Kalimantan Timur tidak hanya soal Ibu Kota Nusantara atau kekayaan tambangnya saja. Jika kamu bergeser ke Kabupaten Kutai Timur, tepatnya di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, kamu akan menemukan sebuah tradisi yang sudah bertahan ratusan tahun. Tradisi itu bernama Festival Adat Lom Plai.
Lom Plai bukan sekadar acara hiburan atau keramaian biasa. Bagi masyarakat Suku Dayak Wehea, ini adalah momen paling sakral dalam siklus hidup mereka. Festival ini merupakan upacara pesta panen padi tahunan yang menjadi simbol syukur kepada Sang Pencipta. Selain itu, Lom Plai juga menjadi bentuk penghormatan tertinggi kepada Dewi Padi, Putri Long Diang Yung, yang menurut kepercayaan setempat rela berkorban demi menyelamatkan warga dari bencana kelaparan.
Rangkaian acara tahunan ini sebenarnya sudah dimulai sejak 23 Maret lalu. Buat kamu yang ingin melihat kemeriahan sesungguhnya, puncak acara akan jatuh pada 22 April 2026. Penasaran apa saja yang membuat festival ini wajib masuk dalam bucket list perjalanan budaya kamu? Simak ulasannya berikut ini.
