatuan, area duduk yang tenang, dan udara yang segar.

Taman ini digadang-gadang bakal jadi tempat yang sempurna untuk bersantai dan berfoto, serta menikmati istirahat sejenak selama transit atau sembari jalan-jalan di sepanjang Changi Airport Connector. Setelah berada di sini sejenak, pikiran pun jadi lebih segar dan energi untuk menjalani sisa hari bisa terisi kembali.

3. Ditanami lima spesies pohon bambu

Potret Bamboo Groove di Bandara Internasional Changi Singapura (facebook.com/changiairport)

Ada lima spesies bambu yang dipilih untuk mengisi Bandara Changi Singapura. Spesies tersebut dipilih dengan sangat teliti, sehingga menghasilkan perpaduan warna, bentuk, dan ukuran yang unik.

Ada pun spesies bambu yang digunakan di sini antara lain:

  1. Bambu raksasa atau giant bamboo (Dendrocalamus giganteus Munro).
    Salah satu spesies bambu tertinggi di dunia yang dapat tumbuh hingga lebih dari 30 meter. Berasal dari Asia Tenggara, batang hijaunya yang menjulang tinggi menciptakan kanopi alami dan tampilan vertikal yang dramatis. Meskipun ukurannya kecil, bambu ini tumbuh dengan cepat dan tumbuh subur di iklim hangat dan cerah. Jadi, cocok untuk lanskap tropis seperti di Changi.

  2. Bambu hitam atau black bamboo (Phyllostachys nigra).
    Bambu asal China ini batangnya berwarna hitam keunguan dan gelap yang akan semakin pekat seiring bertambahnya usia. Warna tersebut juga memberikan kesan kontras yang mencolok dia antara taman yang hijau.

  3. Bambu Buddha atau Buddha bamboo (Bambusa ventricosa).
    Bambu ini memiliki batang yang bulat dan beruas-ruas menyerupai perut Buddha yang sedang tertawa. Selain bentuknya yang khas, varietas ini disukai banyak orang karena simbolisme budayanya.

  4. Bambu biara atau monastry bamboo (Thyrsostachys siamensis).
    Dinamakan demikian karena ini sering ditanam di sekitar biara-biara di Thailand. Bambu biara juga kerap disebut sebagai Umbrella Handle Bamboo, karena batangnya sering digunakan untuk membuat gagang payung dan kerajinan tangan lainnya.

  5. Bambu emas atau golden bamboo (Schizostachyum brachycladum).
    Bambu tropis berukuran sedang ini adalah tanaman asli Asia Tenggara, dengan batang berwarna kuning cerah, garis-garis hijau, dan daunnya besar bergaris kuning. Bambu ini sering digunakan untuk membuat kerajinan, keranjang anyaman, sebagai wadah untuk memasak atau membawa air, dan menjadi bambu hias untuk taman.

Nah, itu dia tiga fakta unik tentang hutan bambo atau Bamboo Groove di Bandara Changi Singapura. Sempatkan diri ke sana kalau kamu liburan ke Negeri Singa atau saat transit, ya!

Editorial Team