Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Festival Adat Lom Plai 2026: Jadwal, Ritual, dan Pesta Panen Suku Dayak Wehea

Festival Adat Lom Plai 2026: Jadwal, Ritual, dan Pesta Panen Suku Dayak Wehea
ilustrasi tarian Suku Dayak (unsplash.com/Ainun Jamila)

Kalimantan Timur tidak hanya soal Ibu Kota Nusantara atau kekayaan tambangnya saja. Jika kamu bergeser ke Kabupaten Kutai Timur, tepatnya di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, kamu akan menemukan sebuah tradisi yang sudah bertahan ratusan tahun. Tradisi itu bernama Festival Adat Lom Plai.

Lom Plai bukan sekadar acara hiburan atau keramaian biasa. Bagi masyarakat Suku Dayak Wehea, ini adalah momen paling sakral dalam siklus hidup mereka. Festival ini merupakan upacara pesta panen padi tahunan yang menjadi simbol syukur kepada Sang Pencipta. Selain itu, Lom Plai juga menjadi bentuk penghormatan tertinggi kepada Dewi Padi, Putri Long Diang Yung, yang menurut kepercayaan setempat rela berkorban demi menyelamatkan warga dari bencana kelaparan.

Rangkaian acara tahunan ini sebenarnya sudah dimulai sejak 23 Maret lalu. Buat kamu yang ingin melihat kemeriahan sesungguhnya, puncak acara akan jatuh pada 22 April 2026. Penasaran apa saja yang membuat festival ini wajib masuk dalam bucket list perjalanan budaya kamu? Simak ulasannya berikut ini.

1. Ritual adat yang sarat magis dan makna

ilustrasi Suku Dayak
ilustrasi Suku Dayak (pexels.com/Life Folk)

Hal pertama yang harus kamu ketahui adalah Festival Lom Plai terdiri dari rangkaian ritual yang sangat panjang. Prosesinya tidak dilakukan sembarangan karena setiap gerakannya memiliki aturan adat yang ketat. Mulai dari ritual pembersihan kampung hingga pemanggilan roh leluhur, semuanya dilakukan dengan penuh khidmat.

Kamu akan melihat bagaimana para tetua adat memimpin jalannya upacara dengan pakaian tradisional yang autentik. Ritual ini bertujuan untuk memastikan bahwa hasil panen tahun depan tetap melimpah dan desa dijauhkan dari segala macam marabahaya. Kamu bakal merasakan suasana yang sangat tenang namun bertenaga saat prosesi ini berlangsung, menunjukkan betapa kuatnya akar budaya Dayak Wehea yang tidak luntur dimakan zaman.

2. Penghormatan terhadap pengorbanan Putri Long Diang Yung

ilustrasi perempuan Suku Dayak
ilustrasi perempuan Suku Dayak (pexels.com/Jeffry Surianto)

Salah satu alasan mengapa Lom Plai begitu emosional bagi masyarakat setempat adalah sejarah di baliknya. Festival ini berkaitan erat dengan legenda Putri Long Diang Yung. Singkat cerita, sang putri dipercaya menjelma dari sebuah pengorbanan suci saat masyarakat dilanda kelaparan hebat di masa lalu.

Melalui festival ini, masyarakat Dayak Wehea memperingati kebaikan hati sang dewi padi. Jadi, setiap butir padi yang mereka panen bukan dianggap sebagai hasil kerja keras semata, melainkan pemberian tulus dari sang putri. Makanya, jangan heran kalau kamu melihat ada perlakuan khusus terhadap padi selama festival karena bagi mereka, padi adalah simbol kehidupan yang harus dijaga dan dihormati.

3. Atraksi seni dan budaya yang autentik

ilustrasi atraksi budaya Dayak
ilustrasi atraksi budaya Dayak (pexels.com/Life Folk)

Gak cuma ritual yang serius, Lom Plai juga menjadi panggung pertunjukan seni budaya yang luar biasa indah. Kamu bisa menyaksikan tarian kolosal, musik tradisional Sampe yang menyayat hati, hingga lomba-lomba tradisional yang seru. Salah satu yang paling ditunggu biasanya adalah parade perahu hias dan tarian massal di tepi sungai.

Warna-warni manik-manik pada pakaian adat, gerakan tari yang gagah namun gemulai, serta suara tabuhan gendang akan membuat kamu merasa sedang berada di dimensi waktu yang berbeda. Seni yang ditampilkan di sini bukan sekadar hiburan untuk turis, tapi merupakan cara mereka melestarikan identitas leluhur agar tetap dikenal oleh generasi muda.

4. Ruang perjumpaan budaya dan kebersamaan

ilustrasi Suku Dayak
ilustrasi Suku Dayak (unsplash.com/Shaggy Sirep)

Lom Plai bukan hanya milik warga Desa Nehas Liah Bing, tapi telah menjadi ruang perjumpaan bagi siapa saja. Saat puncak acara nanti, warga akan membuka pintu rumah mereka untuk menyambut tamu dengan ramah.

Kamu tidak hanya menonton sebagai penonton luar, tapi akan merasa dilibatkan dalam kegembiraan kolektif. Kebersamaan masyarakat Lom yang begitu erat menunjukkan bahwa budaya bisa menjadi pemersatu yang kuat. Di sini, kamu bakal belajar bahwa menghargai alam dan sejarah adalah kunci untuk hidup harmonis di masa depan.

Jadi, tunggu apa lagi? Kalau kamu punya waktu luang di bulan April, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk melihat langsung kemegahan Festival Adat Lom Plai di Kutai Timur. Pengalaman budaya yang kamu dapatkan di sini pasti tidak akan terlupakan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Travel

See More

5 Museum Sains di Indonesia, Cocok untuk Liburan sambil Belajar

07 Apr 2026, 20:15 WIBTravel